Pilihan Artikel Hari ini
print this page
Posting terbaru

SABAR ITU TAK ADA BATASNYA


Bismillahirrahmanirrahiim...

Sahabat Niniek SS dimanapun kalian berada...

Tentu kalian semua sudah rindu ya dengan tulisan saya ? kok ditunggu hingga sebulan gak muncul-muncul ? Apakah Bu Niniek sedang kambuh ? Dan dirawat dirumah sakit ? Hingga tak pernah menulis lagi ?

Maafkan saya teman...Dua bulan ini saya sedang memperbaiki rumah. Yang sebelumnya disana – sini sudah tak layak huni, ruang sholat atap hingga gentengnya jebol, sehingga jika hujan air luber kemana – mana. Kayu blandar penyangga ruang teras juga patah, sehingga harus disangga dengan bambu agar tidak roboh menjatuhi yang ada dibawahnya.

Rumah yang saya tinggali ini adalah rumah kakak ipar yang sangat baik hati. Kami hanya disuruh menempati, tanpa harus mengganti sepeserpun. Subhanallah...alhamdulillah...semua hanya karena kemurahan Allah SWT. semata kepada keluarga kami yang tiada terperi.

Bahkan ketika kakak menyaksikan kamar sholat yang atapnya jebol nyaris ambruk, tidak memarahi kami, sudah suruh menempati cuma – cuma saja kok  merawat tidak mau. Kakak tidak begitu. Kakak sangat memahami kondisi kami sekeluarga dimana dulu, tanpa penghasilan sama sekali.

Boro – boro untuk merenovasi rumah. Untuk bisa makan setiap hari saja merupakan perjuangan yang teramat berat. Saya sakit 18 tahun lamanya, sehingga suami sama sekali tak bisa bekerja karena hari – hari harus merawat saya. Otomatis kami tak punya penghasilan sama sekali. Kehidupan kami hanya dari santunan sanak saudara, tetangga dan para kenalan dekat.

Hanya karena kemurahan, kebesaran serta bimbingan Allah Ta’ala saja kami sekeluarga bisa bertahan dalam kondisi yang sangat mengenaskan dalam kesabaran. 

Sekian lamanya kami sekeluarga menahan kepahitan hidup dalam penderitaan. Saya dalam siksaan sakit maag kronis, gerd yang sangat parah hingga muntah dan bab bercampur darah setiap kali, sariawan parah dari mulut hingga anus. Kefakiran yang luar biasa, namun kami sekeluarga sama sekali tak pernah mengeluh. Hanya satu kata yang sering meluncur adalah “SABAR !” dan "SYUKUR !", jika ingat bahwa ini semua SKENARIO ALLAH yang suatu saat pasti akan ada akhirnya, dan YAKIN AKAN INDAH PADA AKHIRNYA jika kami bersabar ketika sedang diberi ujian.

Sahabat Niniek SS yang saya sayangi..

Mudah-mudahan awal artikel saya kali ini bisa menjadi hikmah bagi kita sekalian, bahwa sesungguhnya Allah itu Maha Pengasih dan Maha Penyayang. Bukan sekedar slogan atau kata – kata. Tetapi adalah NYATA ! Tentu hal ini bisa dirasakan bagi yang berusaha taat pada jalanNya, sabar serta bertaqwa dan berusaha menjauhi semua laranganNya.

Kesembuhan bagi saya adalah SESUATU YANG SUNGGUH AJAIB !!! ( bagi kami sekeluarga ), meskipun itu adalah kuasa Allah. Saya merasa kala itu, bahwa saya tak mungkin lagi bisa bertahan hidup, karena sudah beberapa hari dalam keadaan setengah koma, antara sadar dan tidak, sudah tak mampu lagi mengenali orang, termasuk kepada anak dan suami saya.

Dan kalau boleh memilih, kala itu saya akan memilih mati saja daripada hidup sarat dengan penderitaan yang sangat menyiksa ! Tetapi memilih mati sebelum Allah menghendaki kematian, adalah dosa ! Sama halnya berniat bunuh diri. Iya kan teman ?

Hidup benar – benar sudah tak ada rasanya sama sekali kecuali kesakitan disekujur tubuh karena gerd yang sudah teramat parah. 

Satu-satunya harapan saya ketika itu adalah janji Allah bahwa orang yang sabar akan subur pada akhirnya. Dan saya teramat yakin bahwa janji Allah adalah selalu benar. Bahwa Allah menguji hambaNya pasti sesuai dengan kemampuan yang Allah berikan kepada hambaNya.

Saya merasa bahwa saya sudah berusaha memperjuangkan diri agar terus bersabar menghadapi hidup yang Allah berikan. Dan pada saat terakhir sakit saya, saya merasa benar – benar sudah tak mampu lagi merasakan penderitaan yang LUAAAR BIASA !!! Apakah sudah tiba saatnya ajal saya ketika itu ? ( begitu pikir saya waktu itu ). Ataukah kebalikannya ? Allah akan memberikan buah kesabaran kepada saya yang sudah memperjuangkannya selama ini ?

Tanda tanya itu terus bergulat dalam benak saya ? Saya tetap menunggu janji Allah. Saya tetap khusnudzon kepada Allah SWT. Jika saya menerima ajal, setidaknya saya sudah meminimalisir dosa dengan sabar dalam penderitaan hidup. Jika saya sembuh, inilah yang kami sekeluarga harapkan, dan pasti Allah akan mengganti penderitaan kami dengan segala kebaikan serta kebahagiaan yang tak bisa kami duga – duga.

Subhanallah...Alhamdulillah...Allah Hu Akbar...Jika kemudian Allah memberikan kesembuhan kepada saya. Kesembuhan yang bukan hanya kami sekeluarga saja yang menikmatinya, namun yang insya Allah berguna bagi kita sekalian, saya dan kalian semua yang saat ini sedang menderita sakit maag dan gerd belum sembuh – sembuh. Iya bukan ?

Banyak sekali, bahkan sudah tak terhitung lagi yang menyampaikan kepada saya, sangat beruntung menemukan blog saya ini, sehingga mendapatkan pencerahan. Yang tidak sabar menjadi sabar. Yang sudah putus asa menjadi tidak putus asa. Yang semula bingung dengan keadaan sakitnya menjadi tidak bingung lagi setelah membaca penjelasan dalam artikel –artikel yang saya tulis di blog ini. Yang tadinya suka panik menjadi tenang perasaannya.

Yang tadinya suami sering KDRT kepada isterinya menjadi penyayang kepada isterinya. Yang tadinya suaminya selingkuh karena isterinya setelah sakit ini tak mampu melayani kebutuhan biologis suaminya ( disangkanya isterinya sudah tak sayang lagi pada suaminya, padahal sejatinya sehabis melakukan hubungan suami isteri, isteri langsung dropp kondisinya ), menjadi tak suka selingkuh lagi, karena tak tega kepada isterinya. Dan merasa berdosa kepada Allah SWT.

Nah banyak hal – hal kecil yang terselip dalam tulisan di blog ini jauh diluar dugaan saya, ternyata mampu menyentuh hati kalian, sehingga kalian kembali sadar kepada kebaikan, kembali sadar serta rindu mendekat kepada Tuhan kalian. Ialah Allah SWT. Sehingga disadari atau tidak, kalian mau serta mampu merubah sikap kalian yang semula buruk menjadi sikap yang baik, yang mulia, yang penuh kasih sayang, kepada orang-orang yang kalian cintai, serta kepada siapapun orang yang ada disekeliling kalian berada.

Inilah yang memang sangat saya harapkan setiap saat. PERUBAHAN !!! Perubahan kearah yang lebih baik !

Sebelum kita mampu merubah lingkungan, rubahlah diri kita terlebih dahulu. Merubah keadaan bukan sekedar dengan nasehat, dengan kata – kata, namun dengan keteladanan. Ridho kesembuhan adalah ada ditangan Allah SWT. namun yang menjadi asbab kesembuhan adalah bersumber dari diri sendiri.

Diri yang mau berubah dari buruk menjadi baik. Dari yang sebelumnya sombong menjadi rendah hati. Dari yang semula terlalu percaya diri menjadi bergantung kepada Kebesaran Allah SWT. Dari yang semula malas menjadi pribadi yang rajin. Dari yang semula tukang memerintah menjadi pribadi yang mandiri, tidak sedikit-sedikit minta tolong atau memerintah kepada orang lain. Dari pribadi yang merasa bisa segalanya menjadi sosok yang merasa tak mempunyai kekuatan apa-apa kecuali dari pertolongan Allah semata.

Perubahan inilah yang seringkali mendatangkan Rahmat Allah kedalam diri manusia. Manusia yang sebelumnya penuh najis diri dan maksiat menuju kepada kesucian yang penuh ampunan.

Janganlah kita menuntut dikasihi jika kita tak mampu mengasihi. Janganlah kita menuntut diperhatikan jika kita tak mampu memperhatikan orang lain. Janganlah kita menuntut kemurahan Allah yang lebih, jika kita tak mau patuh kepadaNya dalam keteladanan yang jelas sudah dicontohkan oleh para RasulNya, terutama Rasulullah SAW.
Demikian dalam masalah kesembuhan. Janganlah menuntut sembuh, jika sebelumnya blas tak ngerti mensyukuri sehat. Bertaubatlah untuk segala dosa yang pernah kita lakukan ! Apapun itu ! Pumpung masih ada waktu. Dengan sakit inilah Allah beri kesempatan kita untuk bertaubat dan memperbaiki diri.

Sahabat Niniek SS yang saya kasihi, dimanapun kalian berada...

Apakah kalian pikir perubahan besar yang saya alami terjadi dalam sekejab mata ? Dari fakir menjadi kehidupan yang penuh kebahagiaan dan kesejahteraan ? Dari sakit yang musykil sembuh menjadi segar bugar tak pernah kambuh lagi ? Dari sulit makan menjadi penuh berlimpah makanan ? Dari dhuafa menjadi bisa sesukanya bersedekah tanpa mikir seperti dulu lagi ?

Proses yang saya alami panjang dan berliku untuk menerima buah kesabaran dari Allah SWT. sehingga saya diberi kesembuhan yang penuh keajaiban.

