SOLUSI SAKIT MAAG

Blog pengalaman sembuh sakit maag kronis | obat alami sakit maag | makanan sakit maag | cara sembuh sakit maag | pantangan sakit maag

http://solusi-sakit-maag.blogspot.com/2014/07/resensi-buku-rahasia-sembuh-sakit-maag.html

Maag Dan Gerd Adalah Multikompleks Bagian - 2

Bismillahirrahmanirrahiim...

Maha Suci Allah dengan Segala KehendakNya. Semoga kita menjadi golongan manusia yang khusnul khotimah pada akhir hidup kita, sehingga kelak di akherat bisa berjumpa dengan keindahan WajahNya yang tak terperi, yang tak pernah kita bayangkan sebelumnya, dan tak pernah mampu kita gambarkan dalam benak kita.

Semoga Syafaat Rasulullah SAW. akan menaungi kita orang-orang yang mudah-mudahan menjadi golongan orang yang bertaqwa, baik di dunia dan kelak di akherat. Amiin.

Pada Artikel Maag Dan Gerd Adalah Penyakit Yang Multikompleks Bagian - 1 sudah saya bahas berbagai macam kompleksitas yang ditumbulkannya. Berikut adalah lanjutannya. Namun sebelum kalian membaca bagian ke – 2 nya ini, silahkan kalian BACA DULU Bagian Pertamanya DISINI !..

Inilah lanjutannya teman...

Bagaimana kita belajar tentang kesederhanaan.

Ketika kita sedang sakit maag, kita belajar tentang kesederhanaan. Sederhana dalam segala hal. Dalam hal makan. Dalam hal minum. Dalam hal keinginan-keinginan. Karena untuk makan dan minum saja kita tak bisa ingin ini dan ingin itu. Dalam hal kemauan, kita juga harus menyederhanakan segala rencana-rencana kita. Tidak setiap mau kita yang ini atau mau kita yang itu akan bisa terwujud, karena kondisi kita yang sedang tak memungkinkan. Pengin bersilaturahmi ke tempat saudara tak bisa. Pengin belanja ini itu tak bisa. Pengin sekedar pergi refreshing, perut sakit ?

Dalam berpakaianpun harus sederhana. Tak bisa yang ketat. Lebih enak kalau dibagian perut yang longgar. Coba saja jika kita sakit maag yang kronis lalu hari-hari pakai celana jeans yang ketat, nanti kan perut kita sakit, begah, bisa-bisa lambung keram karena tertekan.

Mau kerja ini dan itu tak bisa karena perut sakit, badan lemas, kepala kliyengan. Pokoknya dalam segala hal kita harus sabar dan belajar untuk sederhana.

Bagaimana kita belajar tertib dan disiplin.

Tertib dan disiplin sangat diperlukan untuk sembuh dari sakit maag. Tertib dan disiplin kontrol ke dokter. Tertib makan. Tertib minum. Tertib tidur. Tertib istirahat. Tertib minum obat. Tertib menjalani terapi yang sedang dijalani. Dan segala macam tertib dan disiplin yang diperlukan untuk mendukung kesembuhan.

Bagaimana kita belajar menghamba kepada Allah.

Ketika kita senang, ketika sehat, ketika banyak duit, seringnya kita lupa kepada Allah SWT, lupa untuk bersyukur. Namun ketika sakit, apalagi sakit maag kronis atau gerd yang sulitnya bukan main untuk sembuh. Sudah diobatkan kesana kemari. Sudah minum seabreg herbal. Sudah terapi apa saja. Namun belum sembuh juga. Hingga harta dan uang habis, belum kunjung sembuh juga.

Sakit kita bukannya sembuh, namun makin lama kian parah, sehingga kita sangat tersiksa dengan keluhan silih berganti yang sakitnya terkadang luar biasa tak tertahankan ! Minum obat apapun sudah tak mempan. Uang kita sudah tak mampu menolong kita dari kesakitan ini. Dokterpun sudah angkat tangan. Jika ada obat yang berharga satu juta per butirpun asal bisa menyembuhkan sakit kita, mau kita membelinya. Namun segala apa yang kita punya sudah tak mampu lagi menolong kita dari penderitaan kita.

Lalu kepada siapa lagi kita akan meminta pertolongan jika bukan kepada Allah SWT ? Pemilik segala keadaan ? Penentu segala ketentuan ? Dan Penolong segala kesulitan serta Pemberi segala kemudahan ? Tak ada sesuatupun yang mustahil bagi Allah SWT.

Pada saat sakit seperti inilah. Sakit maag kronis dan gerd parah yang sudah sulit disembuhkan, kita diajak belajar bagaimana kita “menghamba” kepada Allah SWT. Kembali ke jalanNya. Kebenaran yang haq, yang tak bisa ditawar-tawar dengan apapun. Baik dengan harta maupun uang kita. Baik dengan pangakt maupun kedudukan kita. Baik dengan status maupun level kita. Ataupun dengan segala stribut kebesaran kita didunia ini.

Jika kita sudah seperti ini kita dipaksa untuk belajar bagaimana kita menghamba kepada Allah. Hamba yang nurut kepada Kehendak Tuannya. Hamba yang tunduk dan patuh kepada Peraturan-peraturanNya. Tidak semau gue. Tidak asal hidup atas kehendak sendiri. Dengan hukum-hukum sendiri. Hidup yang berserah diri secara total kepada Kehendak Tuhan.Tanpa reserve. Mau ditakdirkan senang. Mau ditakdirkan susah. Mau sehat mau sakit. Harus senantiasa bersyukur, menerima segala keadaan dengan sepenuh keikhlasan tanpa menawar kepada Allah. Itulah penghambaan yang sejati. Dan dengan sakit ini, saat yang paling tepat untuk menempa penghambaan kita kepada Allah SWT, untuk mendapatkan ke RidhoanNya.

Bagaimana kita belajar hanya bergantung kepada Allah.

Jika kita sedang sakit parah seperti ini, kita diajak belajar bagaimana kita hanya bergantung kepada Allah. Sebab upaya dunia untuk kesembuhan sakit kita sudah tak ada yang menghasilkan. Tetap sakit dan sakit. Bahkan semakin parah. Hanya kebergantungan kepada Allahlah yang akan menolong keterpurukan kita. Sakit kita. Segala kesulitan kita.

Bisa dengan interospeksi diri. Meneliti setiap pernik kehidupan kita. Jangan ada yang terlewatkan sejengkalpun. Mohon ampunan dengan segala kerendahan hati dan dengan segala kesungguhan jiwa. Atas segala dosa dan khilaf yang ada. Banyak membaca istighfar untuk mohon ampunan, dan membaca sholawat untuk memohon keRidhoan Allah. Cobalah hanya bergantung kepada Allah saja. “PASTI” akan datang keajaiban.

Kalau belum bisa dengan seluruh kehidupan kita, ya dari hal-hal yang kecil dulu. Belajarlah hidup tidak tergantung kepada uang. Ada uang tenang tidak ada uang panik. Buang motto hidup seperti ini : “Hidupku tidak tergantung kepada uang, namun hanya bergantung kepada Allah SWT. semata”

Misal nih, ketika kita mempunyai uang, dan ada saudara kita atau tetangga yang membutuhkan pinjam uang kepada kita, berikanlah dengan ikhlas semampu kita. Tak usah berpikir :”Wah lha aku sendiri butuhnya masih banyak e, nanti kalau kupinjamkan kepada si fulan ini kebutuhanku sendiri bagaimana ?”, atau timbul pemikiran yang lain :”Aduuh jika kupinjamkan kepada tetangga ini, kira-kira dia bisa mengembalikan tidak yaa?”.

Itulah pemikiran-pemikiran kebanyakan kita yang masih menghamba kepada uang, bukan kepada Allah SWT. 

Bandingkan dengan pemikiran orang yang sudah mampu menghamba kepada Allah SWT. Ketika ada tetangga yang datang meminjam uang, dan tetangga itu memang tetangga yang benar-benar tak mampu, sedang uang yang ada padanya juga hanya pas-pasan, maka ia dalam hatinya berkata :”Ya Allah, alhamdulillah Engkau hadirkan orang ini untuk saya bisa beramal dengan tepat, tanpa saya harus mencarinya kesana kemari. Engkau Maha Mengetahui segala keadaan kami, semoga amal ini ada pahalanya, jadikan amal ini amal yang Engkau terima di SisiMu ya Allah...”. 

Demikianlah kita bisa belajar hanya bergantung kepada Allah, bukan yang selainNya, dengan latihan yang kecil-kecil dulu. Semua selalu dimulai dari langkah yang kecil, langkah pertama ! hingga akhirnya kita akan bisa menyelesaikan langkah yang panjang dan pencapaian yang besar. Suksesnya sebuah riyadhoh juga dengan latihan yang ringan-ringan dulu, baru akhirnya akan bisa melampaui riyadhoh yang berat-berat.

Karena pada hakekatNya, semua apapun yang ada di dunia ini adalah milikNya semata. Dan apapun akan bisa menjadi milik kita atas ijinNya, jika RidhoNya telah diberikanNya kepada kita. Tapi harap kalian ketahui, jika kita sudah berada dalam area RidhoNya, kita sudah tak butuh apa-apa lagi didunia ini, uangpun juga tidak. Apalagi rumah mewah, mobil bagus dan semua harta yang berharga. Karena semua itu tak ada apa-apanya jika dibandingkan dengan keindahan RidhoNya.

