Pilihan Artikel Hari ini
print this page
Posting terbaru

Gerd Adalah Sakit Yang Memeras Energi


Bismillahirrahmanirrahiim...

Sahabat Niniek SS yang belum sembuh...

Bagaimana kabarnya ? Ramadhan yang kita cintai telah berlalu..Apakah kalian bisa puasa ? Tentu ada yang bisa dan ada yang tak bisa puasa ya ? Bersyukurlah kalian yang tahun ini sudah bisa merasakan nikmatnya puasa, setelah bertahun tahun yang lalu lewat terus karena kalian masih sakit.

Saya sangat bersyukur, mendengar laporan kalian dari mana-mana, bahwa tahun ini kalian sudah bisa berpuasa Ramadhan lagi. Meskipun hanya bisa untuk beberapa hari. Ada yang bisa hingga 20 hari lalu maagnya kambuh. Ada yang lagi mencoba puasa 1 minggu, lambungnya tak kuat lagi untuk melanjutkan. Bahkan ada yang baru puasa 2 hari benar-benar tak kuat untuk puasa lagi.

Tak apa. Tapi ini sudah luaar biasa ! Bisa berpuasa kembali ! Berarti kalian telah mengalami kemajuan kesembuhan. Karena biasanya, yang maag kronis, boro-boro untuk puasa sehari full, jika sudah lapar lalu terlambat 3 menit saja menunggu siapnya makanan lambung sudah tak karuan rasanya. Mana yang perih kaya diiris – iris. Mana yang lalu lemas gemetaran, keringat dingin keluar, rasanya benar-benar kaya mau pingsan.

Mata saya bisa berkaca-kaca, bahkan air bening lalu mengaliri pipi saya, setiap kali membaca WA dari kalian, atau kalian telp langsung, atau sms :”Bund, alhamdulillah saya sudah bisa puasa Bunda. Alhamdulillah sudah berjalan 7 hari. Siang seharian sih tak apa-apa sama sekali Bund. Tapi masya Allah Bund...begitu minum tegukan pertama saat berbuka, rasanya tak karuan Bund, kaya mau pingsan..Padahal saya sudah turuti anjuran Bunda untuk minum air madu yang hangat kuku sedikit demi sedikit, teguk demi teguk...eh ternyata masih tak karuan juga ya Bund rasa tubuh ketika berbuka ?..”

Lalu lanjut kalian :”Saya langsung tiduran Bund karena tak kuat menahan rasa tubuh yang lemas, gemetar tak karuan. Namun subhanallah, rasa tak karuan itu hanya sebentar banget, tak ada 5 menit. Saya lalu bangun, makan agar-agar yang saya buat dengan sedikit gula. Satu atau dua potong..lalu buru-buru sholat maghrib perlahan-lahan...Setelah itu saya baru makan nasi lembek 1 centong tak penuh, dengan potongan besar labu siam yang direbus, serta 1 butir telur ayam kampung yang direbus setengah matang seperti nasehat Bunda..

Alhamdulillah, hari pertama saya bisa puasa dengan selamat. Dan hari-hari berikutnya, alhamdulillah saya terus berusaha untuk puasa lagi, dan puasa lagi, meski jika berbuka harus berjuang menahan rasa lemas dan perih uluhati...Hanya sayang, saya belum bisa ikut sholat taraweh berjamaah di masjid Bund, karena sholatnya cepat sekali, jantung saya masih sering berdebar kencang, sehingga saya sering panik, tak bisa konsentrasi.Ya sudahlah saya taraweh sendiri dirumah, pelan pelan Bund he he..”. Kalian seperti anak kecil melaporkan kegiatan kalian puasa Ramadhan. Subhanallah. Allah Hu Akbar.

Jika sedang seperti ini, sepertinya saya melihat wajah Allah tersenyum, menyaksikan rasa syukur saya, dan kebahagiaan yang membuncah dihati teman-teman maag yang sudah bisa berpuasa Ramadhan lagi. Tiada kebahagiaan yang lebih besar, daripada melihat kenyataan bahwa perjuangan kita menggapai sebuah kebaikan diridhoi oleh Allah SWT.

GERD Adalah Sakit Yang Memeras Energi...

Benar kan ? Siapa bilang sakit maag kronis atau Gerd adalah sakit yang sepele ? 

Itu mah benar, kalau lagi awal-awalnya. Itu loh, pas mual dan pusing doang. Pas pusing dan kaya masuk angin. Pas malas makan. Gak ada nafsu makan. Nah itu sih belom ada apa-apanya Broo !

Ini nih penderitaan yang sebenarnya, bikin pusing tujuh keliling. Menghabiskan uang. Menghabiskan energi dan perhatian. Menghabiskan waktu untuk berupaya mencari kesembuhan.

-    Menghabiskan energi untuk merasakan rasa sakit

Awalnya sih hanya perut perih jika telat makan...Nanti setelah makan, beres sudah problemnya. Tenang lagi perutnya. Eh lama-lama kok timbul begah, nyesek diuluhati, sering sendawa? Nah ini nih, awal penderitaan.

Kalau sudah begini biasanya akan menjadi langganan dokter, bolak-balik ke dokter, hingga berbulan-bulan tak kunjung sembuh juga. Bahkan sekarang jantung sering berdebar kencang. Malam susah tidur. Nafas sesak.

Kemarin-kemarin masih bisa ngantor atau masuk kerja. Hari ini badan kok mulai gak enak betul. Badan kalau dipegang biasa saja, tapi dada dan perut rasanya panas seperti terbakar.  Terkadang badan dipegang hanya anget, tapi tubuh menggigil kedinginan hingga perlu diselimutin..

Mulai deh makan ini salah, makan itu salah. Minum ini lambung perih, minum itu perut kembung. Hingga takut mau makan atau minum apa saja ! Bagaimana dong kalau sudah begini ?

Awalnya, masih bisa berangkat ngantor, tapi tengah hari terpaksa ijin pulang karena tak kuat lagi. Badan lemas, gemetar, keluar keringat dingin seperti mau pingsan, mata berkunang-kunang, Ya Allah kenapa ini ?

Sudah berobat kemana-mana. Ke berbagai dokter, tapi tak juga ada perkembangan. Bahkan sudah 3 x dirawat inap, dokter hanya mengatakan :”Asam lambung bapak tinggi, gak apa-apa pak, nanti minum obat juga sembuh. Hindari makan pedas dan berminyak ya ?”
Hanya itu yang dikatakan dokter, tak ada embel-embel lain.

Sekarang tak bisa masuk kantor lagi. Bahkan sudah berulang kali tak bisa ngantor. Boro-boro ngantor. Bangun dari tempat tidur saja rasanya berat sekali. Menahan lambung sakit, badan sempoyongan untuk berdiri. Kepala sangat berat dan kliyengan gak ketulungan !

Energi untuk merasakan sakit, jika sudah parah sangat terkuras..

Bayangkan dari ujung kaki hingga ubun-ubun kesakitan semua. Meskipun munculnya tidak bareng-bareng, bergantian, namun bertubi-tubi. Belum selesai kita mencerna ini keluhan apa, sudah muncul keluhan lain yang berbeda tempat dan rasanya..

Itulah makanya, kita sering menjadi buruk sangka, “Apakah saya kena guna-guna orang ? Lalu siapa ? Mengapa ?”. Pikiran kita jadi muter-muter tak berujung pangkal. Sangat membuat tubuh kian dropp. Dan keluhanpun makin banyak yang muncul.

-    Menghabiskan energi untuk memikirkan kesembuhan

Berbagai upaya kesembuhan sudah dilakukan. Dokter sudah ganti berpindah pindah. Shinsei sudah. Berbagai herbal canggih sudah. Rukyah sudah. Apapun nasehat orang sudah dijalani. Untuk minum ini minum itu, membuat ramuan ini membuat ramuan itu. Namun bukannya sembuh, malah rasanya sekarang muncul keluhan-keluhan lain yang sebelumnya tak pernah ada !

Lelah rasanya memikirkan upaya untuk kesembuhan. 

“Ya Allah...kemana lagi hamba harus berikhtiyar ? Berikanlah petunjuk kepada hamba. Ampunilah dosa hamba yang menyebabkan Engkau berikan sakit ini Ya Allah...” Begitulah saban-saban kita merintih kepada Allah SWT...

Namun sejatinya kalian tak benar-benar berupaya untuk memohon petunjuk. Kalian sangat tahu, bahwa mungkin kalian punya dosa kepada orangtua atau mertua, kepada suami atau isteri kalian, kepada anak-anak kalian, mungkin juga kepada adik atau kakak kalian, bahkan mungkin juga dosa kepada tetangga dan sanak famili kalian.

Tetapi kalian menutup hati kalian sendiri. “Ah untuk apa saya meminta maaf kepada mereka semua. Toh hal ini tak ada hubungannya dengan sakit yang saya alami. Dan jelas tak akan banyak menolong untuk kesembuhan saya. Lebih baik saya mencari uang untuk membeli obat yang paling bagus untuk sakit saya”. Begitulah mungkin cara berpikir kalian.

Jika kalian berpikir seperti itu sungguh sangat keliru..Mungkin suatu kali kalian pernah membentak ibu kalian, sehingga membuat luka dihati ibu kalian membekas dalam dan sangat sulit dihilangkan. Setiap beliau ingat kalian, yang teringat adalah luka hatinya ketika kalian bentak dulu kala, dan kalian sama sekali menganggap itu bukan suatu kesalahan besar, bukan suatu dosa kepada orang tua, dan kalian menganggap remeh hal itu, boro-boro meminta maaf kepada beliau, ibu kalian. Menyadari bahwa itu dosapun tidak !

Kesedihan yang menghunjam hati ibu kalian atas bentakan kalian dulu, setiap kali naik kelangit. Dan tanpa ibu kalian bermaksud mengadukannya kepada Allah, malaekat yang setiap saat nganglang jagad ( menutari alam semesta ) mendengar rintihan hati ibu kalian, dan menyampaikannya kepada Allah SWT. Apakah kalian tahu ?

Lalu, mungkin suatu saat pernah, adik kalian mau pinjam uang untuk bayar daftar ulang anaknya yang sekolah di SMA. Ini sangat darurat. Ia sudah mencari kemana-mana namun nihil hasilnya..Waktu sudah sangat mepet, sedangkan dirumahnya sama sekali tak ada barang berharga yang bisa dijualnya..Tiba-tiba ia ingat kepada kalian, kakaknya yang sangat berada. Tak mungkin rasanya kalian tak punya uang sekedar membantu pinjaman untuk daftar ulang anaknya yang hanya 2 juta.