Bukan sekedar 18 tahun sepanjang masa sakit saya. Namun dari sejak kecil, sejak saya usia 10 tahun sudah penuh penderitaan yang pekat. Meskipun Niniek kecil waktu itu belum ngerti apa-apa. Namun instingnya menuntunnya kepada kesabaran yang memang harus dilaluinya sebagai amanah Allah yang menjadi bagian dari hidupnya. Entah sampai kapan. Karena Niniek kecil, sudah sangat yakin bahwa semua penderitaan yang dialaminya adalah skenario Allah yang memang harus dijalaninya.

Semua kegetiran hidup sejak remaja difitnah hamil, ketika berkeluarga didakwa anak PKI padahal bukan, cerai dengan suami yang kristen, diusir oleh suami ketika menangkap suami selingkuh dengan pembantu rumah tangganya, tidak diterima kembali kerumah orangtua karena orangtua takut salah kepada menantunya yang adalah suami saya. Semua ditelannya sendiri tanpa satupun anggorta keluarga yang tahu. Hingga meninggalnya kedua orang tua saya, saya tak pernah mengadukan sama sekali kejadian ini.

Semua fitnah orang mencuat ke permukaan tanpa ada yang membela diri Niniek SS. Semua mengolok-olok, mencemooh, menghina kepada dirinya.

Saya tak perlu membela diri. Biar Allah saja yang mengadilinya, seiring dengan perjalanan waktu... Cukup Allah saja yang akan menjadi pembela saya.

Janji Allah benar adanya. Tanpa saya berbuat apa-apa, tanpa saya dendam kepada siapapun, yang dulu mengolok-olok saya, menghina diri saya, menciderai nama baik saya, satu persatu bertumbangan tanpa sebab. Dalam kehinaan yang mengenaskan.

Jangan main-main dengan perbuatan buruk, karena Allah ada bersama kita, dengan hukumNya yang sangat tegas dan keras !!!

Jangan pernah menyerah dengan keadaan, dengan kesulitan, dengan sakit penyakit, dengan penderitaan. Karena itu semua adalah bagian dari perjalanan hidup. Seperti anak sekolah. Hidup juga masa-masa untuk belajar, tapi juga ada saat untuk ujian. Ada soal yang harus dikerjakan. Dan Allah tak mungkin memberikan soal yang seseorang tak mampu mengerjakannya. Pasti bisa ! Tinggal seseorang itu mau berikhtiyar atau tidak ? Telaten belajar atau tidak ? Sabar tidak mengerjakan soal-soal ujian yang diberikan oleh Allah ?

Kita insya Allah akan mampu mengerjakan soal-soal ujian hidup, asal....asal kita senantiasa mematuhi perintahNya, menjauhi laranganNya, serta selalu MEMOHON BIMBINGANNYA setiap saat ! Tanpa itu semua mustahil manusia mampu lulus mengerjakan soal-soal dalam hidup. Sekecil apapun !

Sebentar lagi bulan suci Ramadhan tiba. Bulan yang penuh berkah dan ampunan. Marilah kita intensifkan diri kita untuk menelaah diri kita. Menuju perbaikan secara kaffah atau menyeluruh, sedikit demi sedikit, secara bertahap, meskipun teramat sulit !

Bukankah kalian ingin sembuh seperti saya ? Ingin bahagia dan sejahtera seperti saya ? Ikutilah jejak kesembuhan saya..Bahagia bukan berarti harus banyak harta. Namun MERASA CUKUP dengan apa yang Allah berikan. Apapun adanya. Itulah nikmat. Itulah perwujudan syukur yang sebenarnya. Itulah bahagia. Jangan melirik kesuksesan orang. Jika kalian ingin bahagia, usahakan sesering mungkin untuk bisa berdua saja dengan Allah Ta’ala..bukan hanya ketika kalian sholat..

Kunci sukses menurut saya bukan bekerja keras, namun selalu mensyukuri apa yang Allah berikan, merasa cukup dengan apa yang ada, serta mau berbagi kepada orang lain, setiap saat. Ya, setiap saat, bukan mensyukuri ketika menerima karunia berkelebihan saja, dan mau berbagi tanpa menunggu kaya dulu atau ber-uang lebih.

Dzikir serta membaca Al Qur’an adalah tanda kerinduan yang nyata hamba kepada TuhanNya. Dan kedua hal itu adalah hidayah. Jika tak ada hidayahNya, melakukan sholat saja berat, apalagi berdzikir serta membaca Al Qur’an. Walah !!!

Bagi yang tak ada hidayahNya, berdzikir serta membaca Al Qur’an hanyalah buang-buang waktu saja. Namun bagi yang mendapatkan hidayahNya, berdzikir serta membaca Al Qur’an adalah nikmat yang tak bisa tergantikan oleh apapun !!!.

Jika ingin sembuh bersabarlah !

Bersabar merasakan sakit

Sakit memang tidak nyaman, apalagi maag yang sudah kronis dan yang sudah berkembang menjadi gerd yang kemudian parah...Ya Allah, penderitaannya luar biasa. LUAAAAR BIASA !!!...Ya ! Luar biasa, karena sekujur tubuh terasa sakit semua dan sangat menyiksa silih berganti bertubi – tubi. Baik penderita serta dokter yang memeriksanyapun bingung ! “Ini penyakit apa sebenarnya ?”.

Pasiennya saja bingung, apalagi dokternya yang notabene belum pernah kena sakit lambung. Lah gimana takkan bingung ? Dalam literatur kedokteran tak pernah dijelaskan tentang keluhan oyong, kliyengan, dalam perut seperti ada yang jalan-jalan, telinga berdenging, pada tenggorokan ada yang mengganjal, kaki dan tangan kebas ? He he..apa hubungannya dengan sakit lambung ?

Saya tidak bermaksud meremehkan ilmu kedokteran. Ilmu kedokteran adalah ilmu yang super sulit, disamping kuliahnyapun perlu duit seabreg ! Kalau tidak anak orang kaya atau yang otaknya brilliant mana mungkin bisa jadi dokter. Iya nggak ?

Tapi memang dalam ilmu kedokteran tak dibahas secara “njlimet seperti Bu Niniek menjelaskan soal maag kronis dan gerd”. Buktinya, dalam menangani gerd, dokter saja hanya bilang :”boleh makan apa saja, yang penting hindari yang pedas dan asem”. Eh ternyata menurut Bu Niniek tidak, bahkan se abreg yang gak boleh dimakan oleh orang sakit maag atau gerd. Hingga akhirnya banyak yang komplain berat badan jadi menurun tajam !

Ya memang begitu. Karena Bu Niniek waktu sakit dulu juga begitu kok. Banyak yang dihindari. Tapi bu Niniek berani menyampaikan pantangan-pantangan orang sakit maag dan gerd, tentu dengan solusi menanggulangi turunnya berat badan bukan ? Dengan resep singkong serbaguna yang terdiri dari : singkong, kunyit, madu, kuning telur ayam kampung. Bersabarlah menahan sakit, agar Allah segera memberi kesembuhan...

Bersabar dalam berpantang

Sakit maag adalah kondisi dimana dinding lambung sedang bermasalah. Mungkin iritasi, mungkin luka, mungkin dinding lambung menipis. Jika kita makan sembarang apa jadinya ? Yang pedas dimakan, yang asem dikonsumsi, yang kasar, alaa gak papa, yang goreng-goreng terus saja...ya bakal tamatlah riwayat lambung kalian. Akhirnya ketika terjadi kesakitan sekali pada perut, vonis dokter mengatakan :”lambungnya bocor pak, ini harus juga dipotong ususnya karena sudah bernanah, nanti dibuatkan saluran pembuangan sementara.

Kalau sudah begitu, gak enak banget kan ? Kemana-mana harus bawa kantung tinja, untuk menempatkan tinja kita jika sewaktu-waktu kita BAB. Layaknya kita bawa tas saja. Lagian kita sudah tak bisa lagi merasakan nikmatnya kebelet BAB, tahu-tahu kantung BAB yang tergantung diluar badan sudah penuh, dan ya jelas bau, namanya juga tinja. 

Allah itu Maha Luar Biasa. Untuk urusan tinja saja kita masih diberi nikmat rasanya tinja keluar dari anus bukan ? Eeeeek plung ! Begitu kok bisa, kita bilang Allah tak adil, darimana tak adil wong semua diberi kenikmatan yang sama, seperti halnya orang berhubungan intim antara suami isteri, apakah kenikmatannya lain antara yang kaya dan yang miskin ? Tidak bukan ? Sama-sama kebelet, sama-sama nikmat !
Oleh karena itu sayangilah lambung kalian, dengan bersabar menahan pantang selagi lambung belum sembuh. Dan tetaplah berikhtiyar untuk lekas sembuh. Yaa ? Dan tetap bersabar dan bersyukur dalam segala keadaan.

Bersabar menerima perlakuan sekeliling yang tak menyenangkan

Sakit, memang tak nyaman. Apalagi namanya sakit maag kronis atau gerd yang sudah parah. Sakitnya nano-nano. Datangnya bertubi-tubi. Dan sensasinya itu lho, yang aneh-aneh sehingga menimbulkan buruk sangka bahwa kita sedang disantet orang. Dan sakitnya luuaaar biasa, orang Jawa bilang :”larane ra ketulungan”, saking sakitnya. 

Saya dulu kalau terjadi serangan maag kronis atau gerd parahnya sedang kambuh sakitnya gak ketulungan hingga sering pingsan.

Ketika kita sakit maag kronis atau gerd, halah rasanya gak karu-karuan. Susah untuk didefinisikan. Susah diterjemahkan dengan kata-kata. Maunya ngepleh ditempat tidur melulu ! Tahu tidak ngepleh ? Ngepleh itu tidur tak berdaya tanpa beban di pembaringan. Tanpa beban pikiran apapun. Bebas merdeka !

Tapi mana mungkin kita manusia yang masih hidup kok disuruh tak usah mikir apapun. Ya gak bisalah. Apalagi kalau kita ibu-ibu. Sambil terbaring menahan sakit, masih harus mikir tanggungjawab rumah tangga. Yang masaklah. Yang nyucilah. Yang belanjalah. Yang lantai belum disapulah. Yang antar jemput anak sekolah, atau les...walah..walah..makanya apa jadinya kalau ibu rumah tangga sakit, apalagi sakit maag yang susah banget sembuhnya.