Bagaimana kita belajar hidup secukupnya tidak berlebih-lebihan.

Ketika kita masih sehat dulu, mungkin hidup kita selalu berlebih-lebihan. Baik dalam makan, minum, berpakaian maupun bersikap dan tutur kata. Namun ketika kita diberikan sakit yang lama tak sembuh-sembuh, kita benar-benar harus belajar untuk hidup secukupnya tidak berlebih-lebihan. Baik dalam makan maupun minum sangat terbatas yang bisa dikonsumsi oleh orang sakit maag dan gerd.

Dalam berpakaianpun kita hanya bisa menggunakan pakaian sederhana untuk dirumah, karena kita tak bisa pergi-pergi karena lagi sakit. Meskipun kita punya pakaian yang bagus-bagus, kita tak nyaman lagi memakainya bukan ? sebab badan lagi sakit ? Perut sedang mulas, kepala sedang kliyengan, berhari-hari tak bisa bab. Jantung berdebar seperti lonceng ? Nyamankah kita dirumah memakai pakaian bagus-bagus, yang mahal-mahal yang kita punyai ? he he..Tentu lebih enak kita pakai baju untuk dirumah. Daster yang sudah butut, atau sarung dan kaos oblong yang sudah lungset, aduhai enaknya...

Dalam hal berkata-katapun kita dibatasi secukupnya. Sebab jika banyak cerita, lama berkata-kata maka nafas kita akan terengah-engah, dan suara kita menjadi serak dan sakit di tenggorokan. Bukankah begitu teman ?

Bagaimana kita belajar menghormati dan menghargai orang lain.

Dulu ketika kita sehat, mungkin kita bisa melakukan segalanya sendiri. Tapi ketika lambung kita sakit dan tak sembuh-sembuh. Tubuh sudah mengalami berbagai komplikasi karena asam lambung yang naik kemana-mana. Paru-paru sowak. Jantung error. Kepala muter dan sakit sebelah, vertigo dan mrigen. Ginjal kena untuk kencing sakit. Pantat sudah ambeien. Usus selalu rasa panas. Juga dada rasa terbakar. Sendawa tak hentiu-hentinya jika tak bisa keluar sakitnya bukan main diseputar dada. 

Tenggorokan sudah bermasalah hingga untuk menelan sakit, jika tidur seperti rasa tercekik. Apa yang bisa kita lakukan kecuali berbaring sambil mengerang kesakitan ? Tanpa bantuan dan pertolongan orang lain, kita tak bisa apa-apa. Oleh karena itu kita dipaksa untuk belajar menghormati dan menghargai orang lain.

Seperti saya ketika masih sakit dulu. Untuk memegang sendok saja tangan tak kuat untuk diangkat. Boro-boro bisa masak sendiri. Boro-boro bisa membeli obat sendiri. Atau bisa membeli segala keperluan sendiri. Jalan ke kamar mandi saja harus dipapah. Mandi harus dimandiin. Makan harus disuapin. Minum harus dibantu. Mungkin diantara kalian juga seperti saya, yang bisanya hanya berbaring lemah tak berdaya, menunggu datangnya keajaiban kesembuhan.

Saat inilah saat kita harus belajar menghargai dan menghormati orang lain. Saat inilah saat yang tepat untuk menyadari bahwa ternyata kita tak bisa hidup sendiri, ternyata dalam hidup ini kita selalu butuh bekerjasama dengan orang lain. Kita tidak hidup dihutan yang tak butuh pengakuan, yang tak butuh bantuan. Saat sakit inilah saat yang tepat untuk kita belajar mengikis keakuan kita. Mengikis segala keangkuhan diri dan kesombongan.

Bagaimana kita belajar memahami bahwa rahmat Allah terbentang dihadapan kita.

Jangan putus asa teman. Sadarilah bahwa Rahmat Allah terbentang luas dihadapan kita. Kalau kita lagi sehat kita tak pernah menyadarinya. Sepertinya semuanya berjalan seperti biasa. Tak ada yang istimewa. Sepertinya Allah tak ada dalam kehidupan kita. Tak turut campur mengatur kehidupan kita. Sepertinya rejeki lancar adalah karena hasil keras kita. Naik pangkat seolah hanya karena prestasi kerja kita. Lulus ujian ataupun nilai baik akademik kita seolah semata karena keaktifan belajar kita. Semua kenyamanan hidup kita seolah karena usaha dan kerja keras kita.

Kita lupa Allah. Kita lupa bahwa dalam kehidupan kita ada yang mengaturnya. Mengatur rejeki kita. Mengatur takdir atau nasib kita. Mengatur rotasi bumi. Mengatur mekanisme semesta. Mengatur yang gaib atau metafisika. Sehingga kehidupan dibumi ini penuh keseimbangan. Bagaimana gunung tetap berdiri. Samodera tetap muat menampung aliran sungai-sungai tanpa meluap.

Jika sampai samodera meluap atau terjadi tsunami, karena manusia yang tak mau menjaga keseimbangan alam. Menebangi hutan dengan liar. Membuang sampah sembarangan. Memupuki tanah dengan kimia sehingga tanah menjadi tandus sehingga daya serap terhadap air hujan tak ada lagi. Jadilah banjir. Jadilah tsunami. Itu adalah akibat ulah manusia sendiri. Sehingga Allah murka dengan segala KehendakNya.

Kembali ke soal, bahwa Rahmat Allah terbentang luas dihadapan kita. Siapa yang membuat udara bebas yang membuat manusia bernafas tak usah beli ? Siapa yang menumbuhkan tumbuhan biji-bijian, buah-buahan, sayur-sayuran yang berguna bagi keangsungan hidup manusia ? Sehingga manusia bisa menjadi sehat. Bisa ibadah. Bisa berkarya dalam hidupnya ? Siapa ? Apakah semuanya itu bisa berlangsung secara otomatis tanpa ada yang mengadakan, mengatur dan mengendalikan ?

Siapa yang memberi rejeki ? Toko berjajar-jajar dengan dagangan sama kok ya laku semua ? Siapa yang memasukkan seekor ulat kedalam buah yang kulitnya masih utuh mulus ? Bisakah ulat itu masuk sendiri kedalam buah lalu menutup bekas jalannya agar mulus ? Tidak bukan ? Ada Allah...Allah...Allah...dan Allah yang mengatur segalanya. Dengan Rahmat dan KehendakNya.

Bagaimana kita belajar memahami soal berbagai hakekat.

Sakit maag kronis dan gerd, memberi kita kesempatan untuk belajar memahami berbagai hakekat. Hakekat penghambaan kepada Allah SWT. Hakekat Kebesaran Allah SWT. Hakekat tentang kesabaran. Hakekat tentang Penciptaan oleh Allah. Hakekat tentang buah pembalasan. Yang menanam baik akan menuai baik, dan yang menanam buruk tentu juga akan menuai buruk baik di dunia maupun di akherat. Hakekat tentang keberadaan makhluk. Bahwa makhluk tak mempunyai daya dan kekuatan apapun kecuali atas pertolongan dan KehendakNya. Bahwa setiap perbuatan kita sekecil apapun selalu akan tertangkap oleh pandangan Allah, baik perbuatan yang nyata maupun yang tersembunyi. Tak akan ada sesuatupun yang luput dari perhatian Allah SWT. yang berada didalam hati sekalipun. Allah Maha Melihat dan Maha Mengetahui.

Dan masih banyak berbagai pembelajaran dari sakit maag kronis dan gerd, yang tak mungkin saya bahas disini semuanya.

Maag Dan Gerd Adalah Penyakit Yang Multikompleks.

Bukan saja keluhan yang rasanya beranekaragam. Namun dampak yang ditimbulkannya sungguh sangat kompleks.  Seseorang yang tadinya periang, ramah dan suka tersenyum setelah kena maag kronis dan gerd bisa berubah menjadi pendiam dan suka bermuram durja

Seseorang yang tadinya penyabar dan bisa memahami orang setelah menderita maag kronis tiba-tiba menjadi seseorang yang pemarah dan tidak sabaran. 

Seseorang yang tadinya selalu optimis bisa menjadi orang yang pesimis bahkan putus asa menghadapi sakitnya yang tak kunjung sembuh.

Seseorang yang tadinya bisa terbuka kepada orang lain, tiba-tiba saja menjadi orang yang tertutup dan curigaan. 

Seseorang yang tadinya pemberani menjadi orang yang penakut untuk melakukan apa saja. Saya juga dulu juga seperti itu kok. Mau makan takut. Mau minum takut. Takut kalau apa yang akan dimakan atau diminum menyebabkan perut kesakitan.

Mau mandi takut. Takut jika sedang mandi lalu terjadi serangan gerdnya, dan lalu mati tiba-tiba dikamar mandi. Mau bepergian sendiri juga takut. Takut kalau didalam angkot maagnya kambuh, kesakitan, lalu tak ada yang mau menolong, sehingga dropp dan meninggal dalam angkot tak ada yang tahu ? Ya Allah sedemikian mencekamnya rasa ketakutan pada setiap hal, ketika saya belum sembuh dulu.

Mau melakukan apa saja selalu takut. Takut kalau tiba-tiba terjadi apa-apa. Ada tamu datang membawa oleh-oleh curiga, jangan-jangan makanan yang dibawanya itu nanti kalau dimakan mematikan. Astaghfirullah...Ya begitulah dampak dari sakit maag kronis yang biasanya lalu berkembang menjadi gerd tanpa kita sadari. Menjadikan kita sangat penakut kepada berbagai hal. Apapun itu !