Namun betapa kecewanya adik kalian, ketika dengan entengnya kalian berkilah :”Aku ada uang, tapi maaf aku juga ada keperluan lain yang harus aku tutup segera, cari yang lain saja ya dik ?”...Padahal, sejatinya, saat itu, kalian baru saja mendapat keuntungan penjualan tanah kalian berapa puluh juta rupiah...

Adik kalian menangis, sedih, hingga mengeluh..: “Ya Allah,  Ampunilah dosa hamba yang menyebabkan saya mengalami kesulitan ini. Tolonglah anak hamba Ya Allah..untuk keperluan daftar ulang..hamba yakin Engkau akan menolong hamba dengan cara yang Engkau Kehendaki..aamiin”..

Benar juga, Rupanya Allah tak tega untuk membiarkan hambanya yang saleh itu bersedih. Tak berapa lama sesudah adik kalian pulang dari rumah kalian dengan tangan hampa, datanglah teman lamanya yang kini telah sukses. Allah mengutus hambaNya yang lain untuk menolong adik kalian. Lama sekali mereka tak pernah bertemu. Ia bertanya kepada adik kalian :”Hai, ada apa, kok wajahmu mendung amat ?”...”Aah nggak apa-apa kok, aku lagi bingung aja, besuk pagi Andi anakku harus daftar ulang, eh sudah usaha kemana-mana belum ada juga” jawab adik kalian kepada temannya.

“Halah..sudah tak usah bingung, alhamdulillah, ini aku ada rejeki untuk sekedar membantu anakmu” kata teman adik kalian..sambil mengulurkan amplop yang berisi uang. “Sisanya biar untuk belanja isterimu, tak seberapa kok..”.

Adik kalian matanya berkaca-kaca, mulutnya bahkan tak mampu mengucapkan terima kasih kepada temannya. Tapi temannya sangat faham, air mata yang menggenang di pelupuk matanya lebih dari sekedar ucapan terima kasih kepadanya.

Saat itu adik kalian, ingat kepada kalian, dan terbersit dalam hatinya :”Ya Allah, mengapa kakak saya tidak mempunyai hati seperti temanku ini ?”...

Tahukah kalian, bahwa ketika hatinya menyebut asma Allah dengan kesedihan yang luar biasa, doa itu akan naik kelangit, dan disampaikan oleh para malaekat yang mengetahuinya. Dan kebakhilan kalian akan menjadi catatan buruk bagi kalian, yang akan berdampak dalam kehidupan kalian dimasa-masa yang akan datang.

Kini, harta kalian sudah menyusut secara perlahan, makin lama makin habis untuk berobat. Namun sakit kalian belum sembuh-sembuh juga. Siapakah sebenarnya yang bersalah dalam hal ini ? bukankah kalian sendiri ? Ketika kalian berlimpah dengan harta yang diberikan oleh Allah, kalian lupa, bahwa didalam harta kalian ada sebagian hak orang lain yang harus kalian keluarkan, termasuk hak adik kalian yang Allah titipkan kepada kalian. Adik kalian yang sedang sulit hidupnya. Namun mata hati kalian buta, dan telinga hati kalian tuli, sehingga kalian tak merasakan penderitaan orang-orang lain disekitar kalian, termasuk adik kalian. 

Kepada adik sendiri saja sikap kalian bakhil, apalagi kepada yang lain yang bukan sanak saudara kalian. Astaghfirullahaladziim...

Betapa besar energi yang terkuras untuk kalian memikirkan upaya kesembuhan ini. Oleh karena itu bertaubatlah. Bukan sekedar membuang uang untuk membeli obat !

-    Menghabiskan energi untuk mencari biaya pengobatan

Bagi yang mampu, biaya pengobatan tak menjadi masalah. Meskipun begitu, untuk pengobatan maag kronis dan GERD tetap membutuhkan biaya besar. Karena sangat sulitnya sembuh, sehingga memerlukan waktu yang cukup lama untuk berobat. Tentu memerlukan biaya banyak yang tak terhitung. Bahkan bisa menghabiskan rumah, mobil, deposito serta harta berharga yang dimiliki namun belum kunjung sembuh juga.

Bagaimana dengan kalian yang tak mampu ? 

Penghasilan kalian hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari saja. Itupun pas-pasan, terkadang sering kurang ? Tentu ketambahan dengan sakit kalian yang belum sembuh juga kalian makin bingung memikirkan biayanya untuk berobat.

Kalian sudah berupaya dengan minum air kunyit. Yang mudah didapat dan murah harganya. Minum daun lidah buaya yang kebetulan tinggal ambil di pekarangan sebelah rumah sudah. Minum madu yang beli di warung Bi Inah sudah. Namun sepertinya penyakit ini masih krasan ngendon ditubuh. Bahkan kian hari bertambah parah rasanya. Energi kalian sudah terkuras untuk memikirkan biaya beli obat untuk kesembuhan kalian. Tapi belum juga kalian sembuh. Lalu apalagi yang harus dilakukan ?

Kalian semua lupa. Bahwa ada Allah Yang Maha Kaya. Yang Maha Dahsyat. Yang Maha Pengasih. Yang Maha Penyayang. Yang Maha Pengampun. Terutama Yang Maha Menyembuhkan !

Yang kalian pikirkan hanya obat dan obat saja. Kalian benar-benar lupa, bahwa Yang Maha Menyembuhkan adalah Allah SWT. saja. Tanpa RidhoNya, mana mungkin kalian akan sembuh, meskipun segala daya upaya sudah kalian lakukan terus menerus..hingga kalian lelah.

Kembalilah kalian untuk mengingat Allah, agar kalian lekas sembuh. Dan tak perlu putus asa, bahwa sakit kalian tak akan sembuh. Sebab yang menyembuhkan bukanlah dokter, obat, atau apapun. Yang menyembuhkan adalah Allah SWT. semata !

-    Menghabiskan energi untuk memikirkan perawatan

Jika kalian sakit tak sembuh-sembuh, apalagi gerd yang sudah kemana-mana, sudah tentu kalian tak bisa merawat diri sendiri. Kalian tentu butuh bantuan orang lain. Entah untuk memasak makanan. Entah mengantar kerumah sakit untuk periksa. Entah membelikan obat ke apotik. Entah untuk mengurus pekerjaan rumah. Dan berbagai kebutuhan yang tak mungkin bisa kalian lakukan sendiri. Hal ini tentu menguras energi kalian untuk memikirkannya. Untuk itu kalian harus pandai-pandai mengatur semuanya. 

Nah, tapi bagaimana dong, orang sakit maag kronis dan Gerd kan tak boleh mikir berat ? Benar. Makanya kalian harus percaya kepada suami atau isteri kalian, untuk menghandle atau menangani masalah ini, bukan kalian yang mikir sendiri. Oke ?

Agar semua pekerjaan beres, tidak membuat kesal orang lain, maka kalian harus menghormati serta menghargai kepada orang yang kalian mintai pertolongan. Jangan mentang-mentang kalian bisa memberikan uang, maka kalian bisa bersikap semau gue. Karena uang bukanlah segalanya. Tidak semuanya bisa kalian beli dengan uang. Sikap menghormati dan menghargai orang lain ini sangat penting kita lakukan ketika kita sedang sakit, karena kita sangat membutuhkan bantuan orang lain.

Karena jika sikap kita kasar, arogan, sombong dan mentang-mentang, maka mereka tak akan mau lagi membantu kita dengan senang hati.

-    Menghabiskan energi untuk mendengarkan cemoohan dan gunjingan orang.

Ketika kita sakit lama tak sembuh-sembuh. Tentu banyak timbul suara-suara minir dari segala penjuru. Terutama dari orang-orang yang terdekat dengan kita. Dari keluarga sendiri terkadang mereka melontarkan kata-kata yang tak enak didengar telinga :”Sakit kok tak sembuh-sembuh. Mbok berobat yang bener”  atau “Sakit lagi, sakit lagi kapan sehatnya sih ?”, “Lha wong kamu nih makan tak pernah bener. Semua dipantang, gimana mau sehat ?”, “Bangun, kerja, jangan malas, orang kok kerjanya malas2an, kapan dapet duit ? makan doyan kok kerja malas”. Dan masih banyak lagi lontaran kata-kata yang tak enak didengar telinga.

Belum lagi suara dikantor :”Enak pak, situ sakit, semua kerjaan saya yang ngerjain !”. “Mundur dini aja pak, daripada di PHK”, “Pak, mbok datang ke orang pintar, sakit kok lama gak ada sembuhnya, siapa tahu ada orang yang jahil ?”, “Pak, rehat dirumah aja dulu pak, daripada kerja gak fokus” Dan berbagai suara-suara minir ditelinga.

Kita harus sabar menerima perlakuan seperti itu dari orang-orang disekitar kita yang memang mereka tak tahu apa yang sejatinya kita rasakan.  Jangan sakit hati yah ?

-    Menghabiskan energi untuk memikirkan dampak yang ditimbulkan

Dampak yang ditimbulkan oleh sakit maag kronis dan GERD parah yang kita derita, sungguh sangat kompleksnya. Dari masalah ekonomi jelas menyebabkan tekornya ekonomi karena banyak anggaran tak terduga untuk berobat. Dari soal pekerjaan, bisa menyebabkan kena PHK. Dari soal hubungan keluarga menjadi kurang harmonis bahkan bisa berdampak pada perceraian karena pasangann kita sudah jenuh mengurus kita yang sakit tak sembuh-sembuh.

Dampak sosial menjadikan kita tak bisa melakukan kegiatan kemasyarakatan seperti biasa, sehingga menimbulkan kita terkucil karena disangkanya kita sekarang tak peduli lagi dengan kegiatan sosial. Dampak terhadap pendidikan juga berimbas. Terutama bagi putra putri kita yang menjadi terhambat  biayanya karena sakit kita. Pengawasan terhadap keberlangsungan pendidikan putra putri kitapun menjadi banyak gangguan karena sakit kita.

Pokoknya sakit yang satu ini, maag kronis atau asam lambung ( GERD ), bisa menjadikan kehidupan kita terbengkelai, kacau balau, terpuruk, dan sangat menguras energi kita.