Begitu pula sebaliknya jika yang sakit bapak. Kepala rumah tangga. Gantungan ekonomi keluarga sebagai pencari nafkah. Kacaulah semua urusan keuangan. Semua angsur mengangsur tak tertutup. Angsuran motorlah. Angsuran pinjaman PKKlah, bon warung yang sudah lama nunggak. Bayaran sekolah anak-anak yang sudah 3 bulan nunggak. Semua urusan keuangan jadi kacau. Karena uangnya habis untuk berobat bapak. Itupun belum ada tanda-tanda kesembuhan..

Ya Allah, musti bagaimana lagi kita mikir. Apalagi dengan kondisi sakit dimana tubuh ini harus terbaring tak berdaya ditempat tidur hari-hari.
Belum lagi melihat wajah-wajah anggota keluarga yang mulai ditekuk karena merawat dirinya tak sembuh-sembuh. Dirinya yang jadi beban keluarga. Jadi beban suami atau isteri. Jadi beban mertua. Jadi beban anak. Jadi beban siapapun yang merawatnya.

Kita tak perlu berkecil hati jika kita menerima sikap yang tak bersahabat dari orang-orang yang merawat kita. Doakan semoga mereka tetap sabar merawat kita. Jangan malah kita pasang muka yang sama masamnya dengan yang merawat kita..Ohoo...itu akan menjadi bumerang bagi diri kita sendiri. Oke teman ?

Bersabar dalam minum obat

Proses obat perlu waktu. Tidak seperti sulapan bim salabim. Apalagi obat herbal seperti morinda. Vitamin seperti madu. Atau makanan perut sehat seperti tepung kerut. Ia bekerja ke sumber penyakit. Tidak hanya menangani gejalanya seperti obat medis yang biasanya instant. Diminum langsung sembuh.

Herbal menangani akar penyakit, prosesnya lambat. Oleh karena itu minumnya harus rutin. Jadi perlu ketelatenan. Seperti morinda. Biasanya pada botol pertama baru untuk cleansing residu racun-racun tubuh. Lalu baru mulai pada botol yang kedua ada regenerasi sel atau perbaikan sel-sel yang layu atau rusak. Jadi harus sabar menjemput kesembuhan.

Baru pada botol pertama saja banyak yang kelah-keluh. Yang mual-lah. Yang pusinglah. Yang perutnya kok malah jadi perihlah. Yang hari-hari kok rasanya lemaslah, bahkan rasanya tak bertenaga sama sekalilah. Ohoiii...kalian ini mau enaknya saja. Begitu glek..minum morinda, lalu segala keluhan hilang. Ya gaklah...kesembuhan dengan morinda HARUS ditebus dulu dengan perjuangan tak nyaman merasakan reaksinya !

KENAPA TAKUT ? Ahaa nyali kalian begitu kecil ! Minum morindanya takut ! Atau malas. Tapi kalian ingin sembuh, aneh kan ? Padahal nih...menurut saya, baru morindalah obat herbal yang paling efektif untuk mengatasi urusan sakit maag dan gerd ! Bu Niniek SS promosi ? Oh tak ada niat seperti itu, karena saya tidak dibayar oleh perusahaan morinda untuk promosi. Saya hanya ingin kalian semua sembuh ala jalan kesembuhan saya.Itupun jika Allah ijinkan lho ! Jangan salah persepsi.

Nah, minum obat apapun kalian harus sabar. Tunggu hingga selesai prosesnya. Obat yang baik, adalah yang waktu minumnya terukur. Apa 1 bulan. Apa 2 bulan. Atau ancer-ancer berapa botolkah habisnya hingga ada perubahan kearah kesembuhan ?

Morinda adalah herbal yang terukur. Minimal habis 4 botol, untuk maag atau gerd biasanya sudah ada perubahan besar yang dirasakan. Jika ingin sempurna kesembuhannya tentu harus lebih dari 4 botiol. Oke jelas ya ? Jadi jangan berharap pada botol pertama sudah ada perubahan. Sekali lagi, botol pertama baru proses pembuangan racun tubuh. Jadi kalian harus bersabar menjemput kesembuhan dengan morinda.

Bersabar dalam menanti kesembuhan

Bersabar dalam menanti kesembuhan banyak hal-hal yang musti dilakukan. Terutama bagaimana bersabar dalam menahan pantangan. Bersabar dalam mengatur istirahat. Jika capai, ya harus beristirahat, jangan dipaksakan. Bersabar dalam berpikir. Agar tidak stress. Ingin ini, ingin itu,dipikiiiir terus, padahal diri sedang tak berdaya. Janganlah ! Jika kita mampu bersabar dalam hal-hal diatas semua, insya Allah akan segera sembuh seperti saya.

Oke, sudang panjang banget seperti kereta api artikel ini. Kusudahi dulu sekian saja, semoga ada manfaatnya bagi kalian, dan semoga bisa menjadi jalan kesembuhan bagi kalian semua.

Tak lupa salam serta sholawat yang semulia-mulianya saya haturkan kepada junjungan Umat Manusia Nabi Agung Muhammad Rasulullah SAW. Semoga syafaatnya senantiasa melingkupi kehidupan dunia kita dan akherat kita. Aamiin Ya Rabbal’alamiin.

Alhamdulillahirabbil’alamiin.

Purworejo, 21 Mei 2017

Salam Tauhid,
Niniek SS.

0 komentar

Ujian Adalah Soal Yang Harus Diselesaikan

Bismillahirrahmanirrahiim..

Ujian Adalah Soal Yang Harus diselesaikan. “Sabar yah..ini semua ujian dari Allah” kata-kata ini sering sekali keluar untuk menghibur siapapun yang sedang terkena musibah. Namun saking seringnya diucapkan, terasa hambar ditelinga. Sepertinya hanya kata-kata klise untuk penetral suasana..bukan bermakna sungguh-sungguh untuk mengingatkan kita agar kita menelaah lebih cermat atas ujian yang sedang berlangsung, lalu berusaha pula dengan sungguh-sungguh untuk menyelesaikan ujian agar kita lulus pada akhirnya.

Ujian adalah sebuah tempaan... 

Bagi siapapun untuk menjadi lebih dewasa ruhaninya...lebih berkepribadian...lebih sabar...lebih baik dari sebelumnya...terutama lebih mengenal diri sendiri dan lebih mengenal Allah SWT...

Dan ujian dalam kehidupan, mau atau tidak mau, bisa tidak bisa harus diselesaikan. Ujian bertahap dari yang paling ringan menuju yang lebih berat, sesuai dengan usia dan tingkatan ruhani masing masing. Bagaikan anak sekolah, ada ujian SD, ujian SMP, ujian SMA lalu ujian pada saat kuliah. Jika belum melalui tingkatan SD, tentu anak tak akan diuji dengan ujian tingkat SMP. Tak akan bisa dan tak akan kuat.

Jika kita terbiasa menerima segala musibah, kesulitan, kesusahan, keterpurukan sebagai ujian hidup, sabar dan ikhlas dalam menjalani, selalu berdoa serta bergantung harap pada tali Allah dalam menyelesaikan, maka kita akan mampu melewatinya dengan mudah, sehingga pada akhirnya akan lulus dalam ujian dengan hasil yang memuaskan. Lalu air mata keharuan serta kesyukuran kita akan deras mengalir karena takjub pada karunia-karunia Allah yang berhamburan meliputi diri kita tak bisa dibendung lagi...

Oleh karena itu jangan mengeluh jika sedang menerima ujian..Tak perlu terlalu menyalahkan diri, apalagi menyalahkan orang lain.

Ujian sebenarnya diberikan oleh Allah SWT. agar manusia menjadi manusia yang utuh. Utuh dalam mengabdi kepada Yang Menciptakan. Menghamba dengan sesempurna-sempurnanya sebagai seorang abdi. Sebagaimana dicontohkan oleh Junjungan kita Nabi Agung Muhammad Rasulullah SAW. Dalam menghamba serta mencintai Allah SWT. bahkan mengalahkan cintanya kepada dirinya sendiri dan cintanya yang demikian besar kepada keluarganya serta apapun yang ada di dunia ini. Beliau tak peduli kepada dirinya sendiri asalkan memperoleh cinta Allah SWT...

Subhanallah...

Nabi SAW. sangat tinggi adabnya...sangat tinggi derajat keimanannya...sempurna pribadinya tanpa cela..sempurna penghambaannya...sempurna teladannya... sehingga Allah sangat berkenan...sehingga Allah merasa perlu untuk bershalawat kepada Kanjeng Nabi SAW. 

Suatu derajat yang teramat mulia yang tidak Allah berikan kepada orang lain di dunia ini !!! juga tidak, kepada seluruh nabi-nabi yang lain..

Kita semua umatnya, hendaknya mengikuti teladannya. Lulus menjadi manusia yang manusia...bukan menjadi manusia yang hewan. Ujudnya manusia tapi sifatnya sifat hewan. Keras kepala. Rakus. Tidak punya hati. Mau makan teman sendiri, kanibal seperti ikan lele. Licik. Dan masih banyak lagi sifat hewan yang lain. Yang tak layak menjadi sifat manusia.

Inilah salah satu hikmah Allah memberikan ujian. Agar meningkat derajat kemanusiaannya..menjadi derajat manusia yang di Ridhoi oleh Allah SWT.Alangkah indahnya...

Jika seseorang masih bangga dengan hartanya, dengan kedudukan dan pangkatnya, dengan prestasi serta ketenarannya, ia masih menghamba kepada dirinya sendiri, belum menghamba kepada Tuhannya.

Namun jika seseorang selalu mensyukuri apapun yang dihadapinya, yang ada padanya, yang dialaminya, baik itu kesenangan ataupun kesulitan, mudah-mudahan ia menjadi golongan orang yang takut kepada Allah SWT. dan suatu saat akan memperoleh Ridho yang dijanjikan oleh Allah SWT. bagi orang yang sabar atas pemberianNya.

Ujian menjadi tolok ukur kelas ruhani..

Semakin tinggi sebuah pohon, maka akan semakin kencang angin bertiup. Demikian juga semakin tinggi iman seseorang, maka akan semakin tinggi ujian hidupnya. Jika ia ikhlas menjalaninya, maka akan semakin nampak tingginya imannya, tingginya kelas ruhaninya. Ia akan tenang menjalani kehidupannya, meskipun mungkin bagaikan kapal pecah yang sedang terkena terkena badai !