Sakit Maag Dan Gerd Mampu Mengubah Keadaan.

Sakit Maag Dan Gerd, kecuali bisa mengubah sikap dan perilaku seseorang, juga bisa mengubah keadaan. Dari ekonomi mapan menjadi kondisi yang benar-benar terpuruk. Jika yang terkena itu anggota keluarga yang mencari nafkah. Ketika ia terserang sakit maag yang lama tak sembuh-sembuh akhirnya mau tidak mau harus keluar dari pekerjaannya. Entah keluar karena di PHK, atau keluar karena sungkan kepada atasan saking seringnya mbolos tak bisa masuk bekerja.

Ekonomi Menjadi Terpuruk.

Sakit yang tak sembuh-sembuh bisa mengakibatkan semua aktifitas menjadi terhambat. Baik dirumah maupun dalam pekerjaan. Akhirnya benar-benar tak bisa melakukan aktifitas apapun. Bisanya hanya berdiam diri dirumah. Duduk, berjalan, dan berbaring ditempat tidur tanpa bisa melakukan aktifitas apapun. Kondisi seperti ini akan menyebabkan hilangnya mata pencaharian, sehingga keluarga tak mempunyai income.

Untuk memenuhi kebutuhan hidup serta pembiayaan, beruntung, jika masih mempunyai harta, apapun yang ada akan dijualnya. Hingga hartanya habis tak tersisa terkadang penyakitnya tak kunjung sembuh pula. Namun jika tak mempunyai harta yang bisa dijual ? Terpaksa harus berhutang kesana kemari. Hingga hal ini menjadi problem baru bagi para penderita maag atau gerd yang tak sembuh-sembuh.

Inilah yang harus kalian pikirkan. Kalian waspadai ! Karena semua apapun yang saya punya dulu habis untuk berobat dan tak kunjung sembuh. Hingga saya menjadi fakir yang sefakir-fakirnya. Kalau tidak disantuni orang sekeluarga benar-benar tak bisa makan. Dan kami sering mengalami kekurangan makan, meskipun belum pernah sehari tidak makan.

Saya menjadi sangat bersemangat untuk menulis setiap pengalaman saya di blog ini, karena saya tak ingin kalian seperti saya. Terlalu lama sakit hingga mengalami penderitaan yang panjang dan sangat menyiksa.  Jatuh dalam keterpurukan yang sangat, sehingga sering dibebaskan untuk membayar iuran-iuran dilingkungan saya tinggal. Apa enak apa ? menjadi orang yang selalu merepotkan orang lain seperti saya dulu ?

Waspadai penyakit maag dan gerd sejak dini ! Karena bukan saja penyakit ini menjadi penyebab kematian ( sekarang menjadi penyakit peringkat no 4 penyebab kematian di Indonesia ), namun penyakit ini sungguh-sungguh bisa menyebabkan kalian jatuh miskin seperti saya. Bukan saja miskin harta, namun juga miskin kehormatan, miskin harga diri, dan miskin percaya diri !

Ah berkisah soal sakit maag sampai kapanpun tak akan pernah selesai he he. Karena selalu ada saja topik menarik yang bisa dibahas.

Oke demikian dulu teman, soal Maag Dan Gerd Adalah Penyakit Yang Multikompleks. Semoga bisa menambah wawasan kalian untuk kedepannya. Lebih waspada dan hati-hati terhadap penyakit maag yang akan membuat kalian hidupnya menderita.

Alhamdulillahirabbil’alamiin.

Purworejo, 29 April 2016.

Salam Perjuangan,
Niniek SS

MAAG DAN GERD ADALAH MULTIKOMPLEKS BAGIAN 1


MAAG DAN GERD ADALAH MULTIKOMPLEKS BAGIAN 1

Oleh : NiniekSS

Bismillahirrahmanirrahiim...

Maha Besar Allah yang menciptakan segala sesuatu tanpa sia-sia. Segala sesuatu dengan berpasang-pasangan. Ada laki-laki dan ada perempuan. Ada bumi ada langit. Ada susah ada senang. Ada lautan dan ada pula daratan. Ada hidup dan ada pula mati. Ada dunia ada pula akherat. Ada lahir ada pula yang batin. Ada muda ada pula yang tua. Ada binatang betina ada pula binatang yang yang jantan. Ada bodoh ada pandai. Ada kenyang ada pula yang lapar. Ada baik ada pula buruk. Ada yang haq dan ada pula yang batil. Tentu semua itu ada KehendakNya didalamnya.

Jika kita ingin menyelami kedalamannya. Selamilah apa yang Rassul SAW. selami dalam hidupnya. Insha Allah kita akan lebih mudah memahaminya daripada kita menyelami ala kita sendiri. Bergurulah kepada orang yang telah sampai, kepada Rasulullah SAW. Jika kita tidak sejaman dengan Rasulullah SAW, ya bergurulah kepada orang yang telah berguru kepada Rasulullah SAW.  Jika kita tidak pula sejaman dengan orang yang telah berguru kepada Rasulullah SAW, maka bergurulah kepada orang yang sejaman dengan kita yang sanad bergurunya lurus dan tidak terputus hingga sampai kepada Junjungan kita Rasulullah SAW. Itulah cara yang telah saya kerjakan untuk beribadah yang saya rasakan bisa sampai kepada rasa Hadlirat Allah SWT.

Saya sudah menjelajah cara beribadah segala cara, namun bagi saya, hanya cara inilah yang menyampaikan saya kepada kekhusyukan sholat, kepada ketenangan hidup, kepada cara bisa bersabar yang tiada nampak ujung maupun batasnya, cara bagaimana bisa memaafkan orang dengan legowo, cara menerima keadaan dengan keikhlasan, cara bagaimana hidup tidak tergantung kepada kertas yang namanya uang, cara memandang hidup sebagai papan perahu layar untuk mencapai tujuan sembari menikmati keindahan dan kebesaranNya.

Dan dengan cara ini pulalah, saya meraih Ridho Allah sehingga saya mendapatkan keajaiban karunia sembuh dari sakit maag kronis serta gerd yang demikian nyaris merenggut nyawa saya. Sehingga saya bisa menyimpulkan Maag Dan Gerd Adalah Penyakit Yang Multikompleks.

Mengapa ?

Karena dalam sakit maag ataupun gerd, ada pembelajaran tentang :

  • Bagaimana kita belajar bersabar.
  • Bagaimana kita belajar bersyukur.
  • Bagaimana kita belajar tidak sombong.
  • Bagaimana kita belajar tahu diri.
  • Bagaimana kita belajar rendah hati.
  • Bagaimana kita belajar lemah lembut.
  • Bagaimana kita belajar tentang kesederhanaan.
  • Bagimana kita belajar tidak congkak atau tinggi hati.
  • Bagaimana kita belajar tertib dan disiplin.
  • Bagaimana kita belajar menghamba kepada Allah.
  • Bagaimana kita belajar hanya bergantung kepada Allah.
  • Bagaimana kita belajar hidup secukupnya tidak berlebih-lebihan.
  • Bagaimana kita belajar menghormati dan menghargai orang lain.
  • Bagaimana kita belajar menyadari bahwa kita tidak bisa hidup sendiri.
  • Bagaimana kita belajar menyadari bahwa kita butuh bantuan orang lain.
  • Bagaimana kita belajar tidak egois.
  • Bagaimana kita belajar memahami bahwa rahmat Allah terbentang dihadapan kita.
  • Bagaimana kita belajar memahami soal berbagai hakekat.
  • Dan berbagai pembelajaran yang tak mungkin saya bahas disini semuanya.

Bagaimana kita belajar bersabar ?


Sakit maag, apalagi yang sudah berkembang menjadi GERD ( asam lambung yang naik keluar dari lambung), merupakan penderitaan yang sangat menyiksa.
 

Harus belajar bersabar menahan sakit.


Sakit perutnya..yang perih, yang begah, yang kembung, yang rasa penuh, yang keram, yang panas. Sesak nafasnya. Gemetar dan lemas seluruh tubuhnya. Berdebar jantungnya. Tenggorokan sakit untuk menelan. Kliyengan kepalanya, yang migren pusing separuh kepala, yang vertigo muter kepalanya. Yang telinganya sakit dan berdenging. Yang kedinginan tiba-tiba. Yang menahan sembelit. Yang diare gak berhenti-berhenti. Yang sendawa tertahan didada bikin sakit. Itu baru bersabar menahan sakit.

Harus bersabar menahan emosi.


Emosi karena tidak diperhatikan oleh isteri, oleh suami, oleh anak dan orang-orang disekeliling. Emosi karena diperlakukan tidak semestinya oleh keluarga karena dianggap pemalas. Emosi karena sudah mengeluarkan uang banyak tapi tidak sembuh-sembuh juga. Emosi karena sikap serta perilaku teman-teman sekantor yang meremehkan karena dirinya sering mangkir kerja. Emosi dengan sikap rekan seorganisasi karena menganggap dirinya tak lagi loyal karena tak bisa mengerjakan tugas dengan maksimal.

Harus bersabar menahan diri dari makanan enak.