Oleh karena itu, sebelum terjadi, waspadai gejala maag, dan jangan disepelekan. Karena kalau sampai terjadi, bisa melumpuhkan kehidupan kita. Lebih baik menjaga daripada mengobati.

Demikian, semoga artikel ini bermanfaat bagi kita semua.

Alhamdulillahirrabil’alamiin.

Purworejo, 27 Juni 2017

Salam Cepat Sembuh
Niniek SS.



0 komentar

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1438 Hijriyah


Bismillahirrahmanirrahiim...

Sahabat Niniek SS dimanapun kalian berada...

Ijinkanlah dengan ini saya sekeluarga beserta staff  Menghaturkan : "SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI 1 SYAWAL 1438 HIJRIYAH, setulusnya Mohon Maaf Lahir Dan Bathin" terhadap sikap, tutur kata serta pelayanan online saya sekeluarga beserta staff,  yang mungkin tidak berkenan bagi sahabat sekalian, semoga ibadah Ramadhan kita diterima oleh Allah SWT. Aamiin Ya Rabbal’alamiin...

Mohon maaf juga jika ucapan ini terlambat upload, harusnya kemarin, maklum banyak tamu sehingga kelupaan...

Merupakan kebahagiaan kita semua, di hari kemenangan ini, yang mana semata karena RidhoNya, sehingga kita bisa menyelesaikan ibadah suci Ramadhan dengan baik, lancar dan selamat, tanpa hambatan yang berarti.

Merupakan anugerah yang tak ternilai bagi kita yang bisa menjalaninya sebulan penuh, sebab puasa adalah perjuangan yang berat bagi yang tak biasa menjalaninya...

Dan bagi sahabat yang belum bisa menjalaninya karena sakitnya belum sembuh, janganlah berkecil hati. Tetaplah semangat untuk sembuh dan terus berikhtiyar semaksimal mungkin, sehingga memperoleh kesembuhan, dan semoga lain waktu bisa menjalankan ibadah suci Ramadhan yang akan datang. Aamiin.

Sahabat Niniek SS yang berbahagia..

Setelah sebulan penuh kita menjalani ibadah suci Ramadhan, marilah kita jadikan Hari Kemenangan ini sebagai Hari Permulaan bagi “kehidupan yang terjaga menuju masa depan”, untuk meraih keselamatan dunia dan akherat kita.

Sebulan penuh kita belajar untuk taat kepada Allah SWT. dengan menahan lapar dan dahaga, serta menahan dari segala nafsu, menjalani segala kebajikan dan menjauhi segala laranganNya, sebagaimana yang telah dituntunkan oleh Baginda Rassul SAW. yang amat kita cintai, Nabi Agung Muhammad Rasulullah SAW. dalam teladan kehidupannya, dari awal hingga akhir kehidupan Beliau.

Sebagai ruhani yang bagaikan baru saja dicuci di kawah Condrodimuko, putih bersih, bagaikan tanpa noda, akan mudah peka mengenali sinyal kebaikan dan keburukan disekitarnya. Untuk itulah perlunya kita menjaga kesucian diri, agar nurani kita peka menangkap sinyal sehingga mudah memilih yang baik diantara yang buruk.

Sahabat Niniek SS yang baik..

Pada kesempatan yang baik ini, saya secara pribadi ingin mohon maaf setulusnya kepada kalian , atas beberapa hal yang saya lakukan dalam pelayanan online ini, yang saya sadari tentu sering membuat perasaan atau hati kalian tidak nyaman, bahkan mungkin kecewa.

Apa sajakah itu ?

1.    Tak bisa mengangkat telpon

Sering sekali saya tak sempat mengangkat telpon, karena ketika ada telpon masuk, saya sedang menerima telpon lain. Atau saya sedang ada tamu. Atau saya sedang mengurus paket.

Urusan paket sendiri betapa rumitnya ternyata he he...tak semudah yang saya bayangkan semula. Ingin tahu ? Ini nih urut-urutannya : Ada sms masuk, tanya :”Apakah benar ini no Bu Niniek SS ?”. Saya balas :”Benar ini saya sendiri. Maaf ini siapa ? Dimana ? Apa yang bisa saya bantu ?”. Nah client di seberang membalas :”Saya ibu Ani, dari Batusangkar, ingin konsultasi dengan Ibu Niniek tentang sakit maag yang saya derita, apakah bisa Bu ?”. Saya balas :”Insya Allah bisa...silahkan...”

Tak berapa lama client tadi membalas bla..bla..bla..mengisahkan tentang riwayat sakitnya, juga penderitaan batinnya. Lalu bertanya :”Ibu sebenarnya saya ini sakit apa ? Apakah masih bisa sembuh Bu ? Mohon pencerahannya. Terima kasih banyak sebelumnya.”

Saya balas lagi :”Insya Allah Ibu terkena GERD ( asam lambung yang naik), stadium menengah. Jika ingin sembuh, solusinya pesan buku maag sebagai panduan untuk perawatan sehari-hari. Karena meskipun sudah minum obat dokter ataupun minum herbal yang paling canggih sekalipun, jika tak mengenali bagaimana sakit maag itu, dan tak mengerti cara merawatnya, tak akan sembuh-sembuh juga. Lalu silahkan diobati dengan morinda serta usahakan bisa minum air mentah yang higienis”.

Lalu mereka client tadi bertanya lagi :”Ibu, berapa harganya yaa ? Buku dan morinda beserta ongkirnya?”..Saya lalu menjelaskan :”Buku 100.000 + ongkir, Morinda 2 botol 1si @ 1 liter untuk pengobatan gerd selama 1 bulan harga 1.090.000 + Ongkir. Ongkir dikenakan 2 x, karena buku dikirim dari alamat saya di kabupaten Purworejo, sementara morinda dikirim dari Kantor Pusat Morinda di Jakarta”

Jika bertemu dengan seseorang yang dananya sudah siap untuk berobat dan menghargai penanganan yang berkualitas, tak banyak masalah. Mereka langsung memberikan nama, alamat, kode pos serta nomor Hpnya. Langsung transfer dan segera konfirmasi.

Namun jika bertemu dengan seseorang yang dananya terbatas, lalu menyamakan saya dengan tukang obat dipinggir jalan, lebih parahnya setelah konsultasi sekian lamanya, ujung-ujungnya bertanya :”Tapi ini bukan penipuan kan Bu ?”

Sediiiih banget rasanya hati ini menerima perlakuan yang minir ini dari kalian he he. Namun bukankah saya harus bersabar melayani kalian ? Bukankah kalian sedang sakit, yang lama tak sembuh-sembuh ? Yang terkadang kalian juga mengalami depressi sehingga jalan pikiran kalian lebih besar negatifnya daripada positifnya ? Saya yang melayani kalian dengan sepenuh pengabdian jiwa dan raga, gratis lagi, eh dibilang modusnya penipuan. Ya Allah tega nian kalian !

Tapi saya tetap harus menahan diri agar tak emosi. Bukankah kalian butuh dilayani, meskipun konsultasi yang banyak memakan waktu ini gratis ? Terkadang saya terlambat makan, tak sempat istirahat, tak sempat jalan-jalan ke mall ? cari-cari sesuatu atau sekedar melihat-lihat orang belanja ? Jadi saya seringkali harus menepiskan segala kesedihan, kedongkolan, kekecewaan, serta segala macam sikap tak enak dari kalian he he, demi kelancaran pelayanan ini.. Demi kesembuhan kalian semuanya !

Belum lagi setelah saya menerima data diri kalian, harus memasukkan kedalam file database di komputer agar jika sewaktu-waktu dibutuhkan tinggal mencarinya di komputer. Praktis kan ?

Nah untuk melayani satu orang dari kalian saja perlu waktu beberapa puluh menit. Tanya jawab sms/WA. Cek Ongkir pos dan morinda. Packing paket dengan teliti. Menulis alamat secara manual dengan tangan, lalu menempelkannya kedalam dus paket satu persatu agar tak salah alamat atau keliru isi ! Walah...njlimetnya...kalian tentu tak tahu..Tapi itulah pernak-pernik pelayanan online ! Belum jika disela-sela kesibukan ada, sms atau WA :”Ibu, kok sekian lama paket morinda belum tiba ya Bu ?”.

Walah saya harus menghubungi fihak morinda. Morinda menghubungi fihak kurir yang menyampaikan paket nun jauh di pelosok daerah Indonesia. Mungkin saja di Jayapura, NTB, Bangka Belitung, Pulau Selayar, Kapuas atau tempat-tempat diluar Jawa yang cukup jauh terkadang hilang signal Hp..Walah, terpaksa menunggu berjam-jam atau sampai berganti hari belum juga ada penjelasan. Sayapun menjadi gelisah, karena client sudah berkali-kali menunggu penjelasan tentang keberadaan barang, namun morinda masih sedang mengadakan pelacakan yang terkadang sulit jangkauan signalnya !

Apakah kalian semua tahu tentang propblem ini ? Tidak bukan ? Nah oleh karena itu ada baiknya, kali ini saya paparkan kondisi permasalahannya disini tentang seringnya keterlambatan paket dari morinda ! Agar kalian menjadi tahu dan sabar jika mungkin harus menunggu keterlambatan kiriman.

Jadi minta maaf jika saya sering terlambat angkat telpon bahkan terlupa merespon telp tak terjawab karena terbatasnya waktu. Oleh karena itu saya sarankan lebih baik kalian sms saja. Kalau sms, meskipun lama, insya Allah akan saya balas. Tapi kalau telpon tak terjawab, seringkali saya tak punya waktu untuk merespon balik. Oke ?

2.    Tak bisa membalas sms atau WA dengan cepat

Tak bisa membalas sms/WA dengan cepat karena seringkali benar-benar belum sempat, atau terkadang HP sedang lobed baterainya. Atau ada tamu yang sedang berobat serta konseling dirumah. Untuk itu saya mohon maaf yang setulusnya. Insya Allah, sms atau WA kalian selalu akan saya balas, kecuali sms/WA yang memang tak penting untuk dibalas. Seperti antara lain :”Apakah dulu Ibu sering merasa kedinginan ?”, “Apakah Ibu dulu sering merasa kagetan ?”, “Apakah dulu Ibu sering diare atau sembelit ketika masih sakit ?”, “Apakah Ibu pernah mengalami jantung berdebar-debar atau sesak napas seperti yang saya rasakan ?”, Atau :”Apa reaksi yang ibu rasakan ketika pertama minum morinda ?”. 