Jika kita belajar ikhlas memahami keadaan sedini mungkin, insya Allah seberat apapun ujian kita akan selalu ikhlas menerimanya. Sembari menjalani siksaan penderitaan, tetap berpengharapan besar akan lulus menjalaninya dan menanti-nanti HADIAH kelulusan dari Allah. Apakah gerangan yang akan diterimanya...

Sejak kecil saya sering difitnah orang yang sangat-sangat menyakitkan..Saya bisa saja membalasnya, atau menangkisnya dengan mengatakan kepada setiap orang bahwa saya tidak melakukan apapun seperti apa yang difinahkan kepada saya. Namun itu tak pernah saya lakukan. Capek deh...Secara rutin saya hanya memohonkan ampun kepada Allah SWT. atas dosa orang yang memfitnah saya itu, dan semoga Allah berkenan memberikan hidayah kebaikan kepada orang tersebut.

Sehari, dua hari, seminggu dua minggu, sebulan dua bulan saya masih rajin mendoakannya..Dan sepertinya doa-doa yang saya naikkan ke Hadlirat Allah terbang ditiup angin tanpa bekas. Seolah berlalu begitu saja karena tak ada tanda-tanda Allah akan mengabulkan doa saya. Dan orang yang saya doakan tersebut masih saja sama sikapnya. Suka bergunjing, suka membual, suka memfitnah, memang seperti itu pekerjaannya.

Saya tetap saja terus berdoa, dengan kekhusukan yang tidak berubah untuk mendoakan kebaikan bagi seseorang yang memfitnah saya tersebut...Tetapi ada kesedihan yang menghujam, mengapa Allah belum menjawab doa-doa saya ? Bukankah saya berdoa untuk kebaikan ? Hingga suatu saat air mata saya menetes deras. Saya benar-benar bersedih mengapa doa-doa saya belum terkabul ? Adakah yang salah dalam doa-doa saya ? Bukankah saya hanya memohonkan ampun atas dosa seseorang yang memfitnah saya demikian kejinya ? Bukankah saya hanya memohonkan hidayah agar ia insyaf atas segala perilakunya yang buruk dan digantikan dengan akhlak yang baik ? Mengapa sekian lama Allah belum juga mengabulkannya ?

Nah tak berapa lama, saya mendengar kabar bahwa suami dari seseorang yang memfitnah saya tersengat listrik, sehingga lumpuh. Untuk beberapa lama suaminya tak bisa bekerja mencari nafkah. Sehingga hilanglah penghasilannya, sebagai supir angkot.

Hati saya ikut bersedih mendengar suaminya tersengat listrik dan menjadi lumpuh. Ketika saya menjenguk dirumahnya, isterinya menangis. Entah apa yang ditangiskannya. Lalu tiba-tiba saja ia meminta maaf bersimpuh di lutut saya. Ia meminta maaf kepada saya atas kesalahannya yang dulu telah memfitnah saya, sehingga saya menjadi pergunjingan orang yang sangat tidak mengenakkan.

“Mungkin suami saya seperti ini karena dosa saya kepada Bu Nien, maafkan saya ya Bu Nien..” katanya sambil kedua tangannya memegang kedua tangan saya dan bersimpuh dilutut saya. Saya tak mampu membendung air mata saya. Dalam hati saya berdoa :”Semoga Allah mengampuni dosa-dosanya dan memberinya hadiah kebaikan kepadanya”...

Sejak itu, isteri supir angkot yang memfitnah saya itu susaaah sekali kehidupan serta penghidupannya. Sudah tak ada uang, setiap hari harus mengurus suaminya yang lumpuh..Karena sangat susahnya mungkin, saya mendengar kabar lagi bahwa si isteri ini kemudian menjadi rajin sekali ibadahnya. Jadi jarang keluar rumah. Jadi jarang bergunjing. Jadi jarang memfitnah. Subhanallah..Alhamdulillah..

Saat itulah saya merasa, bahwa doa saya yang sekian lama untuk isteri supir angkot itu telah dikabulkan oleh Allah SWT. Akhlak isteri supir angkot yang memfitnah saya itu telah berubah menjadi lebih baik. Dan saya bersyukur kepada Allah SWT. atas terkabulnya doa saya..Lalu saya hentikan doa saya untuk isteri supir angkot tersebut, untuk mendoakan yang lainnya lagi. Begitulah hobby saya, mendoakan orang lain yang membutuhkan untuk didoakan. 

Demikian juga, insya Allah..., saya akan mendoakan kalian semua, tanpa kalian harus tau, agar setelah berkenalan dengan saya, atau minimal setia menjadi pembaca blog ini, akan terberkahi oleh Allah SWT. menjadi seseorang yang lebih baik dari sebelumnya. Aamiin Ya Rabbal’alamiin.

Ujian Adalah Soal Yang Harus Diselesaikan

Kebanyakan orang menganggap kesulitan adalah nasib sial. Padahal itu adalah ujian atau pendadaran ruhani bagi kita. Dari Allah SWT. Agar kita menjadi manusia yang tahu untuk bersyukur. Karena kesulitan selalu bersama dengan kemudahan. Bukan sesudah kesulitan ada kemudahan.

Allah sudah menitahkan kita dengan sesempurna mungkin, dengan sebaik mungkin, dengan sepenuh Kasih SayangNya. Meskipun tanpa kita minta...Kita diciptakan sudah dengan segala kelengkapan fasilitas hidup kita yang terbaik untuk kita menurut Allah SWT..meskipun segala fasilitas hidup itu tidak semua diberikan seketika, namun menurut masa yang telah ditentukan oleh Allah. Itulah perlunya kita bersabar, agar sampai kepada yang terbaik, tanpa cela di Hadapan Allah SWT.

Syaratnya, jalani hidup ini dengan sabar, tawakkal, penuh syukur serta sedikitpun jangan berburuk sangka kepada Allah. 

Ikhtiyar dan bersyukur adalah kuwajiban manusia.

Niatkan apapun untuk melakukan ibadah, sebagai kuwajiban utama hidup ini. Jangan sekali-sekali berpikir soal hasil. Hasil akan selalu mengikuti ikhtiyar. Percayalah. Dan hasil dari sebuah pekerjaan hanya Allahlah yang akan menentukan. Bukan kita. Jika sebuah hasil tak sebagaimana yang kita harapkan, pasti ada Kehendak Allah yang tak sesuai dengan apa yang kita harapkan. Dan kita harus mengikhlaskan harapan-harapan yang tak dikehendaki oleh Allah SWT. 

Itulah cara saya menjalani hidup ini. Simple saja bukan ?

Kita boleh bercita-cita setinggi langit. Namun menurut saya, cita-cita yang tertinggi adalah “husnul khotimah” sebuah akhir yang baik dalam hidup. Untuk apa kita mencapai kehidupan sukses di dunia, kehidupan yang glamour, prestasi yang gemilang, jika pada akhir hayat kita kebingungan mencari jalan untuk pulang kerumah keabadian ? Jika demikian, bukankah semua apa yang kita capai di dunia hanyalah kemumadhiran ? kesia-siaan ? Sayang bukan ? Segala jerih payah yang kita lakukan pada saat kita hidup di dunia tak ada manfaatnya untuk bekal di akherat ?

Bekal husnul khatimah adalah patuh dan ta’at kepada Allah SWT. dan Rasulullah SAW. Salah satunya bisa menerima takdirnya dengan sepenuh keikhlasan. 

Saya belum pernah meninggal. Namun saya sudah sering menyaksikan sakaratul maut seseorang hingga lepasnya nyawa. Bagi seseorang yang kehidupannya baik, lurus, taat ibadahnya, alhamdulillah lepasnya ruh pun mudah. Meskipun kehidupannya di dunia sangat sederhana, bahkan tak punya harta, makanpun sering susah, tak dipandang orang...

Bahkan banyak kita temui orang-orang yang kehidupannya taat kepada Allah, sepertinya tak melalui sakaratul maut, namun langsung meninggal dengan gampangnya seperti orang tidur saja.

Sakaratul maut dan husnul khatimah adalah rahasia Allah..Tak ada seorangpun yang tahu...kita semua hanya bisa melihat penampakan lahirnya saja, tentang hakekatnya itu rahasia Allah. Meskipun ada orang-orang tertentu yang diKehendakiNya bisa menangkap rahasia yang gaib...

Tetapi bahwa Al Qur’an diturunkan untuk menyempurnakan akhlak manusia, ini adalah suatu pemberitahuan dari Allah, bahwa jika akhlak kita sempurna pasti akan berakhir dengan kematian yang husnul khatimah. Tak perlu diragukan lagi.

Apa sih hubungannya dengan sakit ?

Hidup, sejak awal kita dilahirkan adalah sebuah perjalanan. Perjalanan yang mempunyai banyak pilihan. Dan kita bebas memilihnya. Tentu dengan segala konsekuensinya. Jalan yang akan berakhir dengan baik adalah jalan yang telah dipilihkan untuk kita. Yang manakah itu ? Yang sesuai dengan takdir kita. Takdir yang telah dipilihkan oleh Allah untuk kita. Dan seringkali adalah jalan yang teramat sulit dijalani oleh manusia.

Biasanya adalah jalan yang sulit, terjal dan berduri..namun diujung jalan sana, kita akan bertemu dengan akhir perjalanan yang keindahannya tak ada di dunia, tak pernah dilihat oleh mata, dan tak pernah terbayangkan oleh fikiran kita. Itulah surga. Tidak inginkah kita ?

Sakit adalah juga bagian dari perjalanan hidup yang harus kita jalani. Kita alami. Kita terima. Dengan ikhlas. Semua bentuk usaha untuk kesembuhan adalah ikhtiyar..Kesembuhan tak perlu kita pikirkan, karena ia adalah hak Allah. Allahlah yang berkuasa untuk menentukan kesembuhan. Jika kita berharap kepada dokter, kepada morinda, kepada tepung kerut, atau madu, atau orgonite untuk kesembuhan. Kita keliru besar. Allah akan cemburu, sebab kita lebih berharap kepada semua itu bukan kepadaNya. Padahal sejatinya, kesembuhan ada dalam genggamanNya. Kenapa kita berharap kepada selain Allah ?

Marilah kita rubah cara berpikir serta keyakinan kita dalam berobat. Dalam mencari kesembuhan. Hanya kepada Allah lah mustinya kita berharap, bukan kepada selain Allah..