He he siapa yang tak suka makanan enak. Baik itu berupa lauk pauk, kue-kue, dan buah-buahan segar ? Kelezatan rasa yang bisa bikin lidah bergoyang dan mata berkejab-kejab menikmatinya. Namun kini apapun makanan yang lezat-lezat didepan mata hanya bisa dipandang tak boleh dimakan. Iya kan ? Karena jika dimakan akan menjadi malapetaka. Lambung akan berontak yang lalu menimbulkan keluhan beraneka rasa yang sangat menyiksa dan membikin panik.

Harus bersabar menahan diri dari tidak sempurnanya beribadah.


Inilah yang dulu saya rasakan paling menyiksa. Demikian juga tentu bagi kalian semua. Ya kan ?  Mau wudhlu kedinginan hanya bisa tayammum. Malu sekali rasanya kepada Allah, sholat dengan sesuci yang hanya bisa tayammum, padahal dirumah berlimpah air. Malu sekali kepada Allah, sholat tak bisa berdiri tegak karena sempoyongan juga menahan sakit, sehingga hanya bisa sholat dengan duduk bahkan seringkali jika sedang terpuruk sholat hanya dengan tidur terlentang. Astaghfirullah...

Jadi bagi kalian yang saat ini masih bisa sholat dengan berdiri, meskipun maag kalian sakit, itu harus kalian syukuri. Karena saat-saat sholat adalah saat paling berharga dalam hidup ini, dimana kita sedang diberi kesempatan oleh Allah SWT. untuk menghadapNya ketika kita ada didunia ini. Jadi harus digunakan dengan sebaik-baiknya, setakzim-takzimnya. Tumpahkanlah seluruh penghambaan kita kepada Allah disana. Saat kita sholat. Segala-galanya. Dan untuk segala permohonan, apakah itu mohon ampunan, pujian dan rasa syukur, hajat perlindungan, hajat mohon bimbingan, hajat terkabulnya impian, tumpahkan pada kesempatan sehabis sholat, karena itu salah satu waktu yang mustajabbah.

Harus menahan sabar dari kesembuhan


Siapa yang sakit tak ingin segera sembuh ? Sebab sakit sungguh tak nyaman segalanya. Makan tak enak tidur tak nyenyak. Pikiran pusing hati tak pernah tenang. Semua kalian tentu ingin segera sembuh seperti saya. Tentu kita berikhtiyar semaksimal mungkin dengan segala daya upaya yang ada. Namun jangan sekali-sekali kita menentukan saat kesembuhan kita, karena itu semata wewenangNya. Misalnya begini : Saat ini kalian sudah merasa sepertinya sudah sembuh. Dan kalian merasa pasti, bahwa besuk Ramadhan kalian sudah sembuh. Lalu terlontar kata kepada seseorang :”Wah Romadhan sebentar lagi tiba, saya pasti sudah bisa puasa besok !”

Astaghfirullah...itu artinya kalian merasa bisa menentukan masa depan kalian, sedang 1 menit kedepan kita tak tahu apa yang akan terjadi terhadap diri kita, apalagi sehari kemudian, seminggu kemudian atau sampai Ramadhan tiba.

Kita seringkali tidak menyadari, bahwa kita sepertinya lebih tahu daripada Allah he he..ketlonyoren ( istilah Jawanya kebablasan ). Dalam sikap, tutur kata, maupun dalam pikiran kita sering melangkahi koridor kewenangan Allah. Itu yang banyak diantara kita belum menyadarinya.

Bagaimana kita belajar bersyukur.


Banyak diantara kita hanya bersyukur jika sedang senang, jika sedang banyak duit, jika sedang naik pangkat, jika sedang naik gaji, dan lain sebagainya. Jarang orang yang sedang sakit bisa bersyukur. Padahal syukur yang berbobot adalah syukur saat kita sedang diberi teguran oleh Allah. Entah itu sakit, entah itu musibah, entah itu kesulitan, entah itu hal yang lain. Karena teguran itu benar-benar suatu pertanda bahwa kita sedang “DISAPA” oleh Allah.

Bahwa Allah ingin kita kembali ke jalan yang lurus, jalan yang di KehendakiNya, bukan jalan yang dilarangNya. Jika kita sampai ditegur, pasti kita telah “MELENCENG” dari jalanNya.  Dimanakah letak laku kita yang melenceng ? Hanya kita dan Allah Yang Tahu. Jika kita belum atau tidak tahu, mohon bimbinganNya, agar kita segera mengetahuinya. Dan itu sangat penting. Ibarat komputer error, hanya ahli komputer atau ahli mekanik komputerlah yang tahu dimanakah yang error ? apakah programnya ataukah perangkatnya ? Hanya kedua ahli itulah yang bisa mengetahui dan menservice komputer agar tidak error kembali.

Manusia juga begitu. Banyak sekali ketidaktahuannya. Sehingga banyak sekali sering errornya. Manusia diciptakan oleh Allah. Jika kita ingin tak banyak mengalami error dalam hidup, ya mendekatlah kepada Allah yang menciptakan kita. Segala rahasia hidup kita yang kita tidak tahu, ada dalam genggaman Allah. Jika kita ingin mengintipnya bahkan mengetahuinya, lebih dekatlah kepada Allah. Maka segala rahasia kita akan dibukakan oleh Allah, baik dengan kita meminta ataupun tanpa kita pinta. Karena Allah Maha Berkehendak.

Jika kita selalu bersyukur dalam segala keadaan kita, maka Allah akan Ridho. Jika Allah sudah Ridho, maka akan mengalir banyak kemudahan, banyak bimbingan, banyak perlindungan, banyak ilmu. Dan semuanya yang tak pernah kita duga dan sangka-sangka...Semuanya membuat kita takjub akan KebesaranNya, akan KemurahanNya, akan PerhatianNya, akan Kasih SayangNya..Ya Sangat Takjub !

Bagaimana kita belajar tidak sombong.


Sakit maag yang sudah kronis, apalagi gerd yang telah parah, yang sudah tak bisa ngapa-ngapain, bisanya hanya telentang ditempat tidur, memberi kita kesempatan belajar untuk tidak sombong.

Bagaimana mau sombong ? Segala keperluan kita harus tergantung kepada orang lain. Saat inilah Allah mendidik kita meninggalkan segala kesombongan kita. Kita yang dulu congkak dan sombong. Mentang-mentang segalanya ada. Segalanya punya. Segalanya bisa. Lalu berlaku sewenang-wenang kepada semua orang. Kita pikir segalanya bisa kita beli dengan uang. Sehingga kita congkak dan sombong.

Pada saat kita hanya bisa terkapar ditempat tidur seperti sekarang ini, kita baru menyadari, bahwa kita tak bisa menggunakan uang untuk kepentingan apapun. Meskipun kita masih punya uang, jika kita masih tetap sombong, masih tetap angkuh kepada orang-orang disekeliling kita, maka dengan memberikan uang sebesar apapun tak akan ada orang yang senang dan ikhlas merawat kita.

Namun meskipun kita tak mempunyai uang banyak, jika kita menunjukkan sikap bersahabat, sikap menghargai, dan sikap berterimakasih kepada yang merawat kita, maka siapapun akan senang dan ikhlas merawat kita. Itulah hidup, harus saling menghargai dan menghormati karena kita butuh orang lain.

Bagaimana kita belajar tahu diri.


Ketika kita sakit, kita belajar bagaimana menjadi seseorang yang tahu diri. Ialah bisa menempatkan diri. Bahwa kita butuh orang lain. Butuh bantuan tenaganya. Butuh bantuan pemikirannya. Butuh bantuan orang lain untuk merawat diri kita. Ternyata kita ini bukan orang yang super power. Yang segalanya bisa sendiri. Bisa juga jatuh sakit meskipun banyak uang. Bisa juga tak mampu memerintah orang lain meskipun kita mampu membayar. Dalam hidup ini, adakalanya kita tak mampu apa-apa dengan segala keberadaan kita. Itulah uniknya hidup. Seringkali benar-benar menjadi tak berdaya !

Bagaimana kita belajar rendah hati.


Sakit mau tidak mau memberikan kepada kita bagaimana belajar menjadi rendah hati. Meskipun kita berpangkat dan berkedudukan tinggi, jika kita congkak dan sombong tentu menjadikan orang-orang yang merawat kita malas dan tak suka merawat kita sakit, meskipun kita mampu membayar atau memberi kepada mereka banyak uang. Mereka lebih senang dan ikhlas merawat orang-orang yang baik, yang penyabar, yang tak sombong, meskipun mereka hanya diberi imbalan yang sedikit, daripada merawat kita yang meremehkan mereka-mereka. Mentang-metang kita kaya dan mempunyai semuanya.

Bagaimana kita belajar lemah lembut.


Jika sebelum kita sakit perangai kita kasar, suka membentak-bentak, maka ketika kita sakit kita terpaksa belajar bagaimana kita harus lemah lembut. Sebab jika kita kasar kepada sekeliling kita, maka kita akan rugi sendiri, karena tak akan ada seorangpun yang senang membantu kita. Entah untuk memasak makanan spesial sakit maag. Entah untuk membelikan obat. Entah untuk mengantar ke Rumah Sakit. Entah untuk sekedar memijit kaki kita yang sering pegal linu. Entah sekedar kita ajak mengobrol untuk membuang kejenuhan kita. Pokoknya untuk segala keperluan ketika kita sedang sakit.

Oke demikian dulu teman, soal Maag Dan Gerd Adalah Penyakit Yang Multikompleks. Semoga bisa menambah wawasan kalian untuk kedepannya. Lebih waspada dan hati-hati terhadap penyakit maag yang akan membuat kalian hidupnya menderita.
 