Pertanyaan-pertanyaan seperti itu semua sudah ada dalam Buku Panduan maag yang saya tulis yang berjudul “RAHASIA SEMBUH SAKIT MAAG KRONIS”, atau didalam blog ini, jadi silahkan saja pesan bukunya, atau rajin jelajah blog ini. Oke ?

Saya minta maaf yah untuk ini, dan tolong kalian bisa bersabar, jika saya belum sempat merespon sms/WA kalian. Tentu karena keterbatasan waktu saya, atau memang itu pertanyaan-pertanyaan yang tak penting untuk dijawab. Bertanyalah untuk yang ada kaitannya dengan upaya sembuh. Itu saja yang saya minta, dan akan saya layani, bukan masa lalu dari sakit saya. Karena itu semua sudah saya tuangkan didalam blog dan buku yang saya tulis.

3.    Tak bisa menginfokan informasi yang dibutuhkan dengan cepat

Saya juga minta maaf jika seringkali saya tak bisa menginfokan sesuatu yang kalian butuhkan dengan cepat. Misal nih : “Bu, saya pesan morinda 2 paket ( alias 4 botol ), ke alamat ini ( kalian sebutkan alamat lengkap kalian ). Nah ternyata saya lihat pada tabel ongkir morinda yang tersedia, ternyata kota kalian tak ada dalam daftar ongkir. Ya terpaksalah, untuk cek ongkir yang tepat saya harus menanyakan ke fihak Morinda..Morindapun tak bisa memberikan jawaban secepatnya, karena harus crosscek ke alamat setempat..

Ceking ke kurir yang terdekat dengan lokasi tak begitu gampang. Karena biasanya lokasi yang tak terdaftar dalam daftar ongkir morinda, terletak sangat di pelosok, sehingga sulit dijangkau, dan repotnya lagi signal HP sering hilang hilang timbul.Kalau lagi bagus signalnyapun jelas, kalau lagi cuacanya tak mendukung bunyi Hp kemrusuk atau liriiih sekali hingga tak terdengar..

Morinda harus mencari cara dulu bagaimana morinda nantinya bisa dikirim dengan aman sampai ke alamat. Biasanya jika tak bisa diantar sendiri dengan expedisi khusus milik morinda, maka morinda akan bekerja sama dengan bus antar propinsi yang bisa dipercaya untuk pengiriman morinda ini.

Tentu perjalanan menemukan kepastian bisa dan tidaknya morinda terkirim ke alamat yang sulit dijangkau ini memerlukan waktu terkadang hingga beberapa hari.

Nah kalian yang memesan morinda tahunya Bu Niniek dipesan morinda kok responnya lelet. Padahal sejatinya kami sedang berusaha keras untuk mencari kepastian bisa dan tidaknya pesanan terpenuhi dengan ongkos kirim yang “tepat”..dan sampai tepat waktu dengan aman.

Alhamdulillah saya bekerja sama dengan morinda hampir empat tahun, tepatnya lupa, tak ada satupun yang tak sampai. Semuanya sampai meski kalau keluar Jawa yang ada di pelosok, sering terlambat sampainya.

Untuk itu, harap kalian penuh pengertian ya jika pesan morinda, begitulah kronologisnya. Gampang-gampang susah. Dan untuk kendala itulah saya mohon maaf setulusnya sahabat. Jadi bukan karena layanan Bu Niniek SS yang gratis, trus seenaknya sendiri Bu Niniek merespon pesanan dari kalian. Tidak ya kawan.

4.    Tak bisa memenuhi permintaan pesanan

Dengan sangat menyesal, sayapun sering kecewa ketika tak dapat memenuhi pesanan kalian..Misal ada yang pesan minyak bubut nih..Bisnis online memang gampang-gampang susah, harus sangat sabar, telaten dan bisa sigap bertindak memutuskan sesuatu. 

Ketika kami sedia banyak, ternyata sedikit yang pesan minyak bubut. Eh giliran kami tak stok banyak karena keterbatasan modal, lho yang pada pesan minyak bubut kok banyak. Ketika saya menghubungi agennya, sedang ada diluar kota atau stok sedang kosong..

Demikian untuk pesanan-pesanan yang lain seperti tasbeh jenitri, tasbeh kaoka yang barangnya sekarang memang sangat sulit untuk diperoleh. Waktu saya baru-baru saja promosi tasbeh jenitri, yang pesan hanya beberapa. Eh giliran sudah berbulan-bulan berselang, dan barang sudah sulit dicari banyak pesanan dari kalian.

Untuk itu, doakan saja semoga kedepan "Allah memberikan modal kepada saya yang cukup" untuk bisa memenuhi setiap permintaan produk dari kalian yaa ? Tak lupa saya mohon maaf yang sedalamnya. Bukan maksud saya untuk menyepelekan pesanan kalian semua.

5.    Paket pos maupun morinda tak bisa sampai tepat waktu sebagaimana yang diinfokan.

Saya juga minta maaf, jika seringkali paket lewat Pos ataupun paket Morinda sering terlambat. Apa pasalnya ? Untuk pos memang memerlukan alamat yang lengkap, RT.RW. Kelurahan, Kecamatan, Kabupaten, Propinsi dan Kode Pos. Namun ketika sebelumnya saya meminta alamat lengkap kepada kalian sebagaimana diperlukan, kalian banyak yang komen :”Gak papa Bu, biasanya seperti itu saja sudah sampai”. Dan benar-benar tak mau menolong kami untuk memberikan alamat lengkap yang kami perlukan. Biasanya, alamat yang hanya memakai nama jalan saja, tanpa kecamatan dan kabupaten yang sering berkendala.

Nah ketika batas waktu yang dijanjikan belum sampai, giliran kalian komplain kepada saya :”Bu ini sudah lebih dari 4 hari, kok paketnya belum sampai ?”. Ternyata setelah di cek di Web Pos, data mengatakan : alamat belum ketemu, atau alamat sedang dicari, atau antar ulang rumah kosong dan sebagainya.

Jadi demikian kondisi yang terjadi di lapangan. Semoga dengan ini kalian bisa memahaminya, sehingga kedepan diantara kita tak saling salah faham lagi oke ?

6.    Jawaban yang saya sampaikan mungkin tak memuaskan

Sekali lagi, saya bukanlah dokter, saya hanya ibu rumah tangga biasa, yang dengan ajaib telah Allah ijinkan sembuh dari sakit maag, yang selama kurang lebih 18 tahun mendera serta melumpuhkan kehidupan saya lahir hingga batin.

Dalam perjalanan sakit hingga kesembuhan saya, entahlah..waktu itu mengapa saya membuat catatan-catatan kecil pengalaman yang saya alami, keluhan-keluhan, gejala-gejala, solusi cara mengatasinya, suka duka yang saya alami, hingga tiba-tiba terbersit dalam benak saya untuk membagikan kepada setiap orang yang menderita maag, gerd serta anxiety seperti saya.

Walhasil, alhamdulillah, atas Kehendak Allah SWT, jadilah Buku Panduan sakit maag serta blog www.solusi-sakit-maag.blogspot.com seperti yang sekarang ini sedang kalian baca. Sebagai media silaturahmi saya kepada kalian untuk menyampaikan apa-apa yang menurut saya perlu saya bagikan kepada kalian.

Namun sebagai manusia yang tak sempurna, jika saya ditanya tentang hal-hal yang bersifat akademis tentang hubungannya sakit lambung dengan gejala atau keluhan GERD, tentu saya tak bisa menjawabnya secara tepat. 

Misalnya, mengapa jika bangun pagi kok kepala selalu muter ? atau vertigo ? Tentu saya tak tahu secara persis hubungan sebab akibat secara fungsi anatomis. Namun saya secara nalar dan pengamatan sangat tahu, bahwa penyebab vertigo bagi penderita gerd diwaktu bangun tidur kemungkinan besar karena menjelang tidur kekenyangan, dan lagi banyak asupan makanan yang dikonsumsi siang harinya mengandung banyak lemak atau minyak.

Itu berdasarkan pengalaman serta pengamatan yang lama saya lakukan dulu semasa masih sakit. Dan banyak sekali gejala serta keluhan yang saya amati secara detail beserta dengan solusi mengatasinya. Melalui uji coba serta riset berkali-kali hingga menghasilkan tips baku yang bisa diberlakukan untuk para penderita yang mengalami keluhan yang sama.

Itulah yang saya lakukan selama ini. Dan saya sangat yakin, tips-tips hasil pengamatan serta riset saya tersebut, insya Allah akan banyak manfaatnya bagi kalian semua.

Banyak sekali tips-tips hasil pengamatan saya, setelah saya terapkan untuk teman-teman yang lain, alhamdulillah ternyata sangat banyak membantu sehingga bisa mengurangi penderitaan.

7. Kelebiham atau kekurangan ongkos kirim 

Dalam prakteknya, ternyata ceking ongkir di internet dengan waktu penimbangan barang, sering terjadi "selisih" ongkir. Terkadang ongkir hasil ceking ongkir saya lebih banyak, namun juga sering kurang. Kelebihan atau kekurangan ongkir ini kisaran 500 hingga 3.000 perak. 

Untuk semua kelebihan ongkir dari kalian semua, saya masukkan kedalam "kas dhuafa" yang kemudian saya salurkan untuk anak yatim piatu atau yang membutuhkan. Saya mohon keikhlasan dari kalian semuanya untuk masalah ini. Terima kasih.

Lalu jika dalam penghitungan ternyata kalian kekurangan ongkir, entah berapapun, maka saya ikhlaskan. Semoga menjadi amal saya yang diterima oleh Allah SWT. Aamiin. 

Demikianlah, di Hari yang fitri ini, semoga kita bisa saling memaafkan satu sama lain. Dengan saling memaafkan semoga hati kita menjadi lebih lapang, dan ini akan menjadi pendukung besar bagi kesembuhan kalian.

Sekali lagi, semoga kita menjadi fitri kembali, menjadi insan baru yang terberkahi, menjadi khalifah dimuka bumi yang mampu menjaga amanah hingga kelak ajal menjemput. Dan semoga kita bisa bertemu kembali dengan bulan Ramadhan yang penuh kemuliaan di tahun yang akan datang... Aamiin Ya Rabbal’alamiin.