Cepat tidaknya kita sembuh, juga terserah kepada KehendakNya. Kita tidaklah tahu..Oleh karena itu berharaplah hanya kepada Pemilik Kesembuhan. Bukan kepada dokter, kepada obat, morinda, tepung kerut, jenitri ataupun orgonite. Itu semua adalah energi yang diberikan oleh Allah untuk mendukung kesembuhan. Tapi bukan kesembuhan itu sendiri. Kesembuhan adalah misteri. Sama halnya seperti rejeki. Makin diburu ia akan semakin lari menjauh. Namun jika kita memburu pemiliknya, mereka akan mendatangi kita tanpa diduga-duga dari segala arah. Jika tidak percaya silahkan dibuktikan.

Para aulia jaman dulu, mereka akan bersedih jika hidupnya nyaman-nyaman saja, tak ada ujian. Mereka menganggap makomnya masih rendah tapi mengapa Allah tidak memberikan ujian lagi untuk hidupnya. Apakah hanya sampai pada derajat inilah ruhaninya diijinkan untuk singgah ? Tak DiijinkanNya lagi untuk naik, meskipun setapak ? Astaghfirullahaladziim...

Begitulah apa yang saya ketahui. Bahwa ujian adalah soal yang harus diselesaikan. Bukan untuk dikeluhkan dan bukan untuk disesali apalagi disepelekan.. Betapa sayangnya...

Demikian dulu, semoga coretan ini ada manfaatnya untuk kita semua. Marilah kita semua mendewasakan ruhani kita. Salah satunya belajar menerima sakit ini dengan ikhlas, dan mengupayakan kesembuhan dengan cara yang benar. Agar ridho kesembuhan segera turun atas kita.

Alhamdulillahirabbil’alamiin.

Purworejo, 27 Maret  2017

Salam Tauhid,
Niniek SS
6 komentar

Cara Menata Hati Untuk Bisa Berserah Diri

Bismillahirrahmanirrahiim...
 
Cara Menata Hati Untuk Bisa Berserah Diri

Berserah diri yang saya maksudkan disini adalah berserah diri kepada Allah SWT. Agar kita mendapatkan ketenangan hidup, kedamaian jiwa, dan harapan kita adalah akhir yang khusnul khatimah. Aamiin Ya Rabbal’alamiin...

Adakah didunia ini orang yang tak takut mati ? 

Mungkin ada, adalah orang yang benar-benar sudah siap menghadapi kematian. Orang yang berusaha berlaku, berpikir, dan bertutur kata benar dalam hidup. Yang sudah jejeg hidupnya bagaikan huruf ALIF ! Antara yang dipikirkan, dengan yang diucapkan serta apa yang dilakukan adalah satu. Lurus. Tidak bengkak bengkok. Orang yang sudah tidak peduli dengan penilaian orang. Orang yang sudah mampu merasakan antara kesedihan serta kegembiraan sama warnanya.

Orang yang hanya memandang Allah. Allah. Dan Allah saja. Tiada yang lain lagi.. Orang yang sudah tak bergeming dengan gunjingan orang. Yang tak sedih dengan caci maki dan penghinaan orang. Dan yang tak merasa lebih terhormat dengan pujian orang..Orang yang hanya bertujuan menuju Allah dan hanya mengharap ke RidhoanNya belaka lain tidak...Dan orang yang sudah mampu berserah diri kepada Kehendak Allah SWT..

Siapakah orang yang takut mati ?

Tentu banyak. Dan banyak pula penyebabnya. Salah satunya adalah karena belum siap segala-galanya untuk menghadapi kematian.Belum siap secara ruhani karena masih banyak dosanya. Belum banyak bekal amalnya di dunia. Anaknya masih kecil-kecil. Dan tak punya harta yang ditinggalkan untuk keluarganya. Ini biasanya dialami oleh kita semua yang menderita maag dan gerd yang sudah parah dan tak sembuh-sembuh.

Ketakutan akan kematian, kecuali karena gangguan psykhologies orang sakit maag kronis, karena penderitaan yang dirasakan oleh penderita maag yang sudah parah, apalagi yang maagnya sudah berkembang menjadi gerd, memang luar biasa. Dari segala segi benar-benar penuh penderitaan. Bagi yang tidak tabah, tentu menginginkan lebih baik mati daripada menanggung penderitaan. Ya Allah. Orang dihantui oleh takut mati karena pada galibnya ia belum bisa berserah diri kepada Allah SWT.

Bagaimana Cara Menata Hati Untuk Bisa Berserah Diri ?

Untuk bisa tawakkal atau berserah diri kepada Allah sangatlah sulitnya. Mengapa ? Karena kita masih berkutat pada seputar diri kita sendiri. Kita kurang menyadari, bahwa kita ini makhluk yang dicipta atas suatu kehendak. Ialah kehendak Allah SWT. Kita seringkali mengabdi kepada diri sendiri bukan mengabdi kepada Allah SWT. sehingga yang dilakukan adalah kemauan-kemauan diri, bukan kemauan Allah.

Inilah yang menjadi pangkal penderitaan manusia. Karena tidak melibatkan Allah dalam kehidupannya. Kesalahan terbesar yang pada umumnya dilakukan oleh manusia. Sehingga terjerumus. Terpuruk. Terjerembab dalam segala aspek kehidupannya. Salah satunya adalah sakit yang tak sembuh-sembuh seperti maag kronis atau gerd ! Sakit beribu rasa yang tak setiap orang memahaminya jika belum pernah mengalaminya. Jadi kalian harap maklum ya teman ?

Jika kalian belum tahu, ini nih penderitaan yang dirasakan para penderita maag kronis atau gerd :

-    Rasa sakit yang menyerang diseluruh tubuh..

Bagaimana tidak akan putus asa, jika keluhan muncul dari seluruh tubuh ? Sebentar-sebentar merasakan jantungnya berdebar. Belum hilang rasa panik karena debaran jantung, tiba-tiba nafas terasa nyeseg. Eh lagi-lagi kepala kliyengan muncul lagi. Bagaimana mau enak makan ? Leher untuk menelan saja sakit, susah. Entah kenapa sepertinya klep pada leher yang membuat gampang menelan seolah macet. Belum hilang keluhan susah menelan, mendadak telinga sakit berdenyut-denyut.

Apakah mereka semua, orang-orang disekitar kita tahu apa yang kita rasakan ? Tidak bukan ? Mereka hanya bisa menenangkan pikiran kita dengan satu kalimat :”Sabar yaa...lagi diuji sama Allah..” Dan paling-paling membantu menyiapkan makanan kita ala kadarnya, semau mereka, dan lagi mereka tak tahu apa yang musti mereka siapkan yang aman untuk sakit lambung.

Dan semua itu hanya dirasakan sendiri. Tak ada seorangpun yang bisa memahami. Suami, isteri, anak, ibu maupun bapak. Karena apa yang kita rasakan tak mampu diterjemahkan dalam kata-kata.

Mereka hanya sebatas kasihan melihat kita. Karena setiap hari kita tergolek tak berdaya ditempat tidur. Atau mengaduh-aduh guling-guling ditempat tidur karena menahan sakit.

Orang-orang yang terdekat dengan kitapun heran setengah mati, lhah sakit kok sudah diobatkan kemana-mana tapi belum sembuh juga ? Memangnya penyakitnya penyakit apa to ? Jantung bukan ! Paru-paru bukan ! Kanker bukan ! Syaraf bukan ! Tapi jantungnya sering berdebar kencang. Sering sesak nafas seperti orang TBC. Dan perutnya sering kesakitan ga karuan. Terus kepala sering berdenyut-denyut sakitnya luar biasa, seperti kanker otak saja. Lalu seluruh tubuh sakit, pegal linu, yang gemetaran, yang kedinginan, yang kaku tak bisa digerakkan, yang kebas rasa kulitnya. Lhah...apakah ini penyakit baru yang belum ada namanya ? Bukan hanya mereka yang merawat kita saja yang penasaran, kita yang sakit saja juga penasaran. Orang-orang terdekat dengan kitapun penuh tanda tanya namun sering tak diungkapkan. Iya kan ?

Serba susah ! Kalau istilah dalam bahasa Jawanya “ngewuhake”. Begini salah begono salah. He he...siapa yang tahu semua ini. Mungkin juga banyak yang tahu dan pernah merasakannya. Namun hanya bu Ninieklah yang peduli untuk berbagi kepada kalian semua tentang sakit maag dan gerd yang pernah dirasakannya. Paling tidak agar kalian tahu dan mengerti bagaimana cara merawat diri sendiri jika kalian terkena maag dan gerd. Agar kalian semua merasa lega, ternyata kalian tidaklah sendirian. Banyak yang senasib dan sependeritaan dengan kalian. Dan agar kalian semua tidak terlalu merepoti orang lain, karena bisa merawat diri sendiri.

Rasa sakit luar biasa yang menyerang seluruh tubuh inilah, yang seringkali membuat kita kehilangan harapan untuk sembuh. PUTUS ASA ! Sebab sudah berbagai upaya dari A hingga Z sudah dilakukan namun belum ada bayangan untuk sembuh juga.

Rasa putus asa inilah yang membuat bayangan kematian sering menghantui benak kita. Lebih besar bayangan akan mati daripada untuk sembuh. Saya sendiri dulu juga seperti itu kok. Beruntung kepasrahan saya cukup tinggi sehingga dalam berserah diri kepada Allah sungguh-sungguh yakin akan apapun keputusanNya, itulah takdir yang harus saya terima.

-    Sikap yang tidak bersahabat dari anggota keluarga dan orang-orang disekeliling.

Jarang sekali dari antara teman-teman yang sakit mendapatkan perhatian dan dukungan dari keluarganya. Boro-boro dukungan. Mau memahami kita saja tidak ! Kebanyakan cuek dengan sakit yang kita derita. Bahkan suami yang tak sabar sering berkomentar kepada isterinya :”Kapan sih kamu sembuhnya, sakit kok tak sembuh-sembuh ?”. 

Demi mendengar pertanyaan seperti itu saja, bagi kita isteri yang tak bisa mencari uang sangat perasaan, sedihnya luar biasa. Ingin rasanya pulang kampung dan lari kepelukan ibu untuk mengadukan nasibnya. Jika ibu kita masih ada. Bener. Banyak kok yang karena sakitnya tak sembuh-sembuh, suaminya tak bisa merawat isterinya, lalu isterinya pulang kampung kerumah orang tuanya mencari kesembuhan.