Terima kasih atas kunjungan di Blog ini. Semoga kebaikan Anda mendapat balasan yang luas dari Allah SWT. Aamiin Yaa Robbal'alamiin.

Insha Allah bersambung ke Artikel Bagian – 2 nya. Silahkan BUKA DISINI ! Semoga Rahmat Allah SWT. menaungi kita semua. Amiin Ya Rabbal’alamiin.

Alhamdulillahirabbil’alamiin.

Purworejo, 29 April 2016.

Salam Perjuangan,
Niniek SS

Berobatlah Kepada Allah Sang Penyembuh

Bismillahirrahmanirrahiim...

Allah Yang Maha Besar dengan seluruh KuasaNya. Maha Suci dengan seluruh Sifat serta AsmaNya. Maha Benar dengan seluruh hukumNya. Maha Lembut dengan setiap kasih sayangNya. Maha Sempurna dengan seluruh CiptaanNya. Maha Rahasia dengan seluruh KehendakNya. Maha Tinggi dengan Seluruh KeberadaanNya. Maha Indah Setiap CintaNya..Maha Tak Terduga KaruniaNya...Allah...Allah...Allah...Puji Dan Syukur hanya BagiMu yang menguasai seluruh yang ada baik yang nyata maupun yang gaib..Subhanallah..

Muhammad Rasulullah SAW..Nabi yang ummi..Nabi yang luhur budi..Nabi teladan segala kedermawanan. Teladan segala kerendahan hati. Teladan segala kezuhudan. Teladan segala kesucian. Teladan tekad dan perjuangan. Teladan pencapaian misi dan visi. Teladan ketaatan. Teladan cinta dan kasih sayang. Teladan kepatuhan dan ketaatan. Teladan keadilan. Teladan perlindungan. Teladan kejujuran. Teladan kesetiaan. Teladan segala kebaikan tiada tara bandingannya. Allah Hu Akbar...

Shalawat serta salam yang seagung-agungnya kepada Baginda. Semoga syafaatnya terlimpah kepada keluarga, sahabat, serta kita semua pengikut jalannya, yang setia, sampai akhir jaman. Aamiin Ya Rabbal’alamiin.

Saudara-saudaraku pembaca blog solusi sakit maag, yang dirahmati oleh Allah SWT...

Marilah sejenak kita merenungi perihal sakit kita, agar Allah Ridho terhadap penderitaan kita. Sakit benar-benar suatu kasih sayang Allah kepada kita. Namun banyak kita yang tak menyadarinya.

Surga jannah sengaja dibuat oleh Allah SWT. untuk kita semua yang mau tunduk dan patuh kepada kehendakNya, yang ada dalam Islam Rahmatan Lil Alamiin. Apapun itu ! Allah takdirkan manusia hidup didunia untuk mengujinya, apakah ia layak menempati surga yang dibawahnya mengalir sungai susu, yang tak pernah terbayangkan oleh pikiran, yang tak pernah terlihat oleh mata, bagaimana keindahannya.

Dunia adalah tempat pencucian. Dengan segala bentuknya. Baik dengan kesusahan maupun dengan kesenangan. Dengan kesehatan maupun dengan sakit. Dengan kebahagiaan maupun dengan penderitaan. Kita pikir semua itu berbeda ? Sama ! Sakit dan sehat itu adalah sama, jika kita mengerti hakekatnya. Sakit jika kita mengerti bersyukur itu adalah kebahagiaan. Sehat jika tak mengerti bersyukur itu adalah penderitaan. 

Hidup hanya ada dua pilihan : Suci atau ketaatan kepada Allah SWT. hadiahnya adalah surga. Dan pendosa atau pembangkang kepada Allah SWT. hadiahnya adalah neraka.

Yang dimaksud suci disini adalah patuh dan taat kepada kehendakNya. Ciri-ciri kesucian adalah : baik hati, selalu berpikir positif tidak berburuk sangka, selalu bersyukur dalam setiap kondisi, selalu penuh harapan dalam hidup, selalu semangat dalam berusaha, tidak patah semangat, tidak putus asa, tidak malas, taat beribadah, rajin bekerja, rajin menolong orang, tahu setiap adab, baik adab kepada Allah, adab kepada Rasulullah SAW, adab kepada Guru-Guru baik Guru Ruhani maupun Guru ilmu dunia, adab kepada orang tua maupun kepada yang lebih tua, adab kepada tetangga dan handai taulan, adab kepada saudara, adab kepada anak, adab kepada yang gaib, dan semua perangai kebaikan yang lain.

Dan sebaliknya, pembangkangan kepada Allah SWT. atau kekotoran akhlak adalah hal-hal yang bertentangan dengan kehendak Allah SWT, segala hal yang dilarangNya. Seperti : Sombong, egois, tinggi hati, riak, kekasaran, keangkuhan, putus asa, berzina, malas beribadah, malas bekerja, bohong, mencuri atau mengambil hak orang lain, tidak amanah, tidak tepat janji tanpa alasan, kehilangan harapan, jauh dari rasa kasih sayang, tidak mengenal segala adab, jauh dari sikap kasih sayang, menghina orang lain, mabuk-mabukan, merasa paling kaya, paling pinter, paling dermawan, dan sikap-sikap lain yang jauh dari perintah Allah SWT.

Sakit adalah bagian dari bentuk kasih sayang Allah. Allah melihat ada noda yang pernah kita lakukan dimasa lalu dimana Allah merasa perlu untuk mencuci noda yang ada dalam diri kita agar bersih, agar suci kembali seperti ketika kita dilahirkan kedunia ini. Sehingga ketika kelak Allah memanggil kita, kita sudah dalam keadaan suci lahir batin kita dengan nafsu yang mutmainah. Jiwa yang tenang, jiwa yang "selalu menghamba” kepada Allah ketika didunia dan kelak di akherat nanti.

Di dunialah tempat perguruan, tempat menimba ilmu, tempat pembelajaran, tempat penempaan diri, dan di akherat kita tinggal menunggu hasilnya dengan raport prestasi yang nilai-nilainya telah kita ukir didunia sekarang ini.

Jika raport telah dibagikan ketika kita telah meninggal, maka nilainya yang buruk tak akan bisa diubah lagi menjadi nilai yang baik. Yang merah ya tetap merah, dan yang bernilai biru ya akan tetap bernilai biru. Dan pemberi nilai adalah Allah sendiri. Sejatinya Guru Sejati kita ya Allah sendiri.

Jika kita ingin mengubah nilai merah menjadi biru, atau nilai yang kurang menjadi nilai yang baik, maka sekaranglah saatnya ! bukan esok atau lusa ! Karena kita tidak tahu kapan ajal kita datang menjemput ! Sesaat lagi ? Nanti ? Besuk atau lusa ? Jadi, betapa teramat berharganya waktu, untuk bertaubat, meskipun beberapa menit, sebelum saat sakaratulmaut tiba. Sebab ketika saat sakaratul maut tiba, pintu taubat sudah tertutup.

Apalagi jika kita masih diberi waktu, bukan semenit atau dua menit, bukan sehari atau dua hari, bahkan bukan hanya sebulan atau 2 bulan namun bertahun tahun ? Tidakkah kalian mengisi hari-hari ini dengan pertaubatan ? Taubat nasuha dimana kalian sungguh-sungguh telah menyesali dosa kalian dan tak akan mengulanginya kembali ? 

Pintu taubat dibuka selebar-lebarnya oleh Allah, untuk kita para pendosa. Meskipun dosa kita sebesar gunung, seluas samodera, dan sehitam jelaga, besar dan luasnya ampunan Allah masih melebihi semua dosa manusia seluruh dunia. Akan tetapi dosa kita akan DiampuniNya atau tidak, tergantung sejauh mana kita sungguh-sungguh memohon ampunanNya. Dan itu adalah hak Allah. 

Memohonlah ampunan kepada Allah layaknya seorang pencuri yang tertangkap basah, mengakui kesalahannya, memohon ampunan, lalu menyerahkan diri kepada hukuman yang hendak diberikannya untuknya. Jadi IKHLAS dalam memohon ampunan. Insha Allah, Allah tak akan tega kepada kita para pendosa yang mau bertaubat dengan segala kesungguhan.

Kita sering menunda-nunda kebaikan, pasti karena kita belum tahu hakekat hidup, dimana mati adalah rahasia. Hanya bagi orang-orang yang diberi petunjuklah yang tahu kapan saat kematiannya tiba. 

Berobatlah kepada Allah Sang Penyembuh.

Secara fisik atau tata dhohir, kita berobat banyak ragamnya, kepada dokter, mantri, bidan, kepada para terapis bahkan kepada paranormal. Namun hakekatnya hanya kepada Allahlah kita berobat, karena Allahlah Sang Penyembuh.

Sakit adalah pemberian Allah yang sungguh indah. Ketika kita diberi sakit, sebenarnya ketika itulah kita ditegur secara langsung oleh Allah. Allah sedang mengajak berdialog dengan kita. Allah sedang mengajak kita untuk meneliti diri kita sendiri, yang manakah dari hidup kita yang tak berkenan di Hadlirat Allah SWT ?