Alhamdulillahirabbil’alamiin

Purworejo, 25 Juni 2017

Salam Silaturahmi Idul Fitri
Niniek SS.

0 komentar

Bagaimana Mengalahkan Diri Sendiri ?


Bismillahirrahmanirrahiim...

Sahabat Niniek SS yang sedang berjuang memperoleh kemenangan...

Bagaimana sih mengalahkan diri sendiri ?

Waduh keren amat topiknya kali ini ? Memangnya ada apa dengan topik ini ? Wooi sangat menarik untuk dibahas teman !  Meskipun Bu Niniek SS bukan seorang ustadzah, sebagai manusia yang ingin selalu meningkatkan diri menjadi manusia yang selalu lebih baik dari hari kemarin, tentu saya akan terus berupaya menggali-dan menggali apa-apa dari nilai kehidupan yang layak untuk diperbaiki. Iya kan ?

Banyak orang yang bangga dengan segala yang ia punyai. Popularitas. Kedudukan atau status sosial. Harta dan pangkat. Derajat dan nama baik..

Semuanya itu adalah hiasan dunia..yang boleh diharapkan namun tidak wajib untuk digapai. Itu menurut saya. Bagaimana menurut kalian ?

Dari yang tertulis semua, yang paling penting adalah nama baik. Nama baik akan selalu mengikuti kita, jika dalam hidup kita juga selalu berusaha berbuat baik..selalu berusaha untuk menghindari hal-hal yang buruk, yang jahat, yang nista dan maksiat !

Namun pada makom atau tingkatan ruhani tertentu seseorang, yang derajatnya sudah dekat sekali dengan Allah SWT, bahkan nama baikpun menjadi tak perlu lagi. Sebab yang diperlukannya, yang dibutuhkannya, yang diharap-harapkannya, semata hanyalah Ridho Allah saja. Lain tidak !

Yang diharapkannya hanyalah diakuinya oleh Allah dirinya sebagai hambaNya. Hamba yang patuh dan taat yang selalu menyenangkan, melegakan hati TuanNya sehingga TuanNya selalu Ridho kepadanya senantiasa.

Inilah hal yang selalu diimpi-impikan oleh seorang pencari jalan. Ia sudah tak membutuhkan atribut atau sebutan apapun di dunia. Ia sudah tak perduli lagi apakah ketika ia memberi sesuatu kepada seseorang akan mendapat ucapan terima kasih atau tidak. Ia sudah tak menggubris lagi ketika ia difitnah atau dihina atau dicemooh oleh orang lain. Karena itu semua menjadi tak penting lagi baginya.

Ia hanya akan sangat bersedih jika dirinya menjadi musabab terjadinya kekacauan pada kehidupan orang lain, menjadi musabab ruginya orang lain, menjadi musabab timbulnya kesusahan pada orang lain. Karena semua itu akan menghalangi jalannya mencapai kesempurnaan. Menghalangi turunnya ke- Ridhoan Allah SWT. kepada dirinya. 

Yang ia takuti bukan sekedar Firman2Nya yang nyata sudah tertulis didalam Al Qur’an. Namun hukum-hukum Allah yang tak tertulis yang justru lebih banyak terhampar didalam kehidupan.

Kebahagiaan yang sesungguhnya adalah mengabdi seutuhnya kepada Yang Menciptakan dirinya, ialah Allah SWT. Mengabdi tanpa pamrih apapun kecuali RidhoNya..Mengabdi dengan penuh kecintaan dan kesetiaan melebihi apapun di dunia ini..

Sahabat Niniek SS yang saya kasihi semuanya...

Cinta kepada Allah sungguh membahagiakan. Karena takkan ada penghianatan. Tak ada ceritanya Allah menghianati manusia. Allah selalu setia akan janjiNya. Allah akan selalu menjaga hubungan baik kepada manusia, yang juga mau selalu menjaga serta menjalin silaturahmi kepadaNya. Allah adalah sosok yang tak mau merugikan manusia. Allah adalah sosok yang tak mau berhutang kepada manusia. Tatkala ada manusia yang mau berbuat baik atas perintahNya, maka Allahpun akan segera memberikan balasan yang sangat layak kepada manusia itu “pada saat yang tepat baginya”...

Karena Allah adalah pemilik segala, “Maha Kaya”, maka Allah mampu membahagiaakan kita yang terpilih menjadi KekasihNya dengan segala yang Allah punya, dengan apa yang DikehendakiNya untuk kekasihNya.

Seberapapun besarnya cinta isteri kepada suami, atau sebaliknya, masih bisa mengalami kekecewaan karena sifat manusia yang tak sempurna. Karena suatu godaan bisa saja suami atau isteri mengkhianati pasangan hidupnya, yang akhirnya melalaikan tanggungjawab kepada keluarganya. Saat seperti ini setan akan bersorak kegirangan atas kemenangannya. Ia mendapatkan anggota baru bagi sebuah kemaksiatan atas hasutannya.

Sahabat Niniek SS yang sedang berjuang meraih kemenangan...

Kemenangan atas apa, yang dimaksud disini ? Adalah kemenangan untuk mengalahkan diri sendiri.

Puasa Ramadhan adalah wahana mulia untuk seseorang melatih diri, bagaimana ia bisa mengalahkan dirinya sendiri untuk kembali menjadi fitrah sebagaimana azalinya ia diciptakan, menjadi suci kembali sebagaimana saat ia dilahirkan ke dunia.

Lalu hikmah apa yang bisa dipetik dari puasa Ramadhan ? Luar biasa banyak, hingga tak bisa dihitung !

-     Saatnya untuk belajar taat kepada Allah SWT.

Pada bulan puasa Ramadhan, yang biasanya sholatnya molor-molor, maka malu diri ini untuk sholat ntar lu ntar lu, entar dulu entar dulu..

Yang biasanya tak pernah sholat berjama’ah di masjid, maka di bulan Ramadhan ini sungkan kalau disamperin tetangga untuk jum’atan di masjid, tak berangkat. Atau disamperin untuk jama’ah sholat isya dan tarawih, tak berangkat. Akan kentara sekali keimanan seseorang pada bulan Ramadhan ini. Malu rasanya hati ini, di bulan Ramadhan tak mengikuti kegiatan bulan Ramadhan. “Orang Islam macam mana aku ini ?” tentu ada keengganan dalam hati ketika kita mau semau gue beribadah di bulan Ramadhan. Iya kan ?

Meskipun hanya berjalan 1 bulan, namun kebiasaan mengikuti tetangga untuk sholat berjama’ah di masjid dan taraweh setiap malam di masjid, akan membuahkan pengaruh positif dalam diri kita. Kita bisa karena biasa.

Kita bisa segala sesuatu, tentu awalnya dari belajar. Dari tak tahu apa-apa menjadi bisa menguasai sesuatu. Itu semua melalui proses belajar. Anak bisa berjalan juga awalnya dari belajar. Anak bisa makan sendiri juga awalnya dari belajar dan diajari. Demikian juga untuk bisa terbiasa beribadah dengan taat juga harus dimulai dengan belajar.

Untuk mengenal Allahpun juga harus belajar. Apalagi dimana dimensi Allah Maha Suci, Maha Lembut dan Maha Tinggi !!! Maka belajar untuk mengenalNyapun harus extra sungguh - sungguh !

Belajar dengan membiasakan diri melakukan segala hal yang bisa mendekatkan diri kepada Allah SWT. Dengan sholat. Dengan membaca Al Qur’an. Dengan mendekatkan diri kepada kesucian serta menjauhkan diri dari kemaksiatan. Dimana semuanya harus dilakukan dengan menjaga kerendahan hati, ketulusan jiwa serta kesucian jiwa.

Dan yang paling akhir adalah dengan “MEPES DIRI”, mepes howo nepsu ( menahan diri, menahan hawa nafsu), meskipun tak ada seseorang yang memerintahkan, atau yang mengharuskan.
Yang memerintahkan ya dirinya sendiri. 

Jika seseorang sudah berlatih mendekatkan diri kepada Allah, dirinya akan terjaga selalu. Sayang rasanya kalau jasadnya maupun ruhaninya “ternoda” dengan perbuatan-perbuatan serta pikiran-pikiran yang kotor tak bermutu ! Ia akan selalu berusaha menjaga dirinya tetap baik, tetap suci, tak ternodai. Teramat sulit yaa ? Namun kalau bisa, betapa subhanallah hebatnya...Hebat perjuangan yang ia lakukan !

Dan untuk membiasakan diri kepada kebaikan itu, pada awalnya memang harus dipaksakan. Dengan latihan yang ketat. Dengan belajar yang sungguh2. Sehingga akan menjadi kebiasaan.

Sholatpun demikian. Awalnya ogah-ogahan sholat di awal waktu.  Maka, untuk kita bisa sholat pada awal waktu, harus memaksakan diri. Kita harus bisa “menang terhadap kemauan diri yang semau gue”. Paksa ! Paksa ! Paksa !..Maka insya Allah lama-lama kita akan bisa karena terbiasa. Sholat pada awal waktu !

Biar untuk awalnya wudhlu kita masih buruk. Masih standar. Masih amburadul. Tak mengapa. Asal kita mau belajar untuk memperbaiki diri dalam segala hal, terutama dalam ibadah kita, insya Allah kita akan bisa menjadi manusia yang kaffah, yang seutuhnya, yang suci, lalu kelak akan kembali kepangkuanNya dengan “husnul khotimah”. Suatu akhir hidup yang baik, yang mulia. Mau nggak ?

-    Saatnya belajar menahan diri dari lapar dan haus

Menahan diri dari lapar dan haus adalah salah satu hikmah puasa yang paling sederhana. Lambung yang ibarat mesin tiap hari harus menggiling makanan terus menerus, maka pada saat puasa, ia diberi istirahat, agar tidak lekas rusak...

Ketika puasa, kita bisa merasakan betapa tidak enaknya perut lapar tak boleh makan. Kita jadi teringat saudara-saudara kita yang kekurangan makan, mereka lapar, tapi tak ada yang dimakan. Kita alhamdulillah, meskipun lapar, sorenya sudah tersedia makanan kesukaan yang untuk berbuka. Disinilah Allah mengajarkan kita untuk berempati ( turut merasakan ), bertoleransi kepada sesama kita yang kekurangan.