Oleh karena itu, berbahagia dan bersyukurlah kalian, pasangan suami isteri yang saling setia, penuh pengertian dalam keadaan apapun. Yang satu sakit yang lain merawatnya. Yang satu mencari uang yang lain membantu menyelesaikan pekerjaan di rumah. Tak saling iri atas apa yang dikerjakan. Adanya saling pengertian antara suami dengan isteri, ketika pasangannya sedang sakit, insya Allah akan mempercepat kesembuhan. Aamiin.

-    Tekanan perasaan yang dialami karena sudah sering ijin dari pekerjaan. 

Ini nih problem yang sering dihadapi oleh para karyawan atau karyawati yang sakit maag tak sembuh-sembuh. Sakit maag, dari luar memang kelihatan bugar. Tapi sejatinya, tubuh ini rasa tak karuan.Dan datangnya keluhan selalu tiba-tiba tak bisa diduga. Pagi-pagi berangkat ngantor tak apa-apa. Eh belum jam 10 siang tiba-tiba perut sakit sekali, dada terasa panas keseluruh area punggung, nafas terasa sesak. Bagaimana ini ? Ya paling-paling bisanya ijin pulang karena tak kuat lagi untuk meneruskan aktifitas. Berkali-kali ijin seperti ini kan lama-lama tak enak sendiri kepada atasan kita ?

Lalu akhirnya, karena kondisi kesehatan semakin tak memungkinkan untuk bekerja, maka jika masih bisa cuti ya cuti, kalau tidak ya dengan berat hati, terpaksa keluar dari pekerjaan, daripada sampai dikeluarkan tidak dengan hormat ???

-    Rasa frustasi karena kehilangan pekerjaan.

Banyak diantara kita yang terpaksa keluar dari pekerjaan karena sakit, menjadi frustasi. Benar-benar situasi yang teramat menekan pikiran. Sudah merasakan sakit saja rasanya payah sedemikian. Ini masih ditambah dengan beban pikiran kehilangan pekerjaan, yang otomatis berhubungan dengan hilangnya penghasilan. Menambah kondisi semakin terpuruk. Kalau mempunyai simpanan banyak di bank sih tak begitu menjadi masalah.

Jika yang terjadi adalah sebaliknya ? Sudah sakit, masih harus kehilangan pekerjaan ? Padahal dirinya adalah tulang punggung keluarga ? Apalagi tak ada sama sekali simpanan uang di bank. Dan tak ada harta kekayaan apapun yang bisa dijual ? Bagaimana tak akan menjadi frustasi. Biaya hidup plus untuk pengobatan jalan terus, sementara penghasilan enol ? Mau tak mau untuk mengatasi keadaan dengan berhutang. Itupun kalau masih dipercaya orang !

Bayangkanlah oleh kalian semua. Kalian yang berkecukupan harta harus banyak bersyukur.  Meskipun sakit belum sembuh-sembuh tak pernah mikir soal uang. Semua pembiyaan hidup cukup, karena kalian orang berada.

Namun jangan berkecil hati jika kalian adalah orang yang tak mampu. Kita mempunyai jalan hidup dan jatah rejeki sendiri-sendiri dari Allah Yang Maha Adil dalam membagi rejekiNya.  Tak perlu iri dengan rejeki orang lain. Jika jatah rejeki kita hanya 1 kg, meskipun dikejar setengah mati dengan kerja keras bermandi keringat ya tetap saja dapatnya 1 kg !

Dan jika jatah rejeki kita 100 kg, meskipun kita tak bekerja keras, akan tetapi tetap menjaga “hadap” kita kepada Allah, kepada Guru, kepada orang tua, adik, kakak, saudara, kepada suami, kepada isteri, kepada anak, kepada tetangga, kepada siapapun, juga kepada alam, kepada air, udara, tanah, api, dengan benar...insya Allah kita tetap mendapatkan jatah yang 100 kg itu tadi. Meskipun kita tak pernah terlintas serta mengharap-harap rejeki yang 100 kg tersebut.

Ini kajian yang sederhana, namun berat untuk dijalani. Mudah-mudahan saja saya ada waktu untuk menyampaikannya disini. Doakan saja. Insya Allah...

-    Rasa berdosa karena tak bisa mencari nafkah lagi.

Setiap orang mempunyai kuwajibannya sendiri-sendiri yang diatur oleh Allah baik yang tersurat didalam Al Qur’anul Karim ataupun yang tersirat di alam semesta raya ini. Tersurat ataupun hanya tersirat, jika dilanggar tetap ada akibatnya. Inilah hukum kebesaran Allah SWT. yang tak setiap orang menyadarinya.

Seorang suami wajib mencari nafkah bagi isteri dan keluarganya, karena ia kepala keluarga. Bagaimana jika seorang suami sakit tak sembuh-sembuh, apalagi sampai kehilangan pekerjaan sehingga tak mampu lagi memberikan nafkah baik lahir maupun batin kepada isteri dan keluarganya ? Meskipun isteri dan anak-anaknya tak pernah menuntut ? Tentu dalam hati suami ada rasa berdosa yang mendera, apadaya karena benar-benar sedang tak mampu apa-apa ? Menguasai rasa sakitnya saja ia tak mampu, apalagi memikirkan bagaimana ia harus mencari uang ?

Pikiran-pikiran yang berseliweran seperti inilah yang mau tak mau menghambat kesembuhan. Karena pikiran sangat eratnya dengan lambung. Bahkan tak bisa dipisahkan satu sama lain. Lambung bermasalah biasanya kepala terasa pusing. Dan jika pikiran stress, maka biasanya akan diare. Kita tak ngerti sebabnya tiba-tiba saja diare, padahal tak salah makan apapun.

Jika kita mempunyai kuwajiban diri, akan tetapi benar-benar tak mampu menjalankan, entah karena kedaan apapun. Terutama karena sakit. Yang pertama kita lakukan adalah mohon ampun dengan sungguh-sungguh atas hal ini kepada Allah SWT. yang memberikan suatu kuwajiban kepada kita. Insya Allah hal ini akan meringankan hati dan perasaan kita, meskipun tidak menggugurkan kuwajiban kita, minimal bisa meringankan pikiran kita.

Meskipun sakit yang tak sembuh-sembuh adalah karena kesalahan kita sendiri, namun kita benar-benar tak berdaya mengatasinya. Jadi mohon ampunlah kepada Allah SWT, agar ujian ini segera berakhir dan kita bisa lulus menjalaninya. Itulah rahasianya. Bukan sekedar mencari obatnya kesana kemari namun tak karuan juntrungnya ?

Bu Niniek paling sedih dan juga ketengah kesal, jika ada orang mau pesan buku atau morinda lalu bertanya :”Tapi ini dijamin sembuh kan Bu ?” ha ha...memangnya Bu Niniek Tuhan ? Yang mampu menjamin kesembuhan orang ? Sedangkan Bu Niniek sendiri saja tak mampu menjamin kesehatan dirinya sendiri. Setiap saat, setiap waktu selalu memasrahkan nasib diri dan keluarga kepada Ridho Allah SWT...

-    Rasa benci kepada diri sendiri karena tak bisa mengatasi keadaan.

Pada umumnya kita ini banyak kemauan ! Ingin ini. Ingin itu ! Belum habis keinginan yang ini, sudah muncul keinginan yang lain. Iya kan ? Sehingga seringkali tubuh menjadi budak dari nafsu kita sendiri. Dan akhirnya kita sendiri yang akhirnya akan menuai segala kesulitan, kesedihan, dan berbagai keterpurukan, meskipun mungkin kita berjibun dengan harta dan kekayaan.

Ayolah renungkan  teman ! 

Pernahkah kita menyerahkan diri serta kemauan kita kepada Kehendak Allah SWT ? Pernahkah kita kosongkan diri kita dari kemauan-kemauan kita ataupun keinginan-keinginan kita? Lalu ibarat diri kita ini sebuah wadah, kita cuci bersih dengan detergent, kita kosongkan, lalu kita haturkan kepada Allah SWT ? ”Silahkan Ya Allah mau Engkau isi apa, terserah KehendakMulah...Karena Engkau yang menciptakan aku, tentu Engkau yang Maha Tahu, apa yang terbaik bagiku...” Pernahkah teman ? Kalau belum pernah, cobalah. Coba terus.. dan terus...Kalian akan menemukan keadaan yang membuat kalian takjub beribu kali ! Karena sungguh tak masuk akal !!!

Yang tak mungkin menjadi mungkin ! Dan itu adalah sesuatu yang selalu kita impikan. Sesuatu yang kita butuhkan, bukan sekedar yang kita inginkan ! Subhanallah !!!

Hilangkan kebencian kita kepada diri kita karena kegagalan yang bertubi-tubi. Gantilah dengan penyerahan diri yang mutlak dan ikhlas kepada Kehendak Allah SWT ! Insya Allah kalian akan menemukan kedamaian serta kebahagiaan yang belum pernah kalian rasakan. Inilah salah satu yang membuat Allah berkenan kepada kita, lalu memberikan apapun yang kita butuhkan dalam hidup ini termasuk kesembuhan kalian.

Jangan selalu pikirkan uang ! Karena uang hanyalah alat hidup yang menipu kita, dan kalau kita tak hati-hati menggunakannya akan menjerumuskan diri kita menjadi abdinya. Abdi duit. Abdi syaiton, lalu kita akan kehilangan segala-galanya dalam hidup ini hanya karena memikirkan uang !!!

-    Lebih-lebih jika kita didera oleh ketidak mampuan keuangan.

Jangan pernah memikirkan soal uang, supaya kita tidak menjadi budak duit ! Jika kita bekerja niatkan untuk beribadah. Untuk melakukan kebaikan bagi keluarga. Untuk berbuat kebaikan bagi yang memberi pekerjaan karena dengan kita bekerja disitu, ia akan tertolong dari kerepotannya.

Saya menjadi tidak sulit dalam hal keuangan, setelah saya mengganti segala niat yang berhubungan dengan uang bukan untuk mencari dia, namun untuk berbuat kebaikan apa saja. Sejak itu, uang mulai datang mengalir kepada saya dicari ataupun tidak dari arah mana saja yang tak diduga-duga.