Apakah pikiran kita yang dipimpin oleh ego kita sehingga nafsu kita yang berbicara ? Adanya hanya keserakahan. Kemunafikan. Ketidakjujuran. Angkara murka. Kesombongan. Keangkuhan. Lalai kepada Allah. Jauh dari bersyukur.
Jauh dari sifat-sifat yang diteladankan oleh Rasulullah SAW ? Yaitu mengutamakan Allah diatas kepentingan yang lain. Tawadhuk atau rendah hati. Sopan santun. Dermawan. Penuh dengan kesucian perilaku. Penuh kebaikan. Bekerja keras dan cerdas. Penuh dengan kejujuran. Tidak mau memakan hak orang lain. Dan beribu teladan kebaikan yang tak bisa satu persatu saya sebutkan disini.

Itu baru dari sisi pikiran.

Dari perilaku kita. Manakah yang membuat Allah tak berkenan ?  Mungkin kita : Malas beribadah. Malas ke masjid dengan seribu alasan. Malas bersilaturahmi. Pelit untuk bersedekah. Tidak hormat dan berbakti kepada orang tua. Tidak sayang anak dan isteri. Suka berzina. Yang laki-laki suka main perempuan, yang perempuan suka selingkuh. Pemboros, berfoya-foya, menghabiskan uang untuk sesuatu yang tak manfaat. Pemarah kepada siapapun. Sering memaki sering membentak. Malas membaca Al Qur’an. Malas pergi mengaji. Daripada mengaji lebih baik main game atau smsan dengan teman. Atau ngerumpi ketetangga yang sama-sama senang ngerumpi. Yang semuanya jauh dari keteladanan Rasulullah SAW.

Dari sisi pola makan :
  • Mungkin kita tak pernah menjalankan puasa Ramadhan, boro-boro puasa sunnah Senin Kamis, padahal kita sudah baligh. 
  • Mungkin kita gembul makan mentang-mentang banyak duit, tak ingat tetangga disebelah yang tak bisa makan kenyang setiap harinya karena fakirnya, padahal anaknya banyak. 
  • Mungkin kita tetap terus makan meskipun perut sudah kekenyangan. Bukankah nasehat Rasulullah SAW : Makanlah ketika lapar dan berhentilah sebelum kenang ? 
  • Mungkin kita makan makanan yang kita cari dengan cara yang tidak halal. Mencuri, korupsi, atau menipu orang meskipun caranya halus ? Bahkan dilihat dari zatnya juga tidak halal, seperti daging kodok, abon ular, dan lain-lain. -Mungkin setiap makan kita lupa berdoa, dan sesudah makan lupa mengucap syukur ?
  • Mungkin kita kurang minum air putih yang alami ? Sebab perut kita sudah kenyang dengan minuman instan yang kita minum sepanjang hari karena kita banyak duit ? Fanta, Coca-cola, extra joss atau softdrink yang lain yang kita tidak menyadarinya bahwa minuman-minuman itu dalam jangka panjang akan menimbulkan residu bagi ginjal kita karena mengandung pengawet minuman ?
Dari pola istirahat : Setiap hari kita melakukan aktifitas sehingga lupa waktu. Lupa makan lupa istirahat. Padahal tubuh mempunyai haknya untuk makan dan untuk istirahat. Pikiran juga butuh istirahat, dengan refreshing atau dengan melakukan aktifitas yang menyenangkan dan membahagiakan jiwa. Kita hanya pergi ke discotik dan lupa mendengarkan alunan ayat-ayat suci Al Qur’an.

Kita hanya bekerja..bekerja..dan bekerja hingga lupa segala-galanya. Lupa ibadah lupa makan dan lupa tidur. Yang ada dalam benak hanya uang..uang..dan uang saja ! Inilah yang membuat Allah tidak berkenan. Hidup kita tidak seimbang. Padahal ketidak seimbangan dalam segala hal selalu akan menciptakan kekacauan.

Ketidak seimbangan rumah tangga, misal suami setengah mati bekerja keras, namun isteri hanya malas-malasan dirumah, tidak mau ngurus rumah tangga, kerjanya hanya menggosip dan ngerumpi ke tetangga, boros membelanjakan uangnya. Uang pemberian suami hanya habis untuk beli jilbab dan baju-baju, keperluan sekolah anaknya tak dipentingkan. Tentu akan menimbulkan kekacauan dalam rumah tangga. Suami marah, anak berang karena bayar sekolahnya telat-telat terus, tidak ada keberkahan dalam rumah tangga.

Yang dijilbabi hanya fisiknya. Namun hatinya ditelantarkan. Tidak taat dan cinta kepada Allah SWT. Ciri-ciri wanita yang tidak taat dan cinta kepada Allah serta Rasulullah SAW. adalah juga tidak tunduk dan patuh kepada suaminya. Dengan alasan suaminya pemabok, penjudi, juga tidak taat kepada Allah.

Oh ya, tengoklah pula tentang diri kita. Apakah kita sudah menjadi isteri yang tunduk dan patuh kepada suami kita sebagaimana perintah Allah ?

“Halah bu Niniek, gimana saya mau tunduk dan patuh pada suami ? Lha wong saya banting tulang bantu dia untuk mencukupi rumah tangga, suami saya enak aja nganggur-nganggur dirumah, malas, tak mau bantu-bantu kerjaan rumah, boro-boro mau kerja cari nafkah. Ngrokoknya...ngopinya...kalau tak diadain marah-marah”...begitu salah satu curhat dari teman tentang perilaku suaminya yang pemalas.

Lalu ada lagi yang lain :”Gimana saya bisa tunduk dan patuh kepada suami saya to bu Niniek, saya benar atau salah tiap hari kerjanya marah-marah melulu. Tak pernah mau sholat boro-boro pergi jama’ah ke masjid. Ya Allah..sedih sekali saya bu Niniek mikirin suami saya, gimana saya mau sembuh ?”

Ini nih, curhat teman yang lain lagi :”Bu Niniek, saya banyak dosanya bund...sulit sekali saya bisa tunduk dan patuh kepada suami saya. Lha gimana ? wong dia suka main perempuan...tiap malam jarang dirumah, kalau pulang pagi hari langsung tidur seharian, bangun-bangun kerjanya marah-marah, gimana ya bund ? Gimana lambung saya mau sembuh bund, tiap hari nahan ati !”

Banyak sekali curhat para teman, yang intinya sangat sedih dan prihatin memikirkan tabiat suaminya yang buruk. Pemarah, pemalas, suka main perempuan, sama sekali tidak perhatian kepada isterinya yang sedang menderita sakit maag dan butuh perhatian serta pertolongan dari suaminya.

Allah tidak memerintahkan kita para isteri untuk tunduk dan patuh hanya kepada suami-suami yang baik hati, yang rajin bekerja, yang sayang kepada isterinya. Allah hanya memerintahkan agar para wanita “tunduk dan patuh kepada suaminya”, tidak dengan embel-embel suami yang baik, suami yang rajin bekerja, atau suami yang penyayang kepada isterinya. Berat memang. Namun ya inilah kehendak Allah. Perintah Allah. Dan tantangan bagi para isteri, jika memang ingin memperoleh tiket untuk ke surga. Ini hanyalah salah satu jalan yang bisa dicapai. Untuk menuju surga jannah.

Adakah diantara kita yang belum pernah tahu kisah Asiyah binti Muzahim ? Isteri Fir’aun Raja Mesir yang membangkang kepada Allah ? Namun isterinya, Aisyah dimasukkan oleh Allah SWT, kedalam deretan ahli surga sesudah Khadijjah isteri Rasulullah SAW, Fathimah putri Rasulullah SAW, dan Maryam ibu dari Nabi Isa AS ?

Saking tunduk dan patuhnya Aisyah kepada suaminya Fir’aun, sampai-sampai menurut sebuah riwayat, konon Aisyah selalu menyiapkan cambuk yang digantungkannya didinding. Cambuk itu disiapkannya untuk dipergunakan oleh suaminya, Fir’aun jika dirinya bersalah. Subhanallah. Ia tahu dan sangat sedih menyadari suaminya, Fir’aun selalu membangkang kepada perintah Allah. Namun Aisyah, sangat patuh dan tunduk kepada suaminya Fir’aun karena “sangat takutnya” kepada perintah Allah, bahwa isteri harus tunduk dan patuh kepada suaminya.

Inilah cermin yang patut kita renungkan. Apakah sakit kita karena kita selalu membangkang kepada suami, tidak mau menghormati dan menghargai suami kita ? Mentang-mentang dulu, gaji kita lebih gede dari suami ? Mentang mentang ketika kita menikah kondisi kita lebih kaya dari suami ? Mentang-mentang kita segalanya lebih bisa dari suami ? jabatan atau status kita lebih tinggi dari suami kita ?

Maksud saya Berobatlah Kepada Allah Sang Penyembuh adalah, kita boleh berobat kemana saja dijalan Allah, namun yang paling mendasar adalah, interospeksi diri, berkaca kepada apa yang telah kita lakukan sebelum ini. Apakah sudah berada dijalan Allah, apakah masih banyak penyimpangan-penyimpangan yang kita lakukan, kita sadari atau tidak kita sadari ?

Jika ini semua sudah kita ketemukan, kita taubati secara taubatan nasuha, insha Allah kesembuhan mudah-mudahan sudah dekat dengan kita.

Soal hormon. Ketidak seimbangan hormon dalam tubuh, juga akan mengakibatkan timbulnya berbagai macam penyakit. Ketidak seimbangan hormon ini bisa karena pola makan yang ceroboh tidak teratur waktu makannya, menu makan yang ceroboh asal bisa beli dan bisa masak saja tanpa mempertimbangkan segi kesehatan. Banyak santan, terlalu pedas, terlalu manis atau terlalu asin, terlalu ekstrim bumbunya. Sering makan daging-dagingan jarang makan sayuran atau buah-buahan.