-    Saatnya belajar menahan kantuk

Mungkin saja setiap hari kita kerjanya banyak tidur. Nah pada bulan Ramadhan ini kita diajar untuk sedikit prihatin dengan mengurangi tidur siang dan tidur malam. Siang untuk beraktifitas seperti biasa, malam untuk memperbanyak ibadah. Entah dengan tadarus Qur’an atau memperbanyak berdzikir. Sayang sekali kan, jika bulan yang penuh bertabur berkah, rahmat serta ampunan dari Allah SWT. ini kita sia-siakan tidak kita jalani dengan sebaik-baiknya ?

-    Saatnya belajar menahan nafsu serakah

Nafsu serakah adalah nafsu yang menjerumuskan diri. Jika kita sudah punya motor satu, masih bagus, masih kurang, lalu beli motor lagi yang lebih bagus dan lebih mahal. Meskipun kita beli dengan kocek-kocek kita sendiri, tahukah kita, ada tetangga yang tak bisa beli motor, ketika melihat keadaan kita yang bermotor dua, ia menganggap Allah tak adil, memberi lebih kepada orang lain namun kepadanya memberi kekurangan.

Kita memang tak mempunyai unsur kesengajaan untuk pamer kepada tetangga. Namun jika sesuatu yang kita lakukan menjadi penyebab seseorang mengata-ngatai Allah, tentu ini akan mendatangkan dosa pada diri kita.  Demikian jika kehidupan kita glamour dengan segala harta benda. Hati-hati ya teman. Ini juga nasehat bagi diri saya sendiri kok !

Memakai baju yang berlebihan mewahnya. Memakai perhiasan yang bikin iri tetangga. Membeli mobil yang bikin seseorang mengata-ngatai Allah. Mempunyai harta berlebih yang membuat seseorang iri dan putus asa karena tak mampu memilikinya. Tanpa sengaja, itu bisa menjadi penyebab dosa dalam diri kita. Oleh karena itu, agar kita selamat dari dosa. Berusahalah hidup sederhana. Aman. Dan akan tenang kehidupan kita. Oke ?

-    Saatnya belajar toleransi kepada sesama.

Dengan menjalankan ibadah puasa Ramadhan kita diajak belajar toleransi kepada sesama. Sholat berjama’ah, taraweh bersama di masjid, maka pada saat ini, meskipun hanya sejenak kedudukan kita adalah sama satu dengan yang lain, tak ada perbedaan status ataupun derajat dan pangkat masing-masing. Yang ada adalah kebersamaan para hamba yang sedang berusaha menggapai Ridho TuhanNya.

-    Saatnya belajar untuk bersabar

Apakah menjalani puasa itu mudah ? mungkin jika sekedar belajar menahan dahaga dan lapar,anak kecilpun bisa. Namun yang sulit adalah menahan sabar. 

Bersabar untuk menahan haus dan lapar. Bersabar untuk tidak menggunjing. Bersabar untuk tidak berfoya-foya. Bersabar untuk tidak kelepak kelepek tidur melulu. Bersabar menahan amarah atau emosi. 

Ini sangat berat bagi yang hari-harinya selalu dihiasi dengan marah melulu. Dikit-dikit marah, dikit-dikit emosi. Apalagi untuk menahan tidak ngerumpi. Waah berat banget tuh bagi ibu-ibu sumber gossip, rasanya sebentar tak ngegosip aja seperti ada sesuatu yang hilang atau kurang. Astaghfirullahaladhziim...

Oh iya, lupa..juga bersabar menahan untuk tidak korupsi..Sebenarnya saat ini melihat kesempatan emas untuk korupsi. Tapi masih malu diri untuk korupsi di bulan Ramadhan. Masih baguslah punya sedikit rasa malu, daripada sudah kehilangan malu sepenuhnya.

Hai bapak-bapak, yang demen ngorup harta yang bukan hak kalian. Jangan hanya di bulan Ramadhan saja kalian berhenti korupsi. Teruslah meninggalkan korupsi ini untuk seterusnya..Jangan hanya di bulan Ramadhan ini saja kalian punya malu.

Yuk dilanjut tinggalkan korupsi untuk selama-lamanya ! Karena harta haram itu akan menyengsarakan kalian di dunia maupun diakherat. Saat ini dan saat yang akan datang. Jika tidak percaya, silahkan tinggal tunggu waktu saja kalian menuai buah perbuatan kalian.

Tidak ke diri kalian ya ke anak kalian. Tidak ke anak kalian pasti akan jatuh ke cucu kalian menuai kesengsaraan serta kesulitan dikemudian hari..Karena perbuatan buruk selalu akan diikuti dengan nasib yang buruk pula, cepat ataupun lambat ! Apakah kalian tega untuk menyengsarakan anak cucu kalian dikemudian hari ? Tidak kan ?

- Saatnya belajar bertaubat

Jika kita sekalian merasa banyak dosa. Saya dan juga kalian semua. Ramadhan adalah saat yang sangat bagus untuk bertaubat atas semua dosa-dosa dan kekhilafan kita hari-hari dan masa lalu kita. Bertaubat tak cukup dengan mengucapkan “Astaghfirullahaladziim” dihadapan Allah saja.

Afdholnya, agar taubatan nasuha kita diterima, kita harus mengetahui dengan jelas, dosa apa yang telah kita lakukan. Jika berzina, ya mohon ampunlah kepada Allah SWT atas dosa zina yang pernah kita lakukan. 

Jika dosa kita adalah menghilangkan rejeki orang, ya mohon ampunlah atas dosa yang pernah kita lakukan yaitu menghilangkan rejeki orang.

Apapun dosa yang pernah kita lakukan, kenalilah, sesalilah, dan segera kita taubati.

-    Saatnya belajar memperbaiki diri

Kita ini manusia yang tak sempurna, untuk itu kita harus selalu berupaya untuk memperbaiki diri, dalam segala hal..Agar kehidupan kita disegala sisi menjadi lebih baik. Derajat ruhani kita juga agar selalu naik makomnya, menjadi lebih tinggi dari sebelumnya. Meskipun betapa susahnya.

Makin tinggi makom ruhani seseorang, makin merasa kita itu betapa kecilnya, bukan siapa-siapa, dan tak punya sesuatupun di dunia ini yang patut untuk dibanggakan. Karena lahaula wala quwwata ila billah. 
Tanpa pertolongan Allah, kita ini tak mampu apa-apa. Iya kan ? Oleh karena itu berusahalah terus mendekat kepada Tuhan, agar kita memperoleh pencahayaan dalam kehidupan.

-    Saatnya belajar mensucikan diri

Agar bisa mati husnul khotimah, dalam akhir hidup yang baik, yang penuh kemuliaan, kita haruslah selalu berusaha untuk menggapai kesucian. Baik suci jasad kita dengan melazimkan tak batal wudhlu, dan mensucikan ruhani kita dengan selalu berbuat yang baik-baik, berpikir yang baik-baik, berkata-kata juga yang baik-baik..

Apalah artinya, punya pangkat dan kedudukan yang tinggi dalam hidup. Rumah mewah, harta berlimpah, namun selalu tak terpuji perilakunya. Menyakitkan kata-katanya. Sok mau menang sendiri. Selalu menghina orang. Kata-katanya tak bisa dipegang. Tak bisa memegang amanah. Yang dibanggakannya selalu harta dunianya, sama sekali tak pernah melakukan perbuatan yang penuh kemuliaan.

Inikah yang dinamakan kemenangan ? Ha ha ha..Semua itu daki yang tak kan dibawa mati, namun akan dipertanggungjawabkan semuanya di liang kubur..Hati-hati ya jumawa dengan harta kita..

Kemenangan yang sesungguhnya adalah dimana kita merasa bahwa kekuatan kita hanyalah bersandar kepada pertolongan Allah saja. Kemenangan yang sesungguhnya adalah jika kita sudah mampu mengalahkan ego kita sendiri. Dimana hati, pikiran serta jiwa kita sudah tak bertumpu kepada dunia yang fana ini, namun kepada kelanggengan bersama dengan AsmaNya.

Marilah kita gunakan sisa Ramadhan yang masih 10 hari ini dengan sebaik-baiknya untuk meraih kemenangan itu. Menjadi manusia yang kaffah, yang seutuhnya menuju pengabdian yang mutlak kepada Allah SWT, meraih RidhoNya, meraih kesucian serta kemuliaan diri. Dengan mencerai hati, pikiran serta jiwa kita dari glamournya dunia ini.

Bismillah, semoga ibadah Ramadhan kita yang mungkin masih jauh dari kesempurnaan ini disempurnakan oleh Allah SWT. dan diterima di SisiNya. Aamiin Ya Rabbal’alamiin.

Alhamdulillahirabbil’alamiin.

Purworejo, 16 Juni 2017

Salam Ramadhan
Niniek SS.

2 komentar

Apakah Kita Sudah Bersyukur ?


Bismillahirrahmanirrahiim...

Apakah Kita Sudah Bersyukur ?

Sahabat Niniek SS. yang saya sayangi semuanya...

Marilah coba kita cermati apakah kita sudah bersyukur setiap saat dalam hari-hari yang kita lalui.

Banyak orang bisa mengucapkan “Alhamdulillah...” namun sebenarnya hatinya belum bersyukur kepada Allah SWT...mulutnya memang mudah mengatakan, namun hatinya masih sulit untuk meng”iya”kan..bersyukur !

Ketika melek mata bangun pagi, siapakah yang kita ingat pertama kali ? Apakah Allah ? belum tentu ! Bisa jadi pertama kali yang kita ingat, wah ini sudah jam berapa ? Aduh aku bangun kesiangan..sudah jam 5.00 mana nasi habis, belum ada yang untuk sarapan anak-anak. Astaghfirullah...Lalu sholatnya seperti dikejar anjing, terbirit-birit..yang ada dalam hatinya, pikirannya, bukan Allah...tapi sesudah sholat ini, mau buru-buru nanak nasi dan bikin telor ceplok..

Nah luu..Lalu siapakah Tuhan yang kita sembah tadi ketika sholat ? BayanganNyapun tak nyangkut ? Apalagi rasanya ? Apalagi wujudNya ? Jika sudah begini, bagaimana sholat mau “nyambung”, bagaimana doa mau “makbul”...mustahil bukan ?

Nah inilah salah satu jawaban, mengapa sholat kita sering tak tumakninah, doa sering tak terkabul. Karena dilakukan dengan “terburu-buru” dan asal saja, sembarangan !!! Boro-boro ta’zim !