Apakah saya nyupang ? Mencari pesugihan ? Atau ke paranormal ? Tidak ! Saya hanya mengubah niat yang berhubungan dengan uang. Itu saja. Silahkan praktekkan ! Nanti kalian akan mengalami hal yang sama seperti saya. Keajaiban-keajaiban sepanjang waktu yang berhubungan dengan kebaikan dan kebahagiaan.

Yuk menabung kebaikan setiap saat, maka kebaikanpun akan mengejar kalian dimanapun kalian berada ! Praktekkan ! Jangan pernah terbersit dalam hatimu bahwa kalian akan rugi berbuat kebaikan. Karena sesungguhnya Allah tak mau berhutang kepada manusia. Setiap kebaikan yang kita lakukan, Allah PASTI akan membalasnya cepat atau lambat pada saat yang paing tepat untuk kita !

Itulah beberapa kiat menata hati untuk bisa berserah diri. Salah satunya agar kita mendapatkan kesembuhan dari Allah SWT. Berserah diri bukan kesembuhan saja yang akan kita peroleh, namun setiap kebutuhan kita akan Allah berikan pada saat yang tepat, dengan jalan yang tak pernah kita duga, apalagi kita pikirkan. Jika ada yang salah dalam penyampaian ini, adalah keterbatasan saya dalam mengamati permasalahan. Maafkanlah saya. Semoga lain waktu, Allah berkenan untuk menyempurnakan. Aamiin. Dan semoga kita bisa mulai berserah diri..

Alhamdulillahirabbil’alamiin.

Purworejo, 20 Maret 2017

Salam Tauhid,
Niniek SS
4 komentar

Benarkah Jeruk Nipis Bisa Untuk Mengobati Maag ?

Bismillahirrahmanirrahiim...

Sebenarnya, apapun penyakit pasti ada obatnya. Jika kita belum sembuh, hanyalah karena belum ketemu saja. 

Dan Allah menciptakan sesuatu di dunia ini tiada satupun yang sia-sia. Pasti semua ada manfaatnya. Oleh karena itu ambillah setiap manfaat dari  apa yang ada di hadapan kita. Lha bagaimana caranya agar kita tahu atas manfaat sesuatu yang ada di hadapan kita ? Ya bertanyalah kepada Sang Pembuat Manfaat itu sendiri. Allah SWT...

Bagaimana caranya ? Caranya, ya buatlah Allah senang dulu kepada kita. Nah lu, tanya lagi bagaimana caranya dong ? Caranya ya jalani apa yang menjadi perintahNya dan jangan coba-coba nekad menjalani laranganNya..Sudahkah teman ?

Jika kita ingin menjadi orang yang benar. Orang yang disayang Allah. Orang yang semua kebutuhannya dicukupi oleh Allah. Jalani perintahNya dan hindari larangan2Nya...

Aneh. Pingin sukses. Pingin selamat. Pingin kaya. Pingin beruntung. Pingin enak hidupnya. Menyapa PemilikNya malas. Menjalani perintahNya emoh. Malah seneng berbuat yang dilarangNya ! Lha bagaimana ? Hidup seenaknya, semau gue, tapi maunya yang enak-enak. Giliran mendapat yang gak enak gak enak, mengeluh sepanjang waktu !

Taatlah kepada Allah SWT. maka hidup kita akan terbimbing !

Makin banyak keinginan maka akan makin banyak kesulitan yang akan kita hadapi, betul enggak ? Namun jika kita dibimbing oleh Allah, maka kita tak akan banyak keinginan. Keinginan kita akan muncul satu demi satu. Teratur. Tidak berseliweran hingga kita bingung sendiri. Jika keinginan kita hanya satu, maka langkah serta pemikiran kita akan lebih mudah terfokus, sehingga hasilnya akan jauh lebih baik daripada banyak keinginan, dan pelaksanaannya serabutan, hasilnyapun akan amburadul !

Dalam hal berobatpun harus fokus, dan yakin. Tanpa fokus dan yakin, banyak kemungkinan pengobatan akan gagal alias tidak mendapatkan kesembuhan.

Ada orang bilang :”Minum aja air kunyit, nanti kan maagnya sembuh !”. Sebelum minum kunyit, usahakan bertanya dulu kepada Sang Empunya hakekatnya kunyit, adalah Allah SWT. dengan jalan sholat istikharah. Nah lu apalagi nih, bu Niniek aneh-aneh aja. Mau minum kunyit kok pake sholat istikarah segala ! Loh ? Emang sholat istikharah hanya untuk masalah yang besar-besar aja ? misal mau mencari jodoh atau pekerjaan ?

Menurut Bu Niniek itu pengertian yang keliru ! Bagi bu Niniek, sholat istikharah itu, adalah sholat untuk bertanya kepada Allah, mana yang terbaik untuk kita lakukan ? Nah jika dengan kunyit, dengan air mentah, dengan jeruk nipis maag kita bisa sembuh, ngapain musti kehilangan uang banyak untuk berobat ? Ngapain kita harus kehilangan semua harta kekayaan kita untuk mengupayakan kesembuhan, namun belum sembuh-sembuh juga ?

Banyak diantara kita yang menemui kegagalan, hanya karena kita tak mau konsul dulu kepada Yang Maha Menghidupi kita, sebelum menentukan sesuatu lalu melakukannya. Kita ini hanya serba sedikiiiit yang kita ketahui tentang hal-hal kedepan, itupun hanya menurut perkiraan kita, bukan sesuatu yang pasti. 

Yang Maha Tahu tentang kepastian didepan kita ya hanya Allah SWT. Kenapa kita tak mau bertanya kepadaNya untuk segala sesuatu ! Malah bertanya kepada paranormal, dukun, atau orang-orang yang memposisikan dirinya maha tahu akan segala sesuatu. Sedang masa depannya sendiri saja sangat tergantung kepada Kekuasaan Allah SWT. Iya kan ?

Sayapun dulu sakit maag kronis dan gerd hingga 18 tahun baru menemukan kesembuhan, ya begitu...Sebelumnya sering meninggalkan Allah. Melupakan Allah. Meremehkan kebesaran Allah. Dalam pengertian bukannya meninggalkan sholat. Namun jarang berdoa untuk kesembuhan dengan sungguh-sungguh. Jarang interospeksi secara mendalam tentang dosa dan kesalahan diri. Sombong. 

Merasa bisa segala. Dulu saya punya pemahaman bahwa yang kasat mata kenapa tidak bisa ? Ternyata lebih banyak hal yang tak kasat mata lebih indah meskipun lebih sulit pencapaiannya. Dan tak setiap orang bisa. Hanya dengan kedekatan kepada Allah SWT. saja kita diberi banyak kebisaan dan pemahaman.

Oleh karena itu. Semenjak adanya kesadaran itu saya mulai bebenah diri dalam segala hal. Terutama dalam iman dan akhlak. Saya lalui sakit dalam kondisi yang sangat penuh keterbatasan. Susah makan. Sering dihina orang. Sering diremehkan. Sering tak dipercaya orang. Sering dicibir. Bahkan dicaci saudara. 

Semua yang menyakitkan, menyedihkan, membuat air mata meleleh hanya tersimpan rapat-rapat dalam nurani. Hanya Allah yang tahu, bahkan suamipun terkadang tak saya beri tahu. Karena pasti, beliaupun mengalami penderitaan yang tak berbeda dengan saya. Sebagai kepala keluarga betapa tersiksanya tak bisa bekerja karena merawat saya. Dicaci maki sana sini sebagai laki-laki pemalas tak mau mencari nafkah.

Alhamdulillah kami sekeluarga, saya yang sakit, suami yang merawat, dan anak yang seharusnya dibesarkan dalam kebahagiaan namun harus senantiasa dalam keprihatinan, diberikan kekuatan dan kesabaran oleh Allah SWT. hingga masa kesembuhan saya. Alhamdulillahirabbil’alamiin.

Setelah sembuh ini, yang paling saya syukuri adalah, kecuali bisa beribadah lebih baik, saya dan keluarga bisa melayani kalian, membantu kesembuhan kalian dengan apa yang mampu saya lakukan. Sisa hidup saya yang sudah tua ini, 61 tahun bisa lebih bermanfaat bukan hanya bagi diri sendiri namun bagi banyak orang.

Nah marilah kita coba merenungi posisi kita di Hadapan Allah SWT. Tak berdaya. Dan tanpa pertolongan Allah SWT. kita ini tak punya daya serta kekuatan apapun, apalagi kemampuan ! Jika kita faham akan hal ini, sejatinya kita telah memperoleh keuntungan yang luar biasa besar. Karena setiap saat kita akan berusaha merapat ke Hadlirat Allah SWT. untuk memohon selalu, ampunanNya, memohon RahmatNya serta BimbinganNya. Dan malu untuk berbuat sombong !

Baru bisa beli motor baru ( kredit ) sombong ke teman-temannya.  Baru bisa punya mobil kelas 100 jutaan sombong, padahal kredit, dan angsurnya juga mpot-mpotan, petentang petenteng jika ketemu tetangga. Baru lulus cumlaude sombong, meremehkan temannya yang susah mendapatkan IP 3 koma...Baru naik pangkat sombong, ceritanya tak habis-habis pada setiap orang hingga segoro kidul.. Wuuah !!!

Apalagi ya, kalau jadi pejabat tinggi atau konglomerat kayak mana ya lagak orang-orang bertype sombong ini ? Saya yakin, kalian semua bukanlah kelompok dari orang-orang ini. Sebetulnya yang berhak sombong itu siapa ? Hanya Allah SWT. yang mampu mengadakan apapun yang Dia Kehendaki. Bukan kita semua yang hanya diberi apa yang Allah Kehendaki...iya kan teman ?

Kita pernah merenungi hal ini tidak ?

Siapakah yang tak merasa beruntung jika Allah telah Ridho kepada kita ? Jika Allah telah Ridho kepada kita, maka apapun yang kita lakukan semua adalah gerak atas bimbingan Allah SWT.

Sekecil apapun yang kita lakukan insya Allah adalah suatu kebenaran, jika itu atas bimbingan Allah SWT. Namun kita lengah, kita lalai. Kita teramat yakin, bahwa kita mampu, kita bisa, apapun so mudah kita raih !!! Nah, siapakah yang ada dibalik kemampuan kita, kebisaan kita ? Kita jarang merenung sampai kesitu. Termasuk saya sendiri lebih sering lengahnya daripada sadarnya ! Sehingga kita sering meremehkan hal-hal yang kecil, yang ada disekitar kita. Apapun itu. Termasuk menyepelekan soal jeruk nipis bagi obat maag.