Bukankah ada haditz yang berbunyi :”Hendaklah engkau jangan berlebih-lebihan ?”. Segala sesuatu hendaklah wajar-wajar saja..Makan secukupnya. Berpakaian juga secukupnya. Berbicara juga secukupnya. Berperilaku juga secukupnya. Demikian juga soal makan. Maka jika semuanya secukupnya insha Allah, hidup kita akan aman, akan tentram, dan akan damai. Sehat lahir dan batin kita.

Demikian share saya pada pagi ini. Semoga manfaat dan bisa menjadi jalan kesembuhan bagi kita sekalian. Amiin. Jika kalian ingin TIPS2 yang lain untuk sembuh, BACA INI dan YANG INI.

Alhamdulillahirabbil’alamiin.

Purworejo, 26 April 2016

Salam Bahagia,
Niniek SS

Soal Sakit Maag Dan Kesabaran

Bismillahirrahmanirrahiim,

Allah Yang Maha Besar. Yang Maha Agung. Maha Limpah KaruniaNya. Maha Murah PemberianNya. Maha Lembut KasihNya. Yang Maha Tak Terduga KehendakNya. Dan segala Maha. Hanya Allahlah Yang Patut disembah dengan segala kemuliaan. Segala puji dan syukur hanya layak bagi Allah Yang Menciptakan Alam Semesta Raya dengan segala isinya.

Muhammad Rasulullah SAW. Nabi yang Agung makomnya. Pendahulu Akhlaqul Karimah. Teladan bagi umatnya. Nabi yang ummi. Nabi yang rendah hati. Nabi yang dermawan. Nabi yang lembut hati. Nabi yang keras tekadnya dalam menjunjung kebenaran. Nabi yang meneladani kesederhanaan hidup. Nabi yang disucikan. Nabi yang Allah beserta seluruh malaekat merasa perlu untuk berkirim shalawat kepadanya. Nabi bagi Umat yang beruntung. Nabi pembawa risalah Kitab Suci yang terakhir. Nabiku. Rasulku..Rasulku..Rasulku yang sangat kucintai..

Semoga syafaat Baginda Rasulullah SAW. selalu menaungi kehidupan kita Umat Islam, di dunia dan di akherat kelak. Amin Ya Rabbal’alamiin.

Pembaca Blog Solusi Sakit Maag Yang Budiman...

Banyak diantara kalian yang menghubungi saya mengatakan bahwa ikhtiyarnya sudah sampai mentok. Hingga kehabisan akal. Namun belum sembuh-sembuh juga. Hingga nyaris putus asa ! Loh bukan hanya kalian saja yang begitu !  Bu Niniek juga dulu begitu kok ! Sampai saya berprasangka, bahwa saya benar-benar sedang kemasukan siluman. Siluman yang membuat beribu keluhan muncul setiap saat berganti-ganti disana sini.

Sesakit-sakitnya maag, alhamdulillah masih mendingan. Namun kalau sudah menjalar ke GERD, asam lambung yang naik kemana-mana. Ya Allah...benar-benar siksaan dunia.

Paru paru telah kena jadi sering sesak nafas. Jantung kena irama detaknya jadi tak stabil. Detaknya seperti lonceng sekolah yang berdentang bertalu-talu membuat panik orang. Saya pikir saat ajal sudah tiba. Usus kena, jika  keram sakitnya minta ampun. Astaghfirullahaladziim..Belum lagi saban-saban kena tipes. Tipes yang bagi orang awam sangat ditakuti jika sampai terkena, bagi saya adalah hal biasa, mungkin karena sepanjang usus sudah iritasi karena terkena luberan asam lambung, sehingga gampang sekali saya terjangkit tipus...

Tenggorokan sudah kena, hingga sering radang, sakit untuk menelan, suara parau tak bisa bicara banyak. Jika tidur pasti seperti dicekik orang. Telinga sudah kena sehingga agak-agak budeg, kalau bicara tidak sambil melihat mulut si pembicara, tidak jelas maksudnya. Telinga sering berdenging dan terasa sakit seperti ada infeksi didalamnya.

Kepala juga pasti sudah kena, karena sering vertigo. Jika kepala sudah mutar, dunia serasa mau runtuh. Mata sakit dan mual luar biasa. Demikian juga jika migren sedang datang. Kepala sakit sebelah yang juga luar biasa sakitnya hingga rasanya ingin membenturkan kepala ditembok saking tak kuatnya. Jika kepala sudah sakit yang amat sangat, sampai bola mata rasanya mau copot keluar. Kalian pernah gak merasakan yang seperti itu ? Pusingnya agak mendingan jika kepala diikat dengan tali.

Belum sendawa yang tak berhenti-berhenti. Jika sendawa tak bisa keluar, dada terasa sakit seperti ada dinamit yang siap meledak dalam dada.

Jika gerd sudah menyerang daerah seputar dada, seluruh rongga dada ada hawa panas menjalar diseluruh area dada, rasanya seperti terbakar. Hal ini tak bisa diatasi dengan kipas angin atau mencari udara diluar rumah, karena ini proses yang terjadi didalam tubuh. Bagaimana kita tak akan panik ?

Lalu, lendir kental yang ngumpul disekitar tenggorokan, dihidung, yang bikin kliyengan dan hidung bumbet jika untuk bersujud. Jika kita menelan ludah, maka lendir kental yang nyangkut dipangkal hidung juga ikut tertelan. Masih ada lagi, telinga tiba-tiba menjadi tidak mendengar.  Otak sering blank. Tak bisa untuk mikir atau mengingat-ingat.

Dari pagi buta hingga malam gulita tiba, tak ada sesaatpun rasa enak dibadan. Seandainya rasa sakit itu bisa dilepas seperti jaket, ingin rasanya segera menanggalkannya !

Pikiran sudah tak bisa rational lagi. Karena rasa sakit luar biasa yang mendera !  Jika sedang seperti ini, kita kepikiran Allah kok tega banget ya ? Astaghfirullahaladziim. Padahal sebenarnya bukan seperti itu. Sakit adalah benar-benar peringatan Allah akan perbuatan kita. Agar kita menyadari semua dosa dan khilaf kita. Agar kita tak terjerumus kepada dosa serta kedzaliman yang lebih jauh. Kedzaliman yang kita lakukan baik kepada diri sendiri maupun kepada orang lain.

Allah menyediakan surga untuk kita semua yang mau taat dan patuh kepadaNya. Pada hakekatnya, Allah sangat menyayangi kita semua manusia. Allah ingin agar kita semua kelak tinggal di surga jannahNya. Jika ada diantara kita yang melanggar rambu-rambuNya, Allah akan sangat sedih, dan lalu segera memperingatkan kita.

Jika kita sering mendekat kepadaNya melalui tuntunan yang ada didalam Al Qur’an dan sunnah-sunnah Rasul, maka kita akan peka menangkap pesan-pesanNya. Yang Allah berikan kepada kita melalui kejadian sehari-hari.

Melalui makanan, melalui minuman keseharian kita, melalui peristiwa yang kita alami setiap hari. Atau melalui peristiwa yang dialami oleh orang lain.

Bahkan Allah selalu berdialog dan memberi pesan kepada kita setiap saat, bukan sekedar setiap waktu. Setiap saat !  Namun karena frekuensi dan dimensiNya terlalu tinggi dan teramat jauh bagi kita, maka kita “BEBAL” dalam menangkapnya. Bahkan peringatan yang SUPER KERASpun sering tak mampu kita tangkap. Alangkah sayangnya !

Jika kita mau patuh dan taat kepada Allah SWT. melalui kepatuhan dan ketaatan kita kepada tuntunan Rasulullah SAW. dengan tanpa reserve, dengan sepenuhnya, insha Allah, maka kita akan diberi KEPEKAAN oleh Allah untuk menangkap pesan-pesanNya, untuk menangkap KehendakNya, untuk menangkap BimbinganNya, untuk menangkap setiap apapun yang berasal dariNya.

Saya bisa menyampaikan seperti ini karena saya sudah belajar banyak dari “sakit panjang saya yang 18 tahun lamanya”. Mengapa saya bisa menjalani sakit maag kronis dan gerd parah yang demikian panjang bisa bertahan ? Dalam keterpurukan penderitaan yang sangat, saya ingat firman Allah yang bunyinya “Berdoalah dengan sabar dan sholat”.

Lalu, sejak saat mengenal Firman itu, setiap saya dalam kesulitan apapun, saya hanya berdoa, dengan sabar dan sholat. Sehari, dua hari, seminggu, dua minggu, sebulan, dua bulan, setahun, dua tahun, hingga 18 tahun saya TETAP MENGANDALKAN janji Allah yang tak pernah ingkar ! Dan sampai sekarangpun saya tetap menjunjung tinggi SABAR dan SHOLAT. Meskipun sabar dan sholat itu sendiri bisa saya laksanakan adalah atas karunia serta pertolongan Allah. Bukan atas kemampuan saya sendiri.