Mustinya ketika pertama kali bangun, melek mata, tersadar, bahwa ternyata kita masih diijinin hidup, tidak mati ketika semalam tidur, hati bersyukur kepada Allah, lalu diikuti dengan mulutnya berbisik lembut mengatakan “Alhamdulillah Ya Allah, masih Engkau beri kami hidup kembali hari ini, berkahilah hidup kami sekeluarga hari ini, bimbinglah senantiasa, dan lindungilah kami. Jauhkanlah kami dari dosa, dan dekatkanlah kami kepada taqwa kepadaMu, dan berikanlah kemudahan serta RidhoMu, agar hidup kami penuh manfaat hari ini Ya Allah”...Lalu menginjakkan kaki ke bumi setelah turun dari tempat tidur, dengan perlahan ucapkanlah “bismillah”...Tidak tergesa-gesa. Tidak buru-buru !

Artinya, kita mengawali hari dengan Nama Allah..tentu akan ada keberkahan dalam hari itu, ada perlindungan, ada pertolongan, ada bimbingan, dan ada Ridho Allah SWT.

Namun jika bangun sudah terburu-buru, sholat terburu-buru, semuanya terburu-buru..Lihat saja apa yang akan terjadi sepanjang hari itu ! Banyak kegagalan, kegelisahan, keluh kesah, mungkin kesialan atau ketidaknyamanan yang lain...

Sahabat Niniek SS yang saya hormati...

Apa sih makna bersyukur ? Apakah dengan mengucap alhamdulillah sudah cukup syukur kita ?

Suatu hari saya mendapatkan oleh-oleh dari kenalan yang datang kerumah, ada 2 kg gula pasir ( gulaku ), teh sariwangi 2 kotak, kue-kue kering, juga kue-kue basah..Saya sangat bersyukur, atas kasih sayang dari kenalan tadi, yang mau repot-repot membawa buah tangan untuk saya, yang pada galibnya itu adalah pemberian dari Allah SWT.

Tanpa digerakkan oleh Allah, mana mungkin kenalan saya membeli oleh-oleh yang cukup berharga bagi kondisi keuangannya yang tak berlebih ? Alhamdulillah...Sepulangnya kenalan saya dari rumah saya, saya langsung berpikir, kepada siapa lagi pemberian ini harus diteruskan ?

Lalu saya hanya mengambil 1 kg gulaku saja serta satu dua potong kue basah. Dan yang lainnya, teh sariwangi serta semua kue kering dan dan kue basah yang lain langsung saya berikan kepada tetangga agak jauh, yang janda dan punya anak yatim. Saya tambahkan beras, telor dan mie yang saya beli di warung sambil lewat ketika kerumahnya. Serta uang yang pantas untuk transport anaknya ke sekolah.

Ada kebahagiaan yang luar biasa, direlung hati melihat ibu janda itu menangis menerima pemberian itu..sambil mulutnya berbisik lirih..”alhamdulillah, matur nuwun sanget bu Nien” ( Alhamdulillah, terima kasih sekali bu Nien)...suaranya tercekat di tenggorokan...

Bagi saya mungkin pemberian itu tak seberapa, apalagi saya hanya menyalurkan oleh-oleh dari tamu. Namun bagi ibu janda itu, betapa teramat berharganya pemberian itu. Mungkin saja saat itu ia benar-benar tak punya uang sepeserpun. Tak punya beras, tak punya apa-apa untuk dimakan. Dan mungkin saja ia sedang bersedih memikirkan uang saku untuk anak-anaknya besuk pagi ke sekolah ? 

Sedangkan ia punya anak-anak yatim yang harus makan, butuh biaya sekolah dan kebutuhan lain. Tentu ketika ada rejeki yang tak terduga seperti tadi, hatinya takjub kepada kebesaran Allah, rasa syukurnya tak terhingga sehingga menyebabkan ibu janda itu menangis, tak bisa mengucapkan kata-kata dengan jelas karena saking terharunya.

Setan berbisik dalam hati saya :”Nien alangkah bodohnya kamu. Ngapain gula pasir serta teh sariwangi kamu kasihkan kepada ibu janda itu ? Bukankah dirumahmu sering banyak tamu ? Dan kamu sendiri selalu minum dengan gula pasir “gulaku” dan teh sariwangi ? Dan kue kering itu bukankah bisa kamu simpan untuk tamu-tamumu nanti ? Dan kue-kue basah itu bukankah kue kesukaanmu ?

Karena sudah lama belajar, saya jadi sering tak menggubris bisikan setan tadi. Ia memang selalu menjadi provokator jika saya hendak berbuat baik. Dan saya sering menjadi tak peduli kepada bisikan setan, karena ia sering memperdaya dan menjebak !!!

Sahabat Niniek SS yang saya sayangi, dimanapun kalian berada...

Syukur bukan sekedar ucapan alhamdulillah. Tapi adalah tindakan nyata dimana kita sungguh-sungguh merasa “cukup” dengan pemberianNya..

Semisal kita sudah punya motor yang masih bisa dipakai untuk lalu lintas. Tiba –tiba tetangga beli motor baru yang bagus...Hatinya langsung tergerak :”Ah saya juga mau beli..Kredit juga gak papa, bukankah sisa gaji masih cukup jika diambil untuk angsurannya ? mengapa tidak”..Lalu ia berunding dengan isterinya kalau ingin ambil kredit sepeda motor yang baru, sisa gajinya masih cukup ini diambil untuk angsurannya.

Isterinya, yang tak tahu hitungan gaji suaminya, menurut saja apa kata suami. Karena ia setiap bulannya hanya dijatah suaminya, dan tak pernah tahu urusan gaji suaminya. Tunjangan-tunjangan, uang lemburan maupun uang insentif yang lainnya. Isterinya adalah profil perempuan yang sederhana, lugu dan penurut, dan tak banyak tuntutan. Subhanallah...

Apakah laki-laki ini adalah laki-laki yang bersyukur ? Mustinya, ketika melihat tetangganya beli motor baru, ikut senang. Bukan ikut-ikutan ingin beli, meskipun kredit. Sedangkan motornya bukannya masih bagus untuk berangkat ketempat kerja ? Tak pernah mogok atau rewel ? Jadi uang yang harusnya untuk angsur motor baru, bisa untuk kebutuhan lain..Padahal sebentar lagi anaknya yang sulung lulus SMP, butuh uang pendaftaran untuk masuk SMA yang tak sedikit memerlukan uang !

Akhirnya benarlah dugaan kita. Ketika anak sulungnya diterima di SMAN, membutuhkan uang banyak..Uangnya tak cukup untuk membayarnya karena sudah untuk membayar uang muka motor kemarin ! Nah, ujung-ujungnya ia meminjam pada bank mingguan yang bunganya tak kalah besar dengan bunga rentenir.

Inilah kebangkrutan ekonomi keluarga kecil pada umumnya disekitar kita, main ambil kredit tanpa pikir panjang kesudahannya. Allah sudah berfirman jauhi riba...Yang meminjamkan uang dengan yang meminjam riba sama saja hukum dan dampaknya dalam kehidupan, karena melanggar perintah Allah SWT.

Allah SWT. sebenarnya selalu memberikan rejeki “cukup” kepada setiap orang..sesuai dengan kebutuhan masing-masing dalam setiap makom orang...Jika ada yang sampai kurang/berhutang, pasti ada yang “error” dalam hidup kita. Dan itu PASTI ! 

Bukan orang lain yang salah tapi diri kita sendiri yang kurang bersyukur dengan apa yang ada, sehingga terpaksa harus berhutang untuk sesuatu yang belum ada, yang mungkin itu bukan kebutuhan yang benar-benar mendesak, namun hanya menuruti nafsu yang sering menjerumuskan manusia.

Semisal saja begini : Hari ini, Allah berikan rejeki makanan hanya untuk cukup dengan lauk tahu dan tempe. Itulah takdir kita, karena uang kita memang hanya cukup untuk membeli tahu dan tempe saja. Namun nafsu berontak :”Ah tahu lagi, tempe lagi, bosan !!!”. Lalu nafsu memerintahkan otak untuk berjalan ke warung agar hutang telor ayam, bayarnya gampang kapan-kapan kalau sudah ada uang...

Nah, jika kita menurutinya berjalan ke warung berhutang telor, jadilah kita punya hutang telor ayam di warung...Sehari, dua hari, seminggu hingga sebulan, ditunggu-tunggu belum ada juga rejeki uang untuk membayar hutang telor. Mulailah hati gelisah, tidur tak nyenyak makan tak enak..Terjadilah pergunjingan :”Eh bu Nien sudah lama banget hutang telor hanya ½ kg tak dibayar-bayar lho ?”...lalu ramailah pergunjingan dikalangan ibu-ibu, bu Nien hutang telor di warung Bu Inah tak dibayar-bayar !

Tapi lain ceritanya jika ketika kita makan dengan lauk tahu atau tempe, bersyukur. “Alhamdulillah Ya Allah..Engkau beri kami rejeki yang cukup. Nasi putih hangat dengan sayur bening bayam dan lauk tempe goreng serta sambal, alangkah lezatnya..Kami bisa makan dengan enak, ada rejeki yang Engkau berikan, tenggorokan tak ada kendala untuk menelan. Badan kami sehat-sehat saja, sehingga makan apapun saja enak. Alhamdulillah Ya Allah, Engkau berikan kami kesehatan dan keselamatan untuk kami sekeluarga.

Nah meskipun mungkin terbayang telor dadar ketika makan, namun hati menangkisnya :”Ya, insya Allah kalau ada rejeki lebih, dan Allah Ridho, pasti saya bisa makan telor dadar di lain waktu”..

Jika demikian maka tak akan pernah terjadi Bu Nien hutang telor di warung. Tak akan pernah terjadi tidur tak nyenyak makan tak enak karena memikirkan hutang telor. Tak akan terjadi rasa malu kepada pemilik warung, dan tak akan terjadi pergunjingan di warung gara-gara hutang telor tak mampu bayar. Iya kan ? Dan Allah Ridho kepada kita, karena kitapun Ridho kepada pemberianNya yang hanya berupa lauk tahu atau tempe saja.