Benarkah Jeruk nipis Bisa Untuk Obat Sakit Maag ?

Hampir bisa dipastikan bahwa semua kita yang menderita sakit maag tentu ragu bahwa jeruk nipis bisa untuk mengobati sakit maag. Sedang makan sayur yang bumbunya ada tomatnya sedikit saja lambung langsung perih, apalagi air jeruk nipis.

Semua orang tahu, bahwa air jeruk nipis sangatlah kecut. Bagi yang lambungnya sehat minum air jeruk panas yang manis, betapa segarnya, betapa nikmatnya ! Namun bagi yang sakit maag ? aduh duh duh...tak bisa dibayangkan kayak mana pedih perutnya ?

Yuk kita mengenal lebih jauh air jeruk nipis bagi kesehatan tubuh, terutama kesehatan lambung.

Saya sudah sejak lama mendengar dari sahabat saya yang tinggal di Wonosobo, Ibu Lilis namanya, bahwa maagnya bisa sembuh setelah minum air jeruk nipis selama 1 bulan full..Memang saya tahu persis, beliau menderita sakit maag cukup lama. Bolak balik masuk rumah sakit..

Saya walau 18 tahun sakit maag kronis hingga gerd parah, malah hanya sekali masuk rumah sakit. Pertama karena ketiadaan biaya ( jaman saya sakit belum ada BPJS, meskipun waktu itu saya menjadi penerima beras miskin alias RASKIN ). Semua itu alhamdulillah karena Allah ijinkan saya sabar menjalani sakit. Juga berusaha untuk mengatasi rasa sakit dengan apa yang ada dirumah, atau apa yang bisa saya lakukan, tanpa harus masuk rumah sakit..

Misal, jika lambung saya sakit sekali, saya segera membuat air kunyit, lambung saya kompres dengan air panas.

Jika kepala saya pusing, saya rasakan dulu yang pusing bagian kening atau tengkuk terasa berat. Saya sudah hafal, jika yang pening kepala bagian depan pasti HB saya turun, demikian juga tensi saya pasti dropp, saya akan segera membuat resep singkong + kunyit + telur ayam kampung + madu + tepung beras roosbrand. Namun jika tengkuk terasa kaku seperti menahan beban berat, pasti kolesterol saya tinggi, saya akan segera minum rebusan daun suring, menghindari minyak dan mentega.

Jika kaki dan tangan sering dingin, berarti metabolisme seluruh tubuh terganggu, maka saya akan menggerakkan jari jari tangan saya dengan bergantian menggenggam dan membuka agar sirkulasi darah merata ke seluruh tubuh.

Jika saya diare, maka saya akan merunut penyebabnya apakah makanan yang saya makan kotor, atau saya masuk angin ? Jika karena makanan, maka saya akan minum air kunyit campur madu murni, jika penyebabnya masuk angin maka saya akan kerokan seluruh punggung saya baluri dengan minyak kayu putih atau minyak GPU yang agak panas. Ketika diare, hindari makan nasi keras, makan nasi bubur atau nasi lembek.

Jika sesak nafas, saya akan kompres dada dengan air panas, kedua sayap ketiak dipijat hingga yang terasa sakit mereda, lalu punggung dibalur dengan minyak yang hangat. Kaki pakai kaos kaki, dan usahakan jangan menyentuh air dulu, jauhkan kipas angin, tidak berada diruangan ber AC, dan tidak makan serta minum yang dingin-dingin.

Jika jantung berdebar-debar, minum air hangat, pikiran rilex dan makan makanan yang tak mengandung minyak sama sekali. Dengan cara inilah, meskipun sakit maag saya cukup parah, saya tak perlu bolak balik di opname. Ngeri akan bayangan biayanya ??? Darimana ??? Alhamdulillah...

Kembali ke soal jeruk nipis.

Meskipun saya sudah mendengar dari sahabat saya Bu Lilis dan menyaksikan sendiri bahwa maag beliau sudah sembuh lantaran minum air perasan jeruk nipis tanpa gula, tapi saya masih ragu untuk mengikuti jejaknya. Pasalnya ketika saya tanya :”Nggak perih po mbak lambungnya minum air jeruk nipis ?”...lalu Bu Lilis menjawab :”Wuualah Bu Nien, ya perih bangetlah perutnya. Ketika minum pertama kali, rasanya mau pingsan..pingin rasanya saya lari kerumah sakit, tapi saya tahan !”...

Mendengar itu tentu ciutlah nyali saya ! Ya emoh lah mencari penyakit, sekalipun itu jalan menuju kesembuhan. Saya kan paling tak tahan sakit ? Membayangkan sakitnya pertama kali minum jeruk nipis, Ya Allah...tak habis pikir bagaimana rasa lambung saya nanti..
Setiap kali ketemu, Bu Lilis selalu menanyakan :”Sudah dicoba belum Bu Nien, minum jeruk nipisnya ?”..”Lah gak berani mbak..” Jawab saya jujur. “Yo wislah nek gak berani jangan dipaksa !” balas Bu Lilis menimpali..

Bukan hanya Bu Lilis saja yang menyampaikan kepada saya tentang jeruk nipis bisa sebagai obat sakit maag. Namun saya juga mendengar dari berbagai kenalan juga tetangga bahwa jeruk nipis memang bagus untuk mengobati maag.

Suatu saat. Piawai Herbal dari Malaysia, Tuan Haji Ismail, pemilik perusahaan HPA dari Malaysia datang ke Indonesia, untuk lebih melebarkan sayap dakwah kesehatannya di Indonesia. Kesehatan ala Nabi SAW. dan ala Tuan Haji Ismail yang didasarkan pada pengamatan herbal yang beliau lakukan sejak masih remaja.

Di beberapa daerah di Indonesia Tn. Haji Ismail mengadakan seminar kesehatan Islami yang base campnya di lereng gunung merapi, sekitar daerah mbah Marijan. Ketika itu saya diajak oleh salah seorang sahabat saya, Dik Iwan namanya. Tapi ketika itu saya tak bisa berangkat karena pas ada aktifitas dirumah yang tak bisa ditinggal.

Nah ternyata, saya mendapat bocoran dari dik Iwan dari Tuan Haji Ismail yang pakar herbal internasional tadi, bahwa hal yang paling mendasar jika seseorang ingin sehat mudah sekali, secara batin memperbaiki ibadahnya, dan secara physik minum air perasan jeruk nipis setiap pagi bangun tidur ketika perut kosong !!!

Karena lambung saya sudah sembuh, saya sangat tertarik untuk mempraktekkan ilmu yang sangat berharga ini. Dan tentu saya memulai dari dosis yang paling minim dahulu.

Kalau orang yang sehat dianjurkan untuk membuat 1 buah jeruk nipis diperas lalu diguyur dengan air mendidih 1 gelas besar, saya mana berani ? Lalu saya mencoba dengan membuat seiris kecil jeruk nipis ( setebal 1 cm dengan diameter jeruk 3 cm ), saya guyur dengan air mendidih dan saya biarkan hingga hangat kuku. Lalu saya minum, sedikit demi sedikit.

Awalnya tetap ragu, namun makin lama hilang keraguan saya karena yakin bahwa ini ilmu dari Tn.Haji Ismail, yang piawai herbal internasional yang faham banget tentang manfaat jeruk nipis bagi kesehatan lambung !

Apa yang terjadi kemudian teman ???

Saya merasakan adanya energi tambahan tak berapa lama sesudah minum air jeruk nipis. Dan rasa capek, pegel linu yang biasa saya rasakan seharian karena aktifitas yang tinggi sehari-hari, benar-benar hilang tak terasa. Subhanallah...

Ada kesegaran baru dalam tubuh yang sebelumnya tak pernah saya rasakan. Pokoknya kesehatan jadi benar-benar berubah. Alhamdulillah.

Memang awal minum ada sedikit rasa mules di perut, namun hanya sebentar. Hari-hari berikutnya, hingga kini sudah sebulan, saya terus minum air jeruk nipis setiap bangun tidur dalam kondisi perut kosong. 

Alhamdulillah stamina saya meningkat pesat. Didepan rumah saya menanam berbagai tanaman hias, ada pinang merah, beringin dollar, germany, gelombang cinta, pohon soka yang bunganya warna warni, ada yang putih, merah, pink, kuning dan oranye, pinahong merah, jahe, kunyit kuning, dan lain-lain.

Untuk mengubah suasana saya sering memindah pot-pot bunga yang cukup besar ( berat hingga 10 kg satu pot ), dari sini kesono, dan yang disono saya pindah kesini. Dulu ketika saya masih sakit, boro-boro mindah pot besar. Mindah pot yang kecil berat 1 kg saja meriangnya tak sembuh dalam 1 minggu.

Nah setelah rutin minum air jeruk nipis setelah bangun tidur ini, kesehatan saya meningkat pesat. Energi juga meningkat. Pandangan mata lebih jelas. BAB lebih lancar bisa setiap hari, yang tadinya belum tentu 2 hari sekali bisa BAB.Lebih enak makan sehingga berat badan naik terus.

Teman-teman maag juga sudah banyak yang saya beritahu. Dan alhamdulillah, mereka juga merasakan adanya kesembuhan sedikit demi sedikit. Paling tidak banyak keluhan tubuh yang berkurang. Tapi ingat, ikuti langkah bu Niniek ya ? cukup seiris kecil/1 cm jeruk nipis saja diseduh dengan air mendidih satu gelas besar air, tanpa gula ya teman !

Jangan bernafsu ! Mentang-mentang ingin cepat sembuh lalu membuatnya dengan sebutir jeruk nipis. Jangan !

Nah silahkan mencoba terapi JENIPER ( Jeruk Nipis Peras ). Semoga Allah me Ridhoi ilmu ini menjadi jalan kesembuhan kalian semua. Yang murah, meriah, terjangkau oleh siapa saja. Bismillah....

Demikian share saya pagi ini, semoga ada manfaatnya bagi kalian semua pembaca setia blog ini.

Alhamdulillahirabbil’alamiin.

Purworejo, 19 Maret 2017

Salam JENIPER ( Jeruk Nipis Peras ),
Niniek SS
24 komentar
 
Support : Johny Template | Redesigned : Abahnya De' Addin
Copyright © 2013. SOLUSI SAKIT MAAG - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...