Ingat gak ketika saya pernah menyinggung dalam salah satu artikel saya disini ? Suatu hari, saya pernah mengalami dirumah hanya ada beras yang sekedar ditanak untuk sekali makan siang untuk saya, suami saya dan anak saya. Tak ada lagi sesuatupun dirumah. Uang tidak. Makanan juga tidak. Kecap, mie, telur juga tak ada dirumah. Pokoknya lagi bener-bener krisis saat itu.

Jam menunjukkan pukul 11.00 siang kalau tak salah inget. Dirumah hanya ada nasi dari beras yang saya tanak tadi. Tak ada sesuatupun untuk teman nasi. Krupuk barang sebiji juga lagi gak ada. Saya sediiiih banget. Putri saya mau makan sama apa sepulang sekolah nanti ? Jam 1 an siang ? Saya sudah habis akal dan habis pikir. Saking sudah tak bisa mikir lagi harus ikhtiyar bagaimana, saya lalu sholat hajat..eh lupa lagiii untuk berdoa..saya keburu sudah selesai sholat..sudah keluar dari kamar yang saya jadikan untuk musholla..

Saya lalu berdoa dengan sungguh-sungguh, merintih kepada Allah dilantai ruang tamu. Dengan dua tangan tengadah keatas. Doa saya sangatlah sederhana :”Ya Allah, dengan segala kerendahan hati saya mohon, berilah saya sayuran mentah untuk teman makan anak saya yang sebentar lagi pulang dari sekolah, Engkau Maha Kaya, Maha Kasih, Maha Memberi, Maha Mengabulkan doa, saya yaqin Engkau akan mengabulkan doa saya, terima kasih Ya Allah atas setiap kasih sayangMu”. Demikian antara lain doa yang saya panjatkan kepada Allah.

Sangat sederhana bukan ? Saya hanya minta sayuran mentah, bukan minta lauk yang enak-enak, ayam goreng kentucky atau sate ayam yang lezat untuk anak saya.

Subhanallah, Allah Maha Besar dengan segala KuasaNya ! Belum selesai saya mengucapkan doa saya, dan belum juga saya menangkupkan tangan saya yang tengadah, tiba-tiba dari luar pintu ruang tamu yang saat itu saya tutup, kedengaran salam. Salam dari tetangga yang sama-sama dhuafa. Doapun segera saya tutup untuk membalas salam tetangga tersebut.

Pak Santo namanya. Ditangannya ada sayuran sop-sopan mentah 2 bungkus. Saya bertanya-tanya dalam hati, ada keperluan apa ya Pak Santo datang ? Tumben kok bawa sayuran mentah segala ?

“Bu, ada yang aneh bu Nien. Aku kan tadi mau beli sop-sopan, lah aku kok belinya 2 bungkus. Sedangkan 1 bungkus saja buatku sudah cukup, aku baru nyadar setelah keluar dari warung, mau tak kembalikan yang satu gak enak, yo wislah buat Bu Nien aja. Sorry ya Bu, Cuma sayuran mentah ! tak ada yang lain" kata Pak Santo.

Mata saya berkaca-kaca, tenggorokan saya tercekat tak bisa berkata-kata. Meskipun hanya sekedar sebungkus sayuran mentah yang waktu itu berharga 500 perak, namun itu merupakan moment yang luar biasa bagi saya. Bentuk interaksi timbal balik antara saya dengan Allah. Saya berdoa, dan Allah menjawab.

Itulah cara yang selalu saya lakukan setiap saat dalam menghadapi setiap kesulitan. Berdoa sungguh-sungguh,dengan sabar dan sholat. Berdoa hanya apa yang kita butuhkan, secukupnya untuk saat itu. Sekali lagi hanya “apa yang kita butuhkan”, bukan apa yang kita inginkan. Untuk saat itu, bukan untuk saat yang lain. Karena saat lain belum tentu menjadi hak dalam hidup kita. Jika saya memohon untuk saat lain, saya khawatir doa saya akan mubadzir, karena saya tidak tahu apakah saat lain umur saya masih akan menempel di badan saya ?

Ternyata dalam penderitaan panjang saya, banyak kebahagiaan serta keindahan yang Allah tawarkan. Saya alhamdulillah sudah menangkap hal itu sejak awal. Janji bahwa orang yang sabar akan dikasihi oleh Allah. Itulah yang selalu saya pegang. Saya tidak melihat apapun penderitaan yang saya alami. Meskipun rasanya tak terperi.

Dari waktu ke waktu saya selalu berdoa, berdoa dan berdoa. Sabar...sabar dan sabar...Entah kapan berbuahnya, saya tak pernah pikirkan. Karena Allah lebih tahu saat yang paling tepat untuk menumbuhkan buah itu. Buah dari kesabaran.

Pertarungan Iman Ketika Didera Sakit

Jika kalian sakit masih sebulan, atau besarnya setahun, namun belum sembuh-sembuh. JANGAN MENGELUH...Berdoalah dengan sholat dan sabar. Agar kalian juga mendapatkan janji Allah seperti saya. Keindahan hidup dan kebahagiaan. Bukan hanya sekedar sembuh dari sakit ! Namun adalah keindahan hidup dan kebahagiaan !

Apa yang sebelumnya tak pernah kalian bayangkan, tak pernah kalian impikan, tak pernah kalian tuliskan dalam dream book atau buku impian kalian, insha Allah akan kalian alami. SUNGGUH !!!

Kalian ingin makan enak ? Makanan yang paling mahal dikota kalian ? Kalian bisa ! Kalian ingin mengajak saudara-saudara kuliner makan bareng rame-rame di rumah makan di kota kalian ? Insha Allah kalian akan bisa ! Jika kalian ingin memakai baju bagus sesuai yang kalian angan-angankan, sekali-sekali ? Kalian akan bisa membelinya !

Kalian ingin sedekah di masjid dengan nominal yang menurut penilaian orang kalian tak akan mampu mengeluarkan dari dompet kalian ? Kalian akan mampu ! Menurut penilaian orang, kalian paling-paling sedekah yang bisa kalian berikan untuk masjid paling banyak hanya 25.000, namun atas janji kesabaran yang akan Allah berikan kepada kalian, jangankan kok hanya 25.000 atau 50.000 ? 500.000 pun atau 1.000.000 pun untuk masjid kalian akan mampu. Bismillah ! Subhanallah..

Kalau kalian sekarang hanya mampu memberikan santunan 10.000 kepada anak yatim, maka buah kesabaran kalian, kelak kalian akan mampu memberikan santunan kepada anak yatim piatu bukan hanya 50.000 atau 100.000 tapi bahkan kalian dengan ringannya insha Allah akan mampu mengeluarkan 500.000 bahkan 1.000.000 sekalipun.

Ahaa... bu Niniek makin ngacau sekarang...Tidak teman...Semua adalah buah dari pengalaman.  Semua adalah titipan Allah bukan milik Bu Niniek. Yang namanya titipan, harus dijaga dengan sebaik-baiknya. Bu Ninikpun tidak bebas menggunakan titipan itu sekehendak Bu Niniek sendiri. Jika Bu Niniek ingin mengeluarkannya, Bu Niniek harus mohon ijin kepada pemiliknya, ialah Allah sendiri. Boleh tidaknya.

Sangka kalian Bu Niniek sudah bertimbun dengan harta ya ? Tidak teman. Namun hidup bu Niniek sekarang ini alhamdulillah sudah berada di zona aman dunia, meskipun Bu Niniek belum punya rumah sendiri, tak punya mobil apalagi deposito. Harta satu-satunya Bu Niniek adalah sepeda butut yang jika dijual tak laku 200.000 he he. Soal apakah bu Niniek sudah aman untuk zona akherat, hanya Allah sendirilah yang tahu, Bu Niniek serahkan sepenuhnya kepada Allah SWT. Yang penting Bu Niniek berusaha semaksimal mungkin menjalani ketaatan dan kepatuhan kepada Allah SWT. dan Rasulullah SAW. 

Bu Niniek tak pernah punya uang banyak. Sebab setiap hari dari penghasilan Bu Niniek online, selalu ada perintah Allah untuk mengeluarkan untuk ini dan itu. Bahkan Bu Niniek, untuk menyedekahkan Buku Panduan Rahasia Sembuh Sakit Maag Kronis kepada kalian yang tak mampu membelinya, Bu Niniek harus ijin dulu kepada Allah. Ini serius, bukan bercanda.

Jika kalian sekarang ini sedang sakit dan belum sembuh-sembuh. Jangan mengeluh. Jadikan sakit kalian sebagai jalan kalian meraih kebahagiaan di dunia maupun untuk akherat kalian. Bersabarlah. Bersabarlah. Dan bersabarlah. Bersyukurlah dengan sakit kalian. Allah sedang menyapa kalian. Sedang mengasihi kalian. Sedang ingin mengangkat derajat ruhani kalian kepada derajat yang lebih tinggi lagi. Sedang ingin membahagiakan dengan caraNya, bukan dengan cara kalian.

Ingat, jalan menuju surga itu sempit dan licin, sedang jalan menuju neraka itu lapang dan mulus. Kalian harus jeli mengamati, dan hati-hati dalam meniti. Semoga kalian sukses dalam meraih kebahagiaan, terutama keselamatan.

Saya akhiri demikian dulu. Ada yang protes. Bu niniek kalau nulis jangan panjang-panjang seperti kereta api. Ha ha..okelah Bu niniek nurut. Tak coba nulis gak panjang-panjang yaa ?

Alhamdulillahirabbil’alamiin...

Purworejo, 17 April 2016

Salam Tauhid
Niniek SS
Back To Top