Bandingkan keadaan yang pertama karena kita tak bersyukur, dengan keadaan yang kedua karena kita bersyukur. Lebih menenteramkan yang mana ? Lebih membahagiakan yang mana ? Lebih dihargai orang yang hidupnya sederhana namun tak punya hutang, atau yang berhutang tak mampu bayar ?

Ini adalah pelajaran sepele yang mungkin luput dari perhatian kita. Namun cobalah renungkan teman. Allah itu sangat menghargai seseorang yang selalu merasa cukup dengan pemberianNya ( qona’ah ), dan sebaliknya tidak suka dengan orang yang hidup selalu merasa kurang, meskipun yang DiberikanNya sebenarnya sudah selalu cukup.
Orang yang selalu merasa cukup dengan pemberian Allah, itulah sesungguhnya orang yang tahu bersyukur. Sedangkan janji Allah, barang siapa yang selalu bersyukur, maka akan ditambahkanNya nikmatNya kepadanya...

Lihatlah kehidupan orang-orang yang bersyukur...Tenang...damai...tak pernah ada masalah dalam kehidupannya. Dan semuanya berjalan dengan mulusnya...Makan seadanya. Pakaian seadanya..Sekolah anak-anak selalu berprestasi. Saatnya maghrib anak-anak dirumah membaca Al Qur,an, sesudah cukup dilanjutkan dengan belajar.

Saatnya ulangan nilainya selalu bagus. Saatnya kenaikan kelas alhamdulillah selalu naik dengan prestasi yang selalu gemilang. Tak pernah dipanggil guru karena kenakalan di sekolah. Saatnya kelulusan alhamdulillah lulus dengan baik. Dan saatnya mencari sekolah lanjutan, mulus jalannya, seolah Allah selalu memberikan yang terbaik kepada keluarga orang ini. Bahkan seringkali, sebelum lulus sudah ditawari pekerjaan !

Apakah keberuntungan itu datangnya tiba-tiba, bagaikan rejeki nomplok ? Tidak ada yang tiba-tiba dan kebetulan. Semuanya melalui proses. Proses perjalanan dan waktu.

Sebagaimana contoh diatas tadi, cerita punya cerita, rahasianya ya karena ia sekeluarga selalu belajar bersyukur dengan apa yang diberikan oleh Allah SWT. dan taat kepada Hukum-hukumNya !

Jika rasa bersyukur ini selalu ditanamkan sejak awal dalam diri anak-anak, maka anak-anak ini kedepan, tidak akan mudah tergoyahkan oleh glamournya kehidupan. Karena sejak kecil sudah terbiasa menjalani kesahajaan dengan bersyukur. Akan menjadi anak-anak yang tangguh, tidak cengeng menghadapi masalah. Karena sudah terbiasa mensyukuri apa yang ada, dan selalu menggantungkan segala hal kepada Ridho Allah semata.

Sahabat Niniek SS.dimanapun berada..

Jika kalian ingin hidup tenang, banyak keberuntungan, belajarlah bersyukur dengan apa yang ada..Boleh berangan-angan atau bercita-cita tapi jangan bernafsu, karena kalian akan terpuruk kepada kerugian bahkan kebangkrutan hidup yang tak pernah kalian sangka-sangka sebelumnya...

Kalian tahu ? Ada sebuah kisah nih. Ada suami isteri yang pekerjaannya, suaminya sebagai guru SMA senior, dan isterinya guru SMP senior. Artinya masa pengabdiannya sudah cukup lama. Anaknya tiga, laki-laki dan  dua perempuan.

Seharusnya, jika mereka berdua selalu bersyukur, kehidupan mereka sudah sangat mapan. Sudah memiliki rumah sendiri di sebuah perumahan elit. Sudah mempunyai mobil bagus dan motorpun beberapa. Harusnya cukup dengan penghasilan mereka berdua yang dua-duanya mendapatkan tunjangan sertifikasi bukan ?

Namun apa ? Suami isteri itu adalah tipe orang yang wah, senang dipuji, dan selalu menjaga image. Sehingga sering sekali ganti perabotan rumah tangga meskipun masih sangat bagus. Ganti-ganti mobil. Ganti-ganti tas, baju, sepatu, dan segala aksesores diri yang lainnya.

Awalnya gajinya mencukupi. Lama-lama ? Karena keinginannya membeli barang-barang baru tak terbendung, maka dibelinya segala barang baru dengan kredit. Krdeit mobil, kredit motor, kredit baju-baju baru, kredit perabotan rumah tangga yang baru, kursi, lemari baju, TV, sampai ke tas sekolah dan panci presto dikreditnya.

Akhirnya, angsuran kreditnya membengkak. Bingung untuk menutupnya. Ujung-ujungnya pinjam koperasi sana koperasi sini. Inipun masih kurang. Lalu terpuruklah keluarga ini kedalam lubang rentenir yang susah sekali untuk terlepas. Hari-hari hidupnya hanya dibelenggu hutang !!! Tak tersisa sedikitpun konsentrasinya untuk memikirkan yang lain. 

Meskipun mulutnya tersenyum, namun pandangannya kosong dan menderita. Karena setiap saat penagih hutang mendatanginya. Mendesaknya...Bahkan mengancamnya !

Kita semua tidak ingin seperti ini bukan ? Hidup dalam bayang-bayang hutang dan kesedihan, sehingga persoalan yang lain menjadi terabaikan, termasuk ibadah kita ? Compang – camping teman !

Bersyukur adalah menghargai pemberian.

Kita sering mulut mengucapkan alhamdulillah. Namun hati tak konek blas kepada Allah. Seolah-olah sudah syah jika mulut kita mengucapkan alhamdulillah untuk rasa syukur kita.

Jika bersyukur adalah menghargai pemberian, lalu bagaimana cara kita mewujudkan penghargaan kita kepada yang memberi sesuatu kepada kita ?

Siapakah yang selalu memberikan kebutuhan kepada kita setiap saat tanpa kita minta, tanpa mengucapkan sepatah katapun ketika menyerahkan pemberianNya kepada kita, seolah tak peduli dengan apapun yang diberikanNya kepada kita ?

Dari soal pemberian hidup dan kehidupan, pemberian nafas, pemberian kesehatan dan keselamatan, pemberian pertolongan, pemberian rejeki, pemberian prestasi, kebahagiaan, keberuntungan, kemuliaan, ampunan, rahmat dan karunia ? Siapa ? Apakah kita bisa menghitung nilai atau harga pemberian yang kita terima setiap saat ini ? Tidak bukan ?

Bahkan, banyak yang tidak menyadari bahwa itu semua adalah pemberian. Pemberian dari Allah SWT, sebagai bentuk dari kasih sayangNya...Karena tak menyadari, maka tak tahu untuk menghargainya, apalagi mensyukuriNya ! 

Kita baru ngerti menghargai waktu setelah terlambat. Menghargai sehat setelah sakit. Menghargai betapa berharganya nafas yang Allah berikan, setelah menderita gerd dan nafas engap. Menghargai rejeki uang setelah tak punya uang dan sangat susah mencarinya. Dulu ketika berada enggan berbagi dengan para dhuafa. Kini ketika kondisinya dijungkirbalikkan oleh Allah dari orang berada menjadi orang yang susah makan baru tahu, betapa tanpa pertolongan Allah manusia hidup tak bisa ngapa-ngapain !

Oleh karena itu sekecil apapun pemberian Allah, hargailah, ucapkanlah syukur kepada Allah SWT. menghadaplah secara khusus sesudah sholat untuk bersyukur ! Lalu tindakan nyata, wujudkanlah ungkapan syukur dengan berbagi kepada sesama yang membutuhkan tanpa mereka minta lebih dahulu. Pemberian yang layak, yang pantas, bukan pemberian ala kadarnya, karena itu wujud ungkapan syukur kita kepada Allah SWT.

Coba saja bagaimana bingungnya jika lampu mati. Apakah mata kita ada fungsinya ? Gelap pekat bukan ? tanpa cahaya ? Bayangkanlah jika di dunia ini tak ada matahari atau bulan yang menyinari bumi ? Bayangkanlah jika udara yang kita hirup harus membayar ? Berapa harga yang harus kita keluarkan !!! Itu baru nilai dari cahaya dan udara. Lalu jika nilai dari nikmat-nikmat yang Allah berikan kepada kita, kita hitung...mampukah kita menghitungnya ? Dan mampukah kita membayarnya ? Padahal setiap saat selalu kita butuhkan ? Dari sisi manakah kita bisa mendustakan nikmat-nikmatNya. Dari manakah kita tak harus bersyukur ?

Dosa besar jika kita menganggap kita bisa membeli segalanya, mentang-mentang kita punya segudang uang ! Demikian juga dosa besar pula, jika kita menganggap bisa membeli nasib orang dengan semena-mena mentang-mentang kita banyak duit. 

Ada hukum yang tak tertulis dan tak berbunyi, yang berlakunya adalah PASTI dan TERAMAT DAHSYAT ! Yaitu hukum Allah SWT.yang akan mengenai siapa saja tanpa kecuali yang melanggarnya dan tak mentaatinya.

Dengan pelanggaran Hukum Allah yang kita lakukan, sadar maupun tidak, bisa mengubah kehidupan kita 360 derajat dari aduhai menjadi astaga !!!???...Demikian sebaliknya, dengan ketaatan kepada Hukum-Hukum Allah yang kita takzimi setiap saat, bisa mengubah 360 derajad dari keadaan yang sangat memprihatinkan kepada derajad yang dimuliakan oleh Allah tak tanggung-tanggung.

Semuanya berawal dari bagaimana kita bersyukur.

Baiklah, demikian dulu artikel ini saya tulis, semoga bisa menjadi perenungan kecil di Bulan Ramadhan yang penuh berkah, rahmat dan ampunan ini. Semoga kita semua bisa menjalani ibadah Bulan Suci Ramadhan ini dengan penuh keberkahan serta kesungguhan hati. Dan semoga ibadah kita layak, serta diterima oleh Allah SWT. Aamiin Ya Rabb. Tak lupa salam serta shalawat yang semulia-mulianya saya haturkan kepada Junjungan kita, Nabi Agung Muhammad Rasulullah SAW.

Alhamdulillahirabbil’alamiin...

Purworejo, 12 Juni 2017.

Salam Tauhid,
Niniek SS.
0 komentar
 
Support : Johny Template | Redesigned : Abahnya De' Addin
Copyright © 2013. SOLUSI SAKIT MAAG - